Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kejahatan di Bandung Makin Marak, Farhan: Pengamanan akan Diperkuat
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Kejahatan jalanan di Bandung meningkat, membuat Pemkot dan kepolisian membentuk Satgas Anti Begal serta memperkuat patroli pada periode Juni hingga September.
  • Wali Kota Farhan mengimbau warga aktif menjalankan siskamling siang dan malam, serta aparat diminta membubarkan kerumunan atau konvoi yang berpotensi ganggu keamanan.
  • Polrestabes Bandung meluncurkan Tim Unit Respon Cepat berisi 30 personel gabungan untuk menekan kejahatan jalanan seperti curas, curat, dan curanmor demi menjaga kondusivitas kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kasus kejahatan di jalan raya semakin marak terjadi di Kota Bandung. Tak hanya pada malam hari, pelaku kejahatan sekarang makin nekat melakukan aksinya pada siang hari.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini Pemkot dan kepolisian sudah membentuk Satgas Anti Begal. Selain itu seluruh perangkat pemerintah termasuk TNI juga sudah diajak bekerjasama demi meminimalisir aksi kejahatan.

"Yang pasti, kita akan melakukan patroli, terutama pada periode Juni, Juli, hingga September karena tingkat kekerasan sedang meningkat. Orang-orang juga mulai semakin nekat, sehingga pengamanan akan kita perkuat," kata Farhan, Senin (8/6/2026).

1. Siskamling siang malam harus dijalankan

Kegiatan siskamling di Kota Badung. Dok/Diskominfo

Pada tingkat kewilayahan, lanjutnya, pengamanan juga harus dimaksimalkan oleh masyarakat yang ada di pemukiman. Aktivitas ronda atau siskamling sudah semestinya diaktifkan kembali baik sian maupun malam hari.

"Kalau siang ada Siskamling Siaga Bencana, maka malam hari ada Siskamling Keamanan Lingkungan. Warga menjaga warga, warga menjaga kota," ujarnya.

2. Bubarkan pemuda yang kumpul tak jelas

ilustrasi teman nongkrong (pexels.com/setengah lima sore)

Dalam patroli yang bakal dilakukan, Forkopimda akan meminta aparat kewilayahan bisa mengedepankan langkah preventif. Misalnya, ketika ada pemuda atau masyarakat berkumpul tidak jelas agar bisa segera dibubarkan.

Kemudian ketika ada konvoi kendaraan bermotor yang berpotensi mengganggu keamanan bisa segera dibubarkan saja.

"Dari pengalaman saya pribadi saat berkeliling Kota Bandung, memang ada yang nekat, seperti menggedor-gedor mobil atau memepet pengendara motor," papar Farhan.

3. Polrestabes Bandung siapkan tim khusus

Polrestabes Bandung Luncurkan Tim URC untuk Jaga Keamanan Warga

Untuk mengurangi potensi kriminalitas, Polrestabes Bandung melaunching Tim Unit Respon Cepat (URC). Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, dibentuknya Tim URC ialah untuk meningkatkan rasa keamanan dan ketertiban masyarakat. Tim ini merupakan gabungan dari tim Prabu, Perintis, dan unit Resmob.

"Jadi kerjanya tim ini nanti akan dioptimalkan dalam rangka pelayanan, lebih kepada pelayanan masyarakat, membuat Kota Bandung ini lebih aman, nyaman, dan kondusif," katanya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (29/5/2026).

Tim URC terdiri dari 30 personel terpilih. Kemampuan yang dimiliki para anggota tim nantinya akan terus dikembangkan agar mampu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Ia bilang, fokus penindakan Tim URC yaitu untuk mengantisipasi kejahatan jalanan seperti Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).

"Ini fokusnya kejahatan jalanan yaitu C3 ya, jadi termasuk Curanmor, Curas, Curat, Curanmor," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article