Bandung, IDN Times - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap pemerintah kembali melanjutkan insentif untuk kendaraan listrik. Kebijakan ini dinilai penting untuk mendongkrak penjualan mobil listrik sekaligus mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
Ketua I Gaikondo Jongkie Sugiarto mengatakan, insentif kendaraan listrik sebelumnya berakhir pada akhir 2025. Saat ini industri otomotif masih menunggu kepastian lanjutan kebijakan tersebut dari pemerintah.
“Ini jadi kurang baik karena ditunda, jadi ada harapan diberlakukannya kapan,” ujar Jongkie dalam peresmian dealer baru Jaecoo di Bandung, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, insentif masih diperlukan karena harga kendaraan listrik di Indonesia masih cukup tinggi. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti charging station juga belum merata.
Jongkie menilai kebijakan kendaraan listrik sejalan dengan target pemerintah untuk menekan penggunaan BBM dan mengurangi polusi udara sesuai komitmen Paris Agreement.
