Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi penjual tepung tapioka/aci di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Harga tepung tapioka di Jawa Barat naik hampir 30 persen menjadi Rp16.000–Rp18.000 per kilogram, menekan pelaku UMKM kuliner seperti pedagang cilok dan cireng.

  • Produksi singkong menurun akibat cuaca ekstrem dan belum meratanya panen raya, sementara harga singkong petani naik dari sekitar Rp700 menjadi Rp3.000 per kilogram.

  • Pemprov Jabar memantau harga, pasokan, dan distribusi untuk mencegah penimbunan; pedagang melaporkan kenaikan harga aci, makanan olahan, serta penurunan fokus pembeli.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
beberapa pekan kemarin

Cuaca ekstrem mulai mengganggu masa panen singkong di berbagai daerah dan menurunkan produksi bahan baku tepung tapioka.

28 Oktober 2026

Data Kementerian Pertanian mencatat harga singkong petani meningkat dari sekitar Rp700 menjadi sekitar Rp3.000 per kilogram.

2 November 2026

Pedagang di Pasar Balubur Town Square melaporkan harga aci naik dari sekitar Rp280 ribu menjadi lebih dari Rp400 ribu per karung 25 kilogram. Harga eceran meningkat dari Rp14 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.

4 November 2026

DKPP Jawa Barat menyatakan harga tepung tapioka naik hampir 30 persen menjadi Rp16.000-Rp18.000 per kilogram dan membebani UMKM kuliner. Pemprov Jabar akan memantau harga, mengamankan pasokan, dan mengawasi distribusi.

kini

Pedagang Pasar Kosambi menjual tepung tapioka hingga Rp19.000 per kilogram. Kenaikan biaya bahan baku turut menaikkan harga sejumlah makanan olahan aci.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga tepung tapioka atau aci di Jawa Barat naik hampir 30 persen, dari Rp10.000–Rp14.000 menjadi Rp16.000–Rp18.000 per kilogram, sehingga meningkatkan biaya UMKM kuliner dan pedagang makanan olahan.
  • Who?
    DKPP Jawa Barat, Kepala DKPP Linda Al Amin, petani singkong, pabrik tapioka, pedagang Pasar Kosambi Sutiana, serta pedagang makanan ringan Wasitah terdampak atau terlibat dalam pemantauan kondisi ini.
  • Where?
    Kenaikan terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dampaknya terpantau antara lain di Pasar Kosambi dan Pasar Balubur Town Square, Kota Bandung.
  • When?
    Kondisi kenaikan dilaporkan pada awal November 2026. Linda Al Amin dikonfirmasi pada Rabu, 4 November 2026, sementara harga singkong petani tercatat meningkat berdasarkan data 28 Oktober 2026.
  • Why?
    Produksi singkong menurun akibat cuaca ekstrem, belum semua daerah memasuki panen raya, serta musim kemarau yang mengurangi ketersediaan bahan baku. Pabrik tapioka kesulitan memperoleh singkong dalam jumlah cukup.
  • How?
    Pemprov Jawa Barat akan memantau harga dari produsen hingga pasar, mengamankan pasokan pabrik dan distributor, serta mengawasi distribusi untuk mencegah penimbunan dan permainan harga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga tepung aci di Jawa Barat naik sampai 30 persen. Sekarang harganya bisa Rp16.000 sampai Rp18.000 sekilo. Singkong lebih sedikit karena cuaca buruk dan belum banyak panen. Pedagang cilok, cireng, dan kerupuk jadi susah karena bahan mahal. Pemerintah Jawa Barat sedang melihat harga dan menjaga stok tepung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan harga, perhatian pemerintah terhadap rantai pasok memberi ruang bagi perlindungan yang lebih terarah. Pemantauan harga dari produsen hingga pasar, pengamanan stok, serta pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan menunjukkan respons yang menjaga kebutuhan industri sekaligus mendukung penyerapan singkong petani dalam negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kenaikan harga tepung tapioka atau aci sangat berdampak langsung terhadap pelaku UMKM di Jawa Barat. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, menyatakan kenaikan ini terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota.

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin mengatakan, berdasarkan informasi dan laporan yang didapatkan di sejumlah pasar wilayah Jabar, kenaikan harga tepung tapioka mencapai 30 persen dari harga normalnya.

"Lonjakan harga tepung aci yang saat ini menembus Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram atau naik hampir 30 persen dari semula Rp10.000–Rp14.000 per kilogram sangat disoroti karena membebani UMKM kuliner lokal (pedagang cilok, cireng, dan sejenisnya)," kata Linda saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

1. Panen singkong terdampak cuaca ekstrem

Ilustrasi penjual tepung tapioka/aci di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Menurutnya, ada beberapa faktor pemicu molanjaknya harga tepung tapioka tersebut. Salah satunya produksi panen dari petani singkong yang mengalami penurunan karena terdampak cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem yang sudah terjadi sejak beberapa pekan kemarin, kata Linda, membuat masa panen singkong berbuah di setiap daerah. Akibatnya, produksi tepung mengalami penurunan.

"Faktor utamanya adalah merosotnya produksi singkong bahan baku dikarenakan belum semua daerah memasuki masa panen raya, musim kemarau berpotensi mengurangi ketersediaan bahan baku singkong yang menyebabkan kondisi pabrik tapioka kesulitan mendapatkan singkong dalam jumlah cukup," kata dia.

2. Pemprov Jabar lakukan pemantauan harga

Ilustrasi penjual kerupuk di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Mengacu dari data Kementerian Pertanian pada 28 Oktober 2026, harga singkong petani yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram telah meningkat menjadi sekitar Rp3.000 per kilogram. Linda mengatakan, pemerintah saat ini memperketat impor untuk menjaga ketersediaan.

"Kenaikan harga singkong tersebut dapat meningkatkan biaya produksi tepung tapioka, sehingga pemerintah memperketat impor singkong dan tepung tapioka untuk melindungi petani lokal," tuturnya.

Kendati begitu, Linda menilai, kebijakan itu memang baik untuk meningkatkan penyerapan singkong petani dalam negeri, namu perlu diimbangi dengan kecukupan produksi dan kelancaran distribusi agar kebutuhan industri tetap terpenuhi.

"Pemprov Jabar akan melakukan pemantauan harga singkong dan tapioka dari produsen sampai pasar, kemudian pengamanan pasokanuntuk memastikan stok pabrik dan distributor tersedia, dan pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan dan permainan harga," kata Linda.

3. Pedagang dan pelaku UMKM menjerit

Ilustrasi UMKM (ANTARA FOTO/Fauzan)

Pedagang tepung tapioka di Pasar Kosambi, Kota Bandung membenarkan soal kenaikan harga tersebut. Salah satu pedagang, Sutiana (60 tahun) mengatakan, harga jual tepung tapioka sudah mencapai Rp19.000 per kilogram. Dia menduga hal ini akibat banyak petani singkong gagal panen.

"Kayaknya akibat gagal panen, atau produksinya sedikit gitu (penyebab naiknya tepung tapioka)," katanya saat ditemui di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu, (4/11/2026).

Sutisna mengungkapkan, kondisi tersebut telah berdampak terhadap permintaan konsumen. Hal ini juga berdampak langsung terhadap harga kerupuk di mana peningkatnya mencapai 100 persen.

"Permintaan mah ada, cuman harganya naik, yang beli juga enggak fokus gitu. Kaya yang bikin kerupuk, malah sekarang naiknya Rp20.000 per bal, naiknya 100 persen," ungkapnya.

Setali tiga uang, Wasitah (57 tahun), pedagang aneka makanan ringan di Pasar Balubur Town Square, Kota Bandung merasakan langsung dampak kenaikan harga makanan ringan akibat melonjaknya harga aci.

Harga aci yang sebelumnya dibeli sekitar Rp280 ribu per karung dengan berat 25 kilogram, kini melonjak menjadi Rp400 ribu lebih. Sementara itu, harga jual eceran per kilogram yang semula Rp14 ribu kini mencapai Rp18 ribu.

"Biasanya itu cuma Rp280 ribu lebih, sekarang sudah Rp400 ribu lebih harganya. Bulan-bulan ini saja naiknya. Satu kilo aci biasanya jual Rp14 ribu, sekarang jadi Rp18 ribu," ujar Wasitah, Senin (2/11/2026).

"Kenaikan pertama kalau enggak salah mendekati Rp10 ribu. Berikutnya naik lagi, malah lebih dari Rp10 ribu. Sekarang totalnya sampai meledak begini harga aci," katanya.

Mahalnya bahan baku tersebut berimbas terhadap harga sejumlah makanan olahan aci. Harga cipuk dari pemasok, misalnya, naik dari Rp8.000 menjadi Rp9.500.

Kenaikan serupa terjadi pada otak-otak. Untuk ukuran kecil, harga dari pemasok kini mencapai Rp5.000 dan dijual kembali Rp5.500. Adapun ukuran besar dibeli Rp6.000 dan dipasarkan Rp6.500.

Tekanan biaya pembelian juga dirasakan pada komoditas lain. Harga makaroni meningkat dari Rp198 ribu menjadi Rp210 ribu per bal. Meski demikian, harga basreng dan kerupuk sejauh ini masih bertahan.

"Jadi yang tadinya seporsi sekian, sekarang ditambahin harga atau dikurangin sedikit. Takut yang beli pada komplain kemahalan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article