Dedi Mulyadi Mundur Jadi Kader Partai, Ini Respons Golkar

Bandung, IDN Times - Kabar kader Partai Golkar dan juga anggota DPR RI Dedi Mulyadi mundur dari keanggotaan ramai diperbincangkan kalangan politikus. Bahkan, informasi ini pun sudah didengar sebagian petinggi partai termasuk Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Penggalangan Pemilihan dan Co-Chair Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), Ridwan Kamil.
"Saya kira berita ada tokoh berpindah partai harus dihormati karena pilihan politik itu adalah hak individu, beliau sedang melakukan exercise (latihan), haknya, jadi kta menghormati saja," kata Emil, Kamis (11/5/2023).
1. Berharap Dedi Mulyadi tidak luntur ke-Indonesia-annya

Kendati demikian, wakil Bappilu Golkar ini beberapa pesan untuk Dedi Mulyadi. Menurutnya, apapun partai Dedi Mulyadi nantinya, harus tetap mencintai Indonesia dan jika tetap di jalur politik bisa tetap sukses.
"Yang penting tidak luntur cinta kepada Indonesia, kepada pelayanan publik, saya doakan beliau sukses lancar di tempat yang barunya," ucapnya.
Disinggung soal dirinya apakah melakukan komunikasi dengan Dedi Mulyadi sebelum mundur dari Partai Golkar, dia menjawab, hal ini tidak terjadi, sebab persoalan ini langsung ke DPP.
"(Komunikasi) gak ada, karena gak ada hubungan, hubungan adalah anggota ke ketua umum," kata dia.
2. Surat pengunduran diri sudah sejak kemarin

Kabar Dedi Mulyadi mengundurkan diri dari Partai Golkar muncul setelah surat ke DPP Partai Golkar muncul. Surat bermaterai itu dikeluarkan tertanggal Rabu (10/5/2023). Adapun surat pengunduran diri ini berisi dua lembar. Inti dari surat itu adah pengunduran diri sebagai kader Partai Golkar dan DPR RI dari Partai Golkar.
Meski begitu, surat ini belum diteken Ketua Umum Parti Golkar, Airlangga Hartarto, dan Sekertaris Jendral Parti Golkar, Letnan Jendral (P) Lodewijk Freidrich Paulus.
3. DPD Partai Golkar Jabar baru mengetahui kabar ini

Ketua Harian DPD Golkar Jabar, Daniel Mutaqien mengatakan, informasi surat pengunduran sudah diterima. Namun, ia masih belum memastikan secara langsung, sebab surat ini baru diketahuinya dari Parti Golkar, Purwakarta.
"Iya dari Sekretaris Purwakarta, beliau yang ditelepon langsung oleh Pak Dedi, Amar Sanusi ketua DPRD Purwakarta," ujar Daniel, Kamis (11/5/2023).
Untuk kebenaran informasi ini, Daniel menjelaskan, Golkar Jabar sedang menelusuri kepastian surat tersebut. Sehingga, ia belum bisa berkomentar terlalu jauh mengenai alasan dan beberapa hal lainnya.
"Kalau betul atau tidaknya kami belum konfirmasi kepada beliau, kami dapat juga dari pesan WA dan sekretaris Golkar Purwakarta. Hari ini kami mau bergerak meminta konfirmasi kepada rekan di Purwakarta tentang kebenarannya," kata dia.


















