Ilustrasi pemilu. (IDN Times/Mhd Saifullah)
Bersatunya PDIP dengan PKS pada Pilkada Majalengka, sekaligus menjadi sejarah. Sebelumnya, dua partai tersebut senantiasa berlawanan, yang pada akhirnya calon dari PDIP dinyatakan unggul.
"Ini luar biasa dalam sejarah, PDI Perjuangan dengan PKS bisa bekerja sama. Kalau koalisi di (level) atas ya. Ini kami kan kerja sama ya. Koalisi di atas, urusan orangtua kami, para DPP. Artinya ya kami biasa-biasa saja. Tidak aneh adanya kerja sama antara PDI Perjuangan dengan PKS," kata dia
Dalam hal basis, Karna menilai PKS memiliki militansi yang tinggi. Hal tersebut dinilai menjadi nilai plus bagi pasangan tersebut untuk menghadapi Pilkada mendatang.
"PDI Perjuangan dan PKS masing-masing memiliki segmen tersendiri. militansi juga tersendiri. Kali ini disatukan dua kekuatan ini. Ini yang bikin sangat optimistis," kata dia.
"Dua kekuatan yang berbeda. Selama 15 tahun saya jadi wakil bupati dan bupati, beda terus dengan PKS. Tapi sekarang akhirnya harus saling mendukung. Dua kekuatan militan akan menyatu dalam Pilkada. Menyatu dua kekuatan, insyaallah menang dengan mudah. Kami lebih siap. Besok daftar juga, ayok," ujar Karna.