Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kejari Bandung Gugurkan Status Tersangka Wakil Wali Kota Erwin
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Kejari Bandung resmi menghentikan penyidikan dan menggugurkan status tersangka Wakil Wali Kota Bandung Erwin serta Anggota DPRD Rendiana Awangga melalui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
  • Kepala Kejari Abun Hasbulloh menegaskan penghentian ini tidak mencabut hak jabatan keduanya, namun kasus bisa dibuka kembali bila ditemukan bukti baru dari masyarakat atau media.
  • Erwin dan Awang sebelumnya ditetapkan tersangka pada Desember 2025 atas dugaan penyalahgunaan wewenang terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
9 Desember 2025

Erwin dan Rendiana Awangga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kejari Bandung. Penetapan dilakukan melalui Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-10/M.2.10/Fd.2/12/2025 untuk Erwin dan TAP-11/M.2.10/Fd.2/12/2025 untuk Awang.

3 Juni 2026

Kejari Bandung mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang menggugurkan status tersangka Erwin dan Awang. Kepala Kejari Bandung, Abun Hasbulloh Syambas, menyatakan keduanya kini bebas dan kasus dapat dibuka kembali jika ditemukan bukti baru.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kejaksaan Negeri Bandung menghentikan penyidikan dan menggugurkan status tersangka Wakil Wali Kota Bandung Erwin serta Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang.
  • Who?
    Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga, dan Kepala Kejari Kota Bandung Abun Hasbulloh Syambas yang mengumumkan penghentian penyidikan.
  • Where?
    Pengumuman dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 3 Juni 2026. Status tersangka sebelumnya ditetapkan pada 9 Desember 2025.
  • Why?
    Penyidikan dihentikan karena Kejari menilai proses hukum telah cukup dan tidak ada alasan untuk melanjutkan penetapan tersangka terhadap keduanya saat ini.
  • How?
    Kejari Bandung menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Namun, jaksa menyatakan kasus dapat dibuka kembali bila muncul bukti baru dari masyarakat atau pihak lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Wakil Wali Kota Bandung namanya Pak Erwin dan temannya Pak Awang dulu dibilang salah karena urusan proyek. Tapi sekarang jaksa bilang mereka sudah tidak jadi tersangka lagi, jadi mereka bebas. Jaksa juga bilang kalau nanti ada bukti baru, kasusnya bisa dibuka lagi. Sekarang mereka bisa kerja lagi seperti biasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penghentian penyidikan terhadap Wakil Wali Kota Bandung Erwin dan anggota DPRD Rendiana Awangga menunjukkan komitmen Kejari Bandung menjaga kepastian hukum dengan tetap membuka ruang transparansi. Langkah ini mencerminkan keseimbangan antara perlindungan hak individu dan keterbukaan terhadap bukti baru, sehingga proses penegakan hukum dapat berlangsung secara adil dan akuntabel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Status tersangka kepada Wakil Wali Kota Bandung, Erwin dan Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga dipastikan gugur setelah Kejari Bandung mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang.

Kepala Kejari Kota Bandung, Abun Hasbulloh Syambas mengatakan, keduanya saat ini bebas dan status tersangka yang sebelumnya sempat dinyatakan pada 9 Desember 2025 telah gugur.

"Dengan dihentikannya ini, status tersangka terhadap keduanya adalah gugur. Kalau bekerja dari awal, memang kami tidak mencabut hak-haknya sebagai wakil wali kota maupun anggota dewan," ujar Abun di kantor Kejari Bandung, Rabu (3/6/2026).

Kendati begitu, Abun meminta agar masyarakat atau pihak-pihak yang mengetahui adanya bukti lain dari perkara ini nantinya bisa dilaporkan, dan akan ditindaklanjuti kembali. Dia mengatakan, penghentian ini bukan berarti kasusnya ditutup secara penuh, kejaksaan nantinya bisa membuka kembali jika ada bukti lainnya.

"Jadi mungkin itu, manakala dari kawan-kawan media atau masyarakat ada yang menemukan bukti, kami akan mendalami lagi. SP3 atau penghentian ini bukan harga mati," kata Abun.

"Nanti bisa dibuka kembali. Karena demi kepastian hukum, makanya kami hentikan. Terima kasih atas kehadirannya. Mohon maaf," kata dia.

Sebelumnya, Erwin ditetapkan sesuai dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-10/M.2.10/Fd.2/12/2025 dalam kasus penyalahgunaan wewenang dengan meminta proyek hingga mengatur pemenang tender ke dinas-dinas. Status tersangkanya berlaku pada Selasa, 9 Desember 2025.

Dalam perkara ini tidak hanya Erwin yang ditetapkan sebagai tersangka, melainkan ada orang terdekat dari Wali Kota Bandung, Farhan yaitu Rendiana Awangga alias Awang yang juga merupakan anggota DPRD Kota Bandung dari Partai Nasdem.

Awang ditetapkan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-11/M.2.10/Fd.2/12/2025. Baik Awang dan Erwin diduga telah secara bersama-sama menyalahgunakan kekuasaannya dengan meminta paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa kepada pejabat di lingkungan OPD Kota Bandung.

Selanjutnya, terhadap paket pekerjaan tersebut dilaksanakan dan menguntungkan secara melawan hukum pihak yang terafiliasi oleh yang bersangkutan.

Perbuatan Erwin dan Awang melanggar: Pasal 12 huruf e UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP;

Kemudian, Pasal 15 jo. Pasal 12 huruf e UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editorial Team

Related Article