Dedi Mulyadi Berikan Mobil Dinas Alphard ke Wali Kota Banjar Sudarsono

- Dedi Mulyadi memberikan mobil dinas Toyota Alphard miliknya kepada Wali Kota Banjar Sudarsono karena mobil dinas lama sering mogok dan anggaran Pemkot Banjar terbatas.
- Langkah ini dilakukan di tengah sorotan publik terhadap pengadaan kendaraan dinas mahal, termasuk kasus Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang membatalkan pembelian mobil Rp8,5 miliar.
- Sejak menjabat, Dedi meniadakan anggaran baju dinas, kunjungan luar negeri, serta memangkas biaya perjalanan dinas demi efisiensi penggunaan anggaran pemerintah provinsi.
Bandung, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud tengahmenjadi perhatian publik setelah melakukan pembatalan pengadaan kendaraan dinas senilai Rp8,5 miliar per unit untuk dirinya. Sementara, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi memberikan mobil dinasnya Toyota Alphard kepada Wali Kota Banjar Sudarsono.
Dedi sendiri memang tidak menggunakan mobil dinas yang sebelumnya sudah ada di garasi rumah gubernur, Gedung Pakuan, Kota Bandung. Dedi lebih memilih menggunakan mobil pribadinya yakni Lexus Putih.
1. Dipinjamkan milik Pemprov Jabar

Pemberian Alphard ini sendiri dilakukan Dedi di tengah sorotan pengadaan mobil dinas pimpinan Kota Banjar. Adapun Kota Banjar sendiri merupakan daerah dengan empat kecamatan, dan pendapatan daerahnya pun tidak besar.
"Kalau Wali Kota Banjar pakai Alphard itu bukan beli tapi pemberian dari saya," katanya.
Menurut Dedi, Sudarsono sebelumnya mengeluhkan soal mobil dinas lamanya yang sering mogok, namun pembelian baru pun jadi sorotan karena anggaran Pemkot Banjar tengah minimnya anggaran.
"Kasihan tidak boleh membeli mobil dinas, gak ada anggarannya. Mobilnya mogok, nih saya kasih dari provinsi," ujarnya.
2. Dedi Mulyadi sudah lama hapus anggaran mobil dinas dan beberapa anggaran yang melekat pada dirinya

Dedi menilai tidak masalah mobil dinas tersebut ia pinjamkan untuk mendukung mobilitas Sudarsono. Menurutnya, sang wali kota membutuhkan mobil tersebut untuk bekerja setiap harinya.
"Mobil saya kasih pinjam, kecuali pacar gak akan dipinjamkan," katanya sambil bercanda.
Dedi sendiri mencoret anggaran pengadaan mobil dinas baru sejak menjabat sebagai Gubernur Jabar 20 Februari 2025 lalu. Anggaran baju dinas dan kunjungan luar negeri juga diputuskan untuk ditiadakan.
"Misalnya anggaran baju dinas saya dihapus, anggaran baju dinas Gubernur Jawa Barat Rp150 juta lebih dinolkan, anggaran kunjungan luar negeri Rp1,5 miliar dinolkan, anggaran perjalanan dinas Rp1,8 miliar disisakan hanya Rp700 juta. Hilang hampir 40 persen," kata dia.
3. Beberapa kendaraan dinas lain juga diberikan ke ASN Pemprov Jabar

Saat membedah garasi gubernur di Gedung Pakuan, Dedi juga memilih membagikan mobil dan motor dinas pada Sekda, Kepala Biro dan staf bagian umum. KDM mengaku sudah cukup nyaman dengan kendaraan pribadinya.
Diketahui, Gubernur Rudy Mas'ud menuai sorotan publik menyusul terungkapnya alokasi anggaran Rp8,5 miliar untuk pengadaan satu unit kendaraan dinas pimpinan daerah dalam tahun anggaran 2025.
Angka fantastis tersebut kini memantik perdebatan publik mengenai urgensi dan kewajaran belanja daerah di tengah seruan efisiensi anggaran nasional.













![[QUIZ] Bekasi–Sukabumi Jadi Kawasan Industri Elektronik, Kamu Tahu?](https://image.idntimes.com/post/20260118/industri-padat-karya_9ad2f1cb-63d3-47e2-809e-7c7c48957ad8.png)

![[QUIZ] Bandung Darurat Sanitasi, Kamu Tahu Faktanya?](https://image.idntimes.com/post/20191202/img-20191202-120917-compress56-0879047bcea11622fc23764a99b559d9.jpg)


![[QUIZ] Harga Cabai Jabar Makin Pedas, Kamu Update Gak?](https://image.idntimes.com/post/20260211/upload_0c8c72a45b61dd290bf1a1ff3bcf2eab_e1329fa8-d397-4db9-a839-fe9ac5a00618_watermarked_idntimes-1.jpg)