Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
E-Commerce Indonesia Masuk Babak Baru, Diskon Tak Lagi Jadi Pilihan
Dok.Istimewa
  • Konsumen e-commerce Indonesia kini lebih mengutamakan kepercayaan, keaslian produk, garansi, pengembalian barang, dan layanan purnajual dibanding sekadar diskon besar.
  • Penetrasi internet mencapai 235 juta pengguna atau 81 persen populasi pada 2026, mendorong pasar e-commerce lebih matang dan menuntut pengalaman belanja yang konsisten.
  • Pelaku e-commerce mengembangkan omnichannel; Blibli menambah 36 toko pada semester pertama 2026 serta didukung 15 gudang dan 19 distribution hub untuk menghubungkan layanan online-offline.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang-orang di Indonesia sekarang tidak cuma cari diskon saat belanja di internet. Mereka juga mau barang asli, mudah dikembalikan, dan pengiriman yang baik. Budi Primawan bilang toko internet harus membuat pembeli percaya. Blibli juga menambah toko biasa supaya orang bisa pesan di aplikasi lalu ambil barang di toko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perubahan e-commerce Indonesia memberi ruang bagi pengalaman belanja yang lebih tepercaya dan fleksibel. Saat konsumen menilai keaslian produk, garansi, pengembalian barang, serta layanan purnajual, pelaku industri terdorong memperbaiki kualitas transaksi. Integrasi kanal digital dan fisik juga memperluas pilihan pelanggan untuk berinteraksi dan menerima barang sesuai kebutuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Perang diskon yang selama bertahun-tahun mewarnai industri e-commerce Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Jika sebelumnya harga murah menjadi faktor utama dalam keputusan berbelanja, kini konsumen semakin mempertimbangkan aspek lain seperti kepercayaan, kemudahan layanan, hingga pengalaman berbelanja yang lebih nyaman.

Perubahan tersebut terjadi seiring semakin tingginya penetrasi internet di Indonesia. Survei Penetrasi Internet APJII 2026 mencatat jumlah pengguna internet nasional telah mencapai 235 juta orang atau sekitar 81 persen dari total populasi.

Besarnya jumlah pengguna digital membuat pasar e-commerce semakin matang. Konsumen tidak lagi sekadar mencari promo terbesar, tetapi juga menginginkan pengalaman berbelanja yang konsisten, baik di platform digital maupun toko fisik.

1. Kepercayaan jadi faktor utama dalam keputusan belanja

Platform e-commerce (sumber gambar dari pinterest kemudian saya satukan)

Di tengah banyaknya pilihan platform digital, konsumen kini semakin selektif sebelum melakukan transaksi.

Faktor seperti keaslian produk, jaminan garansi, kemudahan pengembalian barang, hingga layanan purnajual menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pilihan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, menilai perubahan perilaku tersebut mendorong industri untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Hal ini menjadi dorongan agar platform e-commerce terus meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan kepercayaan konsumen, baik dari sisi pembayaran, pengiriman, maupun perlindungan transaksi,” ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan pelanggan menjadi modal penting untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

2. Omnichannel jadi strategi baru pelaku e-commerce

ilustrasi e-commerce (pexels.com/AS Photography)

Seiring berubahnya ekspektasi pelanggan, pelaku industri mulai mengembangkan pendekatan omnichannel atau integrasi antara kanal digital dan fisik.

Melalui konsep ini, pelanggan dapat mencari informasi produk secara online, melakukan transaksi melalui aplikasi, kemudian mengambil barang langsung di toko melalui layanan seperti Click & Collect.

CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto mengatakan, pendekatan omnichannel menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat efektivitas operasional sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.

“Dengan berfokus pada pendekatan omnichannel yang terintegrasi serta didukung pengembangan inovasi teknologi yang berkelanjutan, Perseroan berhasil meningkatkan skala dan memperkuat efektivitas operasional usaha,” ujarnya.

Menurut Kusumo, integrasi berbagai kanal memungkinkan pelanggan memperoleh pengalaman yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan mereka.

3. Toko fisik tetap tumbuh di era digital

ilustrasi e-commerce (Pixabay.com)

Meski transaksi digital terus meningkat, keberadaan toko fisik masih dianggap penting sebagai bagian dari strategi omnichannel.

Sepanjang semester pertama 2026, Blibli menambah 36 toko baru. Hingga akhir Juni 2026, perusahaan tersebut mengoperasikan 326 toko elektronik konsumen, 60 gerai Ranch Market, serta 38 pusat pengalaman home and living Dekoruma.

Ekspansi tersebut dilakukan untuk memperluas titik interaksi dengan pelanggan dan memperkuat koneksi antara pengalaman belanja online dan offline.

Di sisi logistik, perusahaan juga didukung oleh 15 gudang dengan luas sekitar 200 ribu meter persegi dan 19 distribution hub yang memungkinkan layanan pengiriman cepat di lebih dari 40 kota.

Perubahan perilaku konsumen ini menunjukkan bahwa industri perdagangan digital Indonesia telah memasuki fase yang lebih matang. Keberhasilan platform tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya promo yang ditawarkan, tetapi juga kemampuan membangun kepercayaan, menghadirkan kemudahan di setiap interaksi, dan menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, pengalaman pelanggan kini menjadi mata uang baru dalam industri e-commerce Indonesia.

Editorial Team

Related Article