Jelang Mudik Lebaran, 196 Kilometer Jalan Provinsi Jabar Masih Rusak

- Pemprov Jawa Barat menyiapkan infrastruktur jelang mudik Lebaran 2026, namun masih ada sekitar 196 kilometer jalan provinsi yang rusak dan belum masuk kategori mantap.
- Kerusakan tersebar di titik krusial seperti Parung Panjang, Cikadu, dan Jampang Tengah dengan kondisi retak, bergelombang, hingga berlubang yang berpotensi membahayakan pengendara.
- DBMPR Jabar menyiagakan Tim Unit Reaksi Cepat untuk memperbaiki lubang secara cepat serta menargetkan perbaikan tambahan sepanjang sekitar 166 kilometer pada tahun 2026.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempersiapkan semua kebutuhan Infrastruktur untuk menghadapi mudik lebaran 2026. Beberapa pekerja dipastikan masih belum maksimal, salah satunya yaitu pemantapan jalan yang sampai saat ini masih ada ratusan kilometer belum diperbaiki.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, tingkat kemantapan jalan provinsi per Desember 2025 berada di angka 91,68 persen. Dari total panjang jalan provinsi, sepanjang 2.165,7 kilometer berada dalam kondisi baik, sementara 196,483 kilometer sisanya masuk kategori tidak mantap atau rusak.
1. Jalan belum dalam kondisi baik akan digenjot perbaikannya

Kepala DBMPR Jawa Barat, Agung Wahyudi mengakui belum semua jalan milik provinsi dalam kondisi baik. Namun, dia memastikan nantinya perbaikan akan dikebut agar saat arus mudik tiba, jalan sudah nyaman untuk dilalui pemudik.
"Kondisi kemantapan jalan provinsi Desember 2025 adalah 91,68 persen dengan kondisi mantap sepanjang 2.165,7 km dan yang tidak mantap 196,483 km," ujar Agung dikutip Sabtu (28/2/2026).
2. Pemprov Jabar sudah siapkan tim URC tangani lubang jalan

Adapun ratusan kilometer jalan yang belum mantap itu tersebar di sejumlah titik krusial, beberapa di antaranya ada di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Cikadu di Kabupaten Cianjur, serta Jampang Tengah di Kabupaten Sukabumi.
Kerusakan di titik-titik tersebut bervariasi, mulai dari retak memanjang, gelombang aspal, hingga lubang yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis pada musim mudik.
"Terkait adanya potensi lubang pada ruas jalan provinsi akibat beban kendaraan dan cuaca, DBMPR Provinsi Jawa Barat sudah mempersiapkan Tim URC yang setiap saat bisa menutup dan melakukan penambalan lubang tersebut," kata Agung.
3. Pada tahun ini ditargetkan jalan belum baik bisa terselesaikan

Lebih lanjut, Agung mengatakan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) disiagakan untuk merespons cepat laporan kerusakan, terutama lubang jalan yang muncul mendadak. Skema ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik.
Sepanjang 2025, DBMPR telah merealisasikan perbaikan jalan provinsi sepanjang kurang lebih 478,885 kilometer. Angka ini menjadi bagian dari upaya bertahap meningkatkan kemantapan jaringan jalan di Jawa Barat.
"Untuk penanganan di tahun 2026, ditargetkan untuk dilakukan perbaikan sepanjang kurang lebih 166,752 kilometer," katanya.


















