Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kapolri Cek Penyekatan PPKM Darurat Kota Bandung, Bagaimana Hasilnya?

Kapolri Cek Penyekatan PPKM Darurat Kota Bandung, Bagaimana Hasilnya?
Ilustrasi jalan Tol (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Share Article

Bandung, IDN Times - Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih berjalan di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar). Aturan penyekatan kendaraan di Gerbang Tol (GT) dalam kota juga masih dilakukan pihak kepolisian.

Kali ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mengecek posko penyekatan yang terletak di GT Pasteur. Ia mengatakan, mobilitas kendaraan yang melintasi Tol Pasteur berkurang pada pekan pertama PPKM Darurat.

"Secara umum dilaporkan terjadi penurunan terkait mobilitas masyarakat yang melintas dari Pasteur. Di Minggu pertama turun kurang lebih 23 persen, dan di Minggu kedua kurang lebih 20 persen," ujar Listyo, Kamis (15/7/2021).

1. Masyarakat dianggap sudah banyak yang memahami aturan penyekatan PPKM Darurat

Ilustrasi: Petugas kepolisian menghentikan kendaraan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Ilustrasi: Petugas kepolisian menghentikan kendaraan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Berdasarkan pantauannya, sebagian besar masyarakat sudah mengerti aturan pegawai industri esensial dan kritikal yang diizinkan tetap beroperasi selama PPKM Darurat. Oleh karena itu, ia berharap persentase mobilitas bisa mencapai standar nasional.

"Sekali lagi saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah patuh PPKM Darurat di mana angkanya sudah terus berkurang.Ini demi kepentingan kita semua," katanya.

2. Masyarakat diminta untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah

default-image.png
Default Image IDN

Kemudian, Listyo mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sering keluar rumah selama penerapan PPKM Darurat. Hal ini, kata dia, berlaku juga untuk perayaan Idul Adha pada 20 Juli 2021.

"Tentunya beberapa pekan ke depan kita akan menghadapi hari raya Idul Adha, di mana biasanya ada hari-hari yang kemudian digunakan untuk kegiatan berkunjung ataupun datang satu kota."

"Jadi saya harapkan apabila tidak ada kepentingan terkait sektor-sektor yang diatur lebih baik tidak usah pergi," kata Listyo.

3. Saat Idul Adha akan ada penyekatan yang lebih ketat

default-image.png
Default Image IDN

Dalam perayaan Idul Adha, Listyo menyebutkan bahwa akan ada pengetatan aturan di berbagai titik di Indonesia. Sebab, jangan sampai ketika malam Idul Adha justru banyak kerumunan ditemukan.

"Akan ada penyekatan yang lebih ketat. Ini kita juga coba kelola dengan baik sehingga angka bisa kita tekan, namun sektor lain yang memang harus berjalan juga diberikan kesempatan," jelasnya.

4. Semua aturan akan normal kembali selama masyarakat mengikuti aturan PPKM Darurat

Infografis PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021. (IDN Times/Aditya Pratama)
Infografis PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021. (IDN Times/Aditya Pratama)

Listyo menambahkan, aturan akan segera kendur selama masyarakat bisa menaati aturan PPKM Darurat yang sudah diputuskan oleh pemerintah. Ia mengatakan, nantinya masyarakat akan bisa beraktivitas dengan normal.

"Yang kita lakukan pasti membuat masyarakat tidak nyaman, tapi ini semua kita lakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat agar tidak terpapar terkait dengan laju pertumbuhan COVID-19 yang tinggi," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Azzis Zulkhairil
EditorAzzis Zulkhairil

Latest News Jawa Barat

See More

Tak Hanya Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat Kini Menyentuh Lingkungan

05 Jun 2026, 20:12 WIBNews