Bandung, IDN Times - Di kaki perbukitan Bungbulang, Garut, Jawa Barat, Susanti merintis usaha gula aren yang diberi nama Gasebu, singkatan dari Gula Semut Bungbulang. Usaha tersebut telah ia jalankan sejak 2015, ketika produk yang dihasilkan masih dipasarkan tanpa identitas merek.
Seiring waktu, Susanti menyadari kualitas produk saja belum cukup untuk membuat usahanya berkembang. Keterbatasan modal, promosi, dan pencatatan usaha menjadi sejumlah kendala yang membuat peluang pasar lebih luas belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Beberapa kesempatan ekspor bahkan sempat tertunda setelah Gasebu mengikuti sejumlah kurasi. Sistem produksi dan pemasaran yang belum siap memenuhi permintaan dalam jumlah besar menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan.
Perubahan mulai terjadi setelah Susanti bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar dengan pinjaman awal Rp4 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli hasil produksi petani aren di sekitar Bungbulang sekaligus mengajak mereka menjadi bagian dari kelompok usaha yang dibinanya.
