Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gerakan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya Dorong Adanya Perda Ekraf
Dok. Istimewa
  • DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya mendorong Perda ekonomi kreatif sebagai payung hukum dan siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk membangun ekosistem yang lebih baik.
  • Setelah mengukuhkan 38 pengurus, Gekrafs menyiapkan kolaborasi hukum, business matching, dan festival untuk melindungi pelaku usaha, memperkuat branding, serta menarik kunjungan ke Tasikmalaya.
  • Gekrafs akan mendata dan mengakomodasi pelaku dari 21 subsektor ekonomi kreatif; data dinas mencatat sekitar 1.850 pelaku, meski jumlah itu belum sepenuhnya menggambarkan kondisi lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
5 September 2026

DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya dilantik dan mendorong pembentukan Perda ekonomi kreatif sebagai payung hukum bagi pelaku ekonomi kreatif.

24 Oktober mendatang

Gekrafs Kota Tasikmalaya akan terlibat dalam peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya mendorong pembentukan Perda ekonomi kreatif sebagai payung hukum bagi pelaku ekonomi kreatif, serta menyiapkan program perlindungan hukum, business matching, dan festival.
  • Who?
    DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya yang dipimpin Deden Khairul, 38 pengurus yang dikukuhkan, calon anggota, sukarelawan, pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan.
  • Where?
    Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan sasaran pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor yang menjalankan usaha di wilayah tersebut.
  • When?
    Dorongan Perda disampaikan setelah pelantikan pengurus DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya, dikutip pada Sabtu, 5 September 2026. Gekrafs juga akan terlibat dalam Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober mendatang.
  • Why?
    Perda dinilai diperlukan untuk memberi kepastian dan perlindungan hukum, membangun ekosistem ekonomi kreatif, memperluas pasar, serta mendukung pengembangan usaha kreatif di Kota Tasikmalaya.
  • How?
    Gekrafs akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan hukum, mengadakan business matching dan festival, melakukan pendataan pelaku, memperkuat branding, serta membangun kerja sama antara usaha, pemerintah, komunitas, dan pihak lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gekrafs di Kota Tasikmalaya ingin ada aturan daerah untuk membantu orang yang membuat usaha kreatif, seperti makanan, baju, musik, dan film. Ketua mereka, Deden Khairul, bilang 38 pengurus sudah dilantik. Sekarang mereka menyiapkan bantuan hukum, pertemuan usaha, dan festival supaya lebih banyak orang tahu Tasikmalaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dorongan pembentukan Perda ekonomi kreatif mencerminkan upaya terarah untuk memberi pelaku kreatif Tasikmalaya kepastian dan ruang berkembang. Dengan 38 pengurus, lebih dari 100 calon anggota, serta program perlindungan hukum, business matching, dan festival, Gekrafs menghadirkan wadah kolaborasi yang dapat memperluas akses pasar bagi beragam potensi lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tasikmalaya, IDN Times - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Tasikmalaya mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang ekonomi kreatif. Regulasi itu dinilai penting sebagai payung hukum pelaku ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya.

"Harapannya, kami bisa membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya lebih baik lagi. Tentunya kami siap menjadi mitra strategis pemerintah," ujar Ketua DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya Deden Khairul setelah dilantik, dikutip Sabtu (5/9/2026).

"Kami akan terus mendorong agar Perda ekonomi kreatif bisa hadir di Kota Tasikmalaya sebagai payung hukum bagi para pelaku ekonomi kreatif," kata Deden.

1. Pelaku industri kreatif harus nyaman dan terlindungi

ilustrasi industri kreatif (unsplash.com/ Matthieu Comoy)

Dalam pelantikan, ada sebanyak 38 pengurus DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya yang telah resmi dikukuhkan. Sementara itu, lebih dari seratus calon anggota telah mendaftarkan diri. Sebanyak 35 sukarelawan juga terlibat dalam kepanitiaan pelantikan.

Deden mengatakan, Gekrafs Kota Tasikmalaya telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat perlindungan sekaligus mendorong pengembangan pelaku ekonomi kreatif.

Program pertama menyasar aspek hukum. Gekrafs akan mendorong kolaborasi dengan pemangku kepentingan di bidang hukum agar pelaku ekonomi kreatif memperoleh pemahaman dan perlindungan hukum dalam menjalankan usahanya.

"Kami ingin para pelaku ekonomi kreatif merasa nyaman dan terlindungi secara hukum dalam menjalankan usahanya," katanya.

2. Berharap banyak wisatawan datang ke Tasikmalaya

ilustrasi industri kreatif (unsplash.com/ Bench Accounting)

Program berikutnya berupa business matching untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif naik kelas. Menurut Deden, Kota Tasikmalaya memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan dan dipasarkan lebih luas melalui penguatan merek (branding) serta pertemuan bisnis.

Selain itu, Gekrafs akan menggelar festival sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kota Tasikmalaya kepada masyarakat luas. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Target kami nasional dan internasional. Mudah-mudahan semakin banyak orang berkunjung ke Tasikmalaya sehingga perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya semakin meningkat," kata Deden.

3. Berupaya mengakomodir 21 subsektor ekonomi kreatif

Ilustrasi industri kreatif (unsplash.com/Tyler casey)

Gekrafs Kota Tasikmalaya juga akan terlibat dalam berbagai momentum yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, termasuk peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober mendatang.

Terkait jumlah pelaku ekonomi kreatif, Deden mengatakan mereka masih melakukan pendataan. Berdasarkan data dari dinas terkait, terdapat sekitar 1.850 pelaku ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya.

Namun, angka tersebut dinilai belum sepenuhnya menggambarkan jumlah pelaku ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai subsektor.

Gekrafs menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif, di antaranya kuliner, fesyen, kriya, musik, film, fotografi, dan pengembangan permainan.

Deden mengatakan, Gekrafs Kota Tasikmalaya akan berupaya mengakomodasi pelaku ekonomi kreatif dari berbagai kelompok usia sekaligus membangun kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian Kota Tasikmalaya, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku kreatif lokal," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article