Dedi Mulyadi Soroti Pemadaman Bergilir PLN: Industri dan UMKM Merugi

- Dedi Mulyadi menyoroti pemadaman bergilir PLN di Jawa Barat yang menyebabkan pabrik gagal produksi dan merugikan sektor industri.
- Ia menegaskan dampak pemadaman terasa bagi masyarakat, UMKM, hingga ekonomi domestik karena pesanan tertunda dan aktivitas terganggu.
- Dedi menyebut warga berhak menggugat PLN atas kerugian, mengingat pelanggan juga wajib memenuhi kewajiban pembayaran listrik tepat waktu.
Bandung, IDN Times - Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jawa Barat sejak satu pekan kemarin oleh PT Perusahaan Listrik Negara turut mengganggu industri makro dan mikro. Banyak para pelaku industri di Jawa Barat mengeluhkan soal adanya pemadaman bergilir tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi sejak beberapa hari kemarin ini membuat banyak pabrik yang mengalami kegagalan dalam produksi. Dia pun meminta agar hal ini bisa segera ditangani dengan baik oleh perusahaan pelat merah tersebut.
"Saya berharap PLN segera menyelesaikan problem ini dengan cepat. Karena pemadaman bergilir itu dari sisi makronya mengganggu sistem industri. Industri itu kalau mati listriknya, maka sepabrik itu seluruh produknya gagal. Dan itu kerugian," kata Dedi, Senin (22/6/2026).
1. Banyak industri yang mengeluh akibat mati listrik

Menurut dia, dampak pemadaman listrik ini akan sangat terasa bagi masyarakat umum dan juga industri baik sekala besar maupun UMKM di Jabar. Ketika produksi terganggu, kata Dedi, maka akan berdampak kepada pesanan dari konsumen.
"Setelah itu nanti pesanan-pesanan barangnya tertunda. Ini berefek cukup berat di tengah-tengah tantangan ekonomi kita yang di globalnya lagi berat," jelasnya.
Dengan begitu, Dedi berharap agar persoalan ini bisa segera ditangani dan nantinya tidak ada lagi pemadaman listrik yang dirasakan langsung masyarakat dan pelaku usaha khususnya di Jawa Barat.
"Semoga segera bisa menangani masalah ini dengan cepat untuk apa, untuk tidak merugikan ekonomi domestik keluarga," katanya.
2. Warga Jabar terdampak langsung

Dedi pun turut memantau ragam komentar dari masyarakat di media sosial soal pemadaman listrik ini, dan ternyata banyak juga yang terdampak seperti tidak bisa bab dan hewan peliharaan yang nominalnya hingga ratusan juta meninggal.
"Misalkan, tadi kan ada yang teriak-teriak uh enggeus teu bisa modol (sudah tidak bisa buang air besar) katanya begitu di media sosial," ucapnya.
"Kemudian, tidak bisa lagi mencetak produk UMKM, apalagi yang punya ikan koi kesayangan. Pokoknya ekonomi mikro dan makro terganggu. Untuk itu segera diselesaikan," kata Dedi.
3. Dedi Mulyadi sebut ada gugatan ke PLN merupakan konsekuensi

Disinggung mengenai ada beberapa warga Jabar yang berencana menggugat PLN atas pemadaman tersebut, Dedi menilai hal tersebut merupakan sebuah konsekuensi, di mana para pelanggan memiliki hak untuk meminta ganti rugi dan lain sebagainya.
"Ya itu hak setiap orang atau konsumen. Karena PLN itu kan BUMN yang berdiri sendiri, yang dia melakukan pengelolaan sendiri. Ya ada timbal balik. Timbal baliknya begini, Bagaimana kalau kita telat bayar, kan kita juga suka digunting (diputus)," tuturnya.

















