Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi longsor (vecteezy.com/Montian Noowong)
  • Hujan berintensitas tinggi memicu longsor di Kampung Datardangdeur, Sukabumi, pada 1 November 2026, hingga TPT Saluran Irigasi Leuwibunder ambrol sepanjang 11 meter dan setinggi 3 meter.
  • Kerusakan saluran irigasi mengancam pasokan air bagi sekitar 20 hektare sawah di dua desa serta kebutuhan harian warga yang memanfaatkan aliran tersebut.
  • BPBD bersama unsur desa, aparat, relawan, dan warga melakukan asesmen serta kerja bakti; perbaikan darurat membutuhkan bronjong, batu belah, pipa pralon, dan karung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di Kecamatan Gegerbitung. Peristiwa tersebut menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) saluran irigasi ambrol hingga mengancam pasokan air untuk puluhan hektare lahan pertanian warga.

Kejadian longsor itu tepatnya terjadi di Kampung Datardangdeur, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (1/11/2026) malam. Relawan dan warga setempat pun melakukan kerja bakti untuk membersihkan material pada Senin, (2/11/2026).

1. Hujan ekstrem picu TPT irigasi ambrol belasan meter

Ilustrasi longsor (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, curah hujan yang tinggi membuat debit air di saluran irigasi melonjak drastis hingga menggerus dinding penahan tanah. Akibatnya, TPT Saluran Irigasi Leuwibunder ambrol sepanjang sebelas meter dengan ketinggian mencapai 3 meter.

"Bencana longsor ini dipicu oleh cuaca ekstrem, yaitu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak sore hingga malam hari. Tingginya debit air membuat TPT Saluran Irigasi Leuwibunder longsor sepanjang sebelas meter dan tinggi 3 meter," ujar Daeng, Senin (2/11/2026).

2. Puluhan hektare sawah di dua desa terancam

ilustrasi longsor (IDN Times/Istimewa)

Ambrolnya TPT tersebut membawa dampak serius bagi kelangsungan aktivitas pertanian dan kebutuhan harian masyarakat setempat. Saluran Irigasi Leuwibunder merupakan sarana vital yang mengairi kurang lebih 20 hektare lahan pesawahan yang tersebar di dua desa.

Selain pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian, saluran irigasi ini juga dimanfaatkan warga sekitar untuk aktivitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Saluran irigasi yang terdampak ini sangat vital karena mengairi sekitar 20 hektare lahan pesawahan dan melayani kebutuhan warga di dua desa. Jika tidak segera tertangani, tentu mengganggu pasokan air untuk pertanian warga," tutur Daeng Sutisna.

3. Petugas gabungan diterjunkan, warga lakukan kerja bakti

Ilustrasi longsor (Dok. IDN Times/BPBD Klungkung)

Menerima laporan kejadian dari Kepala Dusun Cipariuk dan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi langsung bergerak melakukan penanganan dan asesmen awal di lokasi kejadian.

Penanganan di lapangan dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan, hingga warga setempat.

"Tim Pusdalops sudah berkoordinasi dengan perangkat desa, Tagana, TNI, Polri, dan relawan untuk melakukan asesmen di lokasi. Saat ini warga bersama petugas gabungan tengah melakukan kerja bakti di lokasi TPT yang ambrol," kata Daeng.

4. Kebutuhan mendesak di lokasi bencana longsor

ilustrasi longsor (youtube.com/Voice of America)

Meskipun penanganan darurat melalui kerja bakti telah berjalan, BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sejumlah kebutuhan material mendesak untuk mempercepat perbaikan fisik TPT dan mengamankan alir pasokan air.

Sejumlah material yang dibutuhkan antara lain bronjong, batu belah, pipa pralon, serta karung untuk menahan pergerakan tanah susulan. Sementara itu, total nilai kerugian materiil akibat peristiwa ini masih dalam tahap kajian.

"Untuk kebutuhan mendesak saat ini kami memerlukan bronjong, batu belah, pipa pralon, dan karung guna perbaikan darurat. Untuk total nilai kerugian akibat bencana ini masih dalam kajian tim di lapangan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article