Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KDM Siapkan Jalur Alternatif Atasi Kemacetan GBLA saat Persib Main

Kota Bandung
2 min read
KDM Siapkan Jalur Alternatif Atasi Kemacetan GBLA saat Persib Main
Foto udara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/7/2020) (ANTARA Foto/Raisan Al Farisi)
  • Pemprov Jabar menyiapkan pembukaan kembali akses tol dari arah Cileunyi untuk mengurai kemacetan penonton Persib di sekitar GBLA, dengan pembahasan bersama Jasa Marga pekan depan.
  • KDM meminta DBMPR memetakan perbaikan akses menuju GBLA, termasuk jalan, penerangan, kebutuhan petugas kebersihan, dan tempat sampah untuk mendukung keamanan serta kenyamanan penonton.
  • Manajemen Persib menyoroti kepadatan penonton dari arah timur yang harus melalui Summarecon; gerbang KM 147 pernah ditutup kembali, sementara KM 149 belum dapat digunakan bus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kemacetan di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, saat Persib Bandung bertanding menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu solusi yang diusulkan adalah membuka kembali akses tol dari arah Cileunyi agar kendaraan penonton tidak menumpuk di kawasan Summarecon Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM mengatakan, Pemprov Jabar akan membahas persoalan akses tersebut bersama PT Jasa Marga. Pertemuan direncanakan berlangsung pekan depan untuk mengkaji kemungkinan pembukaan akses tol.

"Minggu depan kami undang Jasa Marga. Rapatnya di sini saja biar cepat," kata KDM, Rabu (14/10/2026).

  1. 1. DBMPR diminta segera melengkapi fasilitas pendukung menuju GBLA

    IMG_7467.jpeg
    Bobotoh memamerkan koreo bergambar pelatih Persib Bijan Hodak saat laga pekan terakhir Super League 2025/26 di Stadion GBLA. (IDN TImes/Ilyas Mujib)

    KDM meminta jajarannya memetakan titik jalan yang perlu dibenahi. Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Agung Wahyudi, diminta mengidentifikasi lokasi yang menjadi prioritas penanganan agar perjalanan penonton lebih aman dan nyaman.

    "Diskusi sama Agung, titik-titik mana saja yang harus menjadi prioritas penanganan sehingga ketika Persib main, seluruh akses dalam keadaan aman dan nyaman bagi semua," kata KDM.

    Pemprov Jabar juga berencana membantu pembenahan infrastruktur di luar stadion, termasuk penerangan jalan. KDM menyoroti masih adanya ruas jalan di sekitar GBLA yang minim lampu penerangan.

    "Yang di depannya, jalan kotanya, belum ada lampu. Pasang lampu di tengah oleh kita," ujarnya.

  2. 2. Infrastruktur di luar stadion harus dibantu provinsi

    Foto udara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/7/2020) (ANTARA Foto/Raisan Al Farisi)
    Foto udara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/7/2020) (ANTARA Foto/Raisan Al Farisi)

    Selain itu, KDM meminta jajarannya menghitung kebutuhan petugas kebersihan berdasarkan panjang ruas jalan yang harus ditangani. Penempatan tempat sampah di sejumlah titik juga menjadi bagian dari rencana penataan kawasan.

    "Kami membantu infrastruktur di luar stadion yang bukan kewajiban Persib. Kalau infrastruktur di luar, boleh, jalan masuk, lampu, dan sebagainya," kata KDM.

    Sementara, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan sebelumnya menyampaikan kendala akses yang dihadapi penonton, terutama mereka yang datang dari arah timur.

  3. 3. Manajemen Persib minta tol izinkan bus masuk

    Salah satu sudut di GBLA dijadikan tempat balapan merpati. Dok.IDN Times/Istimewa
    Salah satu sudut di GBLA dijadikan tempat balapan merpati. Dok.IDN Times/Istimewa

    Menurut Adhitia, penonton dari arah tersebut harus melewati kawasan Summarecon Bandung. Kondisi ini membuat arus kendaraan berpotensi menumpuk karena belum tersedia akses langsung yang memadai dari arah Tol Cileunyi.

    "Harapannya, karena banyak juga penonton datang dari timur. Saat itu orang dari timur keluarnya di Summarecon, jadinya padat, macet karena enggak ada akses langsung dari arah Tol Cileunyi," ujar Adhitia kepada KDM.

    Adhitia menjelaskan, gerbang tol KM 147 pernah dibuka sekitar dua tahun lalu, tetapi kemudian ditutup kembali. Sementara itu, gerbang tol KM 149 belum bisa digunakan bus.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More