Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gaikindo Harap Insentif Mobil Listrik Dilanjut, Bisa Dongkrak Penjualan
Gaikindo Masih Berharap Insentif Mobil Listrik Dilanjut karena Bisa Kerek Penjualan . IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Gaikindo berharap pemerintah melanjutkan insentif kendaraan listrik agar penjualan meningkat dan transisi energi bersih di Indonesia berjalan lebih cepat.
  • Penjualan mobil nasional hingga Mei 2026 naik 12,8 persen menjadi 359.015 unit, namun masih belum mencapai target industri otomotif.
  • Jaecoo memperluas jaringan dealer dan menawarkan garansi delapan tahun untuk menarik minat konsumen di segmen premium SUV listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap pemerintah kembali melanjutkan insentif untuk kendaraan listrik. Kebijakan ini dinilai penting untuk mendongkrak penjualan mobil listrik sekaligus mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.

Ketua I Gaikondo Jongkie Sugiarto mengatakan, insentif kendaraan listrik sebelumnya berakhir pada akhir 2025. Saat ini industri otomotif masih menunggu kepastian lanjutan kebijakan tersebut dari pemerintah.

“Ini jadi kurang baik karena ditunda, jadi ada harapan diberlakukannya kapan,” ujar Jongkie dalam peresmian dealer baru Jaecoo di Bandung, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, insentif masih diperlukan karena harga kendaraan listrik di Indonesia masih cukup tinggi. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti charging station juga belum merata.

Jongkie menilai kebijakan kendaraan listrik sejalan dengan target pemerintah untuk menekan penggunaan BBM dan mengurangi polusi udara sesuai komitmen Paris Agreement.

1. Penjualan otomotif masih di bawah target

Jaecoo J5 EV laris manis di Indonesia (Dok. Jaecoo)

Jongkie menjelaskan, penjualan kendaraan nasional hingga Mei 2026 mencapai 359.015 unit. Secara year on year terdapat kenaikan sekitar 12,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, angka tersebut masih belum sesuai harapan industri otomotif nasional. “Target kami sebenarnya bisa mencapai 100 ribu unit per bulan karena sebelumnya pernah menyentuh 90 ribu unit,” katanya.

Dia menyebut, penjualan sempat melambat karena periode Lebaran membuat aktivitas dealer berkurang hampir dua minggu.

2. Minat pada kendaraan listrik meningkat

Jaecoo di IIMS Surabaya 2026 (Jaecoo Indonesia)

Sementara itu, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Dia menyebut mobil listrik kini semakin diminati masyarakat. Jaecoo sendiri fokus mengembangkan segmen premium SUV melalui sejumlah produk

“Kami target membuka 18 dealer sampai akhir tahun ini,” ujar dia.

Jim Ma mengatakan Bandung menjadi salah satu pasar potensial untuk kendaraan premium SUV. Dengan beberapa dealer yang Jaecoo saat ini penjualan disebut sudah mencapai sekitar 200 hingga 250 unit.

Perusahaan optimistis angka itu masih bisa meningkat. “Kalau dealer ketiga berjalan maksimal, penjualan bisa mencapai 300 unit,” katanya.

3. Berbagai promo ditawarkan

peresmian dealer baru Jaecoo di Bandung, Selasa (9/6/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Untuk menarik minat konsumen, Jaecoo juga menyiapkan program purnajual bagi pelanggan kendaraan mereka. Salah satunya melalui garansi kendaraan hingga delapan tahun.

Jim Ma mengatakan layanan servis juga menjadi perhatian perusahaan untuk menjaga kenyamanan konsumen setelah membeli kendaraan.

Selain itu, Jaecoo juga menghadirkan beberapa model berbeda pada lini J7 dan J8 untuk menyesuaikan kebutuhan pasar Indonesia.

“Untuk aftersales ada garansi delapan tahun dan layanan servis tergantung produk apa yang dibeli,” ujar dia.

Editorial Team

Related Article