Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dedi Mulyadi Tegur Farhan Setelah Dua Anak Harimau Bandung Zoo Mati
Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Dua anak harimau di Bandung Zoo mati akibat virus FPV, memicu perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk turun tangan langsung menangani kondisi kebun binatang tersebut.
  • Dedi menegaskan Pemprov Jabar siap membantu kebutuhan logistik pakan satwa dan hak pegawai, serta melakukan identifikasi jumlah pekerja dan kebutuhan harian hewan di Bandung Zoo.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan proses seleksi pengelola baru segera dilakukan dan evaluasi biosecurity diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sebelum insiden kematian anak harimau

Dedi Mulyadi sempat menawarkan tempat penitipan satwa dari Kebun Binatang Bandung di tempatnya sendiri.

30 Maret 2026

Dua anak harimau berusia delapan bulan di Kebun Binatang Bandung mati akibat terinfeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV).

30 Maret 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan turun tangan menangani persoalan teknis di Bandung Zoo, termasuk logistik pakan dan kesejahteraan pegawai.

hari ini

Dedi berencana meminta data jumlah pegawai dan kebutuhan logistik hewan di Kebun Binatang Bandung untuk identifikasi bantuan yang diperlukan.

akhir April

Wali Kota Bandung Farhan menargetkan penentuan pihak pengelola baru Kebun Binatang Bandung setelah proses seleksi calon mitra selesai.

kini

Pemerintah daerah tengah melakukan evaluasi tata kelola dan biosecurity di Kebun Binatang Bandung agar tidak terjadi lagi kematian satwa akibat penyakit menular.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung mati akibat terinfeksi virus Feline Panleukopenia Virus (FPV), memicu langkah Gubernur Jawa Barat untuk turun tangan menangani kondisi kebun binatang tersebut.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta pihak pengelola dan pegawai Kebun Binatang Bandung terlibat dalam penanganan dan evaluasi situasi ini.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Peristiwa kematian dua anak harimau terjadi menjelang akhir Maret 2026, dengan pernyataan resmi disampaikan pada Senin, 30 Maret 2026.
  • Why?
    Kematian hewan disebabkan infeksi virus FPV. Pemerintah daerah turun tangan karena belum adanya pengelola resmi setelah izin lembaga konservasi sebelumnya dicabut oleh pemerintah pusat.
  • How?
    Pemprov Jabar akan membantu kebutuhan logistik pakan satwa dan kesejahteraan pegawai, sementara Pemkot Bandung menyiapkan seleksi calon pengelola baru serta memperketat biosecurity di area kebun binatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung mati karena virus jahat. Gubernur Dedi mau bantu supaya hewan lain gak sakit dan punya makanan cukup. Sekarang kebun binatang itu belum punya pengelola, jadi Wali Kota Farhan cari orang baru yang bisa urus tempat itu. Mereka mau jaga hewan biar sehat dan aman terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meski dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung meninggal, langkah cepat Gubernur Dedi Mulyadi dan Wali Kota Farhan menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan satwa. Keterlibatan langsung pemerintah provinsi dalam penyediaan logistik dan evaluasi tata kelola menandakan komitmen bersama untuk memperbaiki kondisi kebun binatang dan melindungi hewan yang tersisa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut memberikan teguran terhadap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan setelah dua anak harimau Bandung Zoo berusia delapan bulan mati terinfeksi virus ganas, Feline Panleukopenia Virus (FPV).

Dedi memastikan akan turun tangan langsung menyelesaikan persoalan-persoalan di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tersebut.

Dedi menyampaikan, Pemprov Jabar selama ini tidak mau ikut campur soal permasalahan Kebun Binatang Bandung karena menjadi kewenangan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

"Saya selama ini tidak mengikuti secara teknis karena kewenangannya kan ada di wali kota. Selama ini saya membatasi untuk tidak terlalu masuk ke wilayah-wilayah yang itu menjadi otoritasnya," kata Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

1. Dedi Mulyadi enggan ada korban lainnya

Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Namun, setelah adanya kematian anak Harimau Benggala, Dedi menjelaskan akan turun tangan menangani teknisnya. Seperti logistik pakan para satwa, karena hal tersebut sangat penting untuk keberlangsungan hidup hewan.

Bandung Zoo sendiri kini belum ada pengelolaanya setelah izin lembaga konservasi sebelumnya dicabut oleh pemerintah pusat. Pemkot Bandung pun terbatas untuk melakukan pengelolaan karena sifatnya sebagai pengawas.

"Kalau seperti ini, ya sudah nanti saya juga akan turun teknis untuk menangani, karena saya tidak mau lagi ada korban berikutnya," ungkapnya.

2. Pemprov Jabar siap tanggung semua biaya pakan dan biaya pegawai

Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurutnya, kondisi Bandung Zoo saat ini jangan sampai membuat hewan terlantar, dan para pegawai yang tetap dipekerjakan setelah pencabutan izin kemarin harus diberikan haknya. Dedi memastikan, Pemprov Jabar siap memenuhi sebuah kebutuhan tersebut.

"Artinya begini, kalau kemudian seluruh hewan itu memerlukan bantuan logistik untuk kebutuhan pangan mereka dan pegawainya yang penting bisa bekerja, kami bersedia. Misalnya, ada beberapa pengurus hewan (keeper) di situ, tetapi tidak ada pendapatan, kami bersedia membantu dalam setiap bulan," katanya.

Jauh sebelum insiden kematian anak harimau terjadi, kata Dedi, pihaknya sempat menawarkan tempat penitipan satwa.

"Saya dulu sampai menawarkan, kalau mau dititipkan di tempat saya, titipkan dulu, deh. Saya bikinkan (kandangnya), saya kasih maka tiap hari dengan baik. Karena memang saya kan penggemar ekologi, jadi sedih juga," katanya

3. Pengelola baru masih belum diputuskan

Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Hari ini, rencananya Dedi akan meminta data perihal jumlah pegawai di Kebun Binatang Bandung. Identifikasi diperlukan untuk mengetahui segala kebutuhan dari destinasi wisata edukatif tersebut.

"Nah, saya hari ini mau minta untuk segera diidentifikasi pegawainya, berapa gajinya dalam setiap bulan, ada berapa orang. Kemudian, kebutuhan dagingnya berapa dalam setiap hari," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Farhan mengatakan, pihaknya segera membahas perihal proses seleksi pihak ketiga atau calon pengelola baru dari Kebun Binatang Bandung.

Proses seleksi segera berlangsung, sampai kemudian di akhir April akan ditentukan pihak pengelola yang baru.

"Besok Senin (hari ini), saya akan mendapatkan laporan lengkap tentang kesiapan kami untuk melakukan seleksi terhadap pihak ketiga yang akan menjadi mitra pengelola pemanfaatan," ucap Farhan.

Farhan melanjutkan, pascakematian Huru dan Hara, pihaknya akan lebih ketat dalam pemeliharaan satwa di Kebun Binatang.

Evaluasi tata kelola Bandung Zoo juga akan dilakukan, agar tidak ada lagi kejadian serupa.

"Seperti yang sudah saya sampaikan, kami akan evaluasi biosecurity, bahwa transfer atau penularan virus, berbagai penyakit, antar hewan ataupun dari hewan ke manusia atau manusia ke hewan akan diperketat," kata dia.

Editorial Team