Bandung, IDN Times - Perang diskon yang selama bertahun-tahun mewarnai industri e-commerce Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Jika sebelumnya harga murah menjadi faktor utama dalam keputusan berbelanja, kini konsumen semakin mempertimbangkan aspek lain seperti kepercayaan, kemudahan layanan, hingga pengalaman berbelanja yang lebih nyaman.
Perubahan tersebut terjadi seiring semakin tingginya penetrasi internet di Indonesia. Survei Penetrasi Internet APJII 2026 mencatat jumlah pengguna internet nasional telah mencapai 235 juta orang atau sekitar 81 persen dari total populasi.
Besarnya jumlah pengguna digital membuat pasar e-commerce semakin matang. Konsumen tidak lagi sekadar mencari promo terbesar, tetapi juga menginginkan pengalaman berbelanja yang konsisten, baik di platform digital maupun toko fisik.
