Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berangkat ke Tanah Suci Batal, 95 Jemaah Kuningan Terkatung di Jakarta
ilustrasi kabah (pexels.com/Yasir Gürbüz)
  • Sebanyak 95 calon jemaah umrah asal Kuningan gagal terbang dengan Saudia Airlines setelah visa terbit sekitar 20 menit usai jadwal keberangkatan pesawat.
  • Dari 124 jemaah terjadwal, 29 jemaah yang menggunakan Garuda Indonesia berangkat sesuai jadwal; sisanya menunggu penerbangan ulang dalam dua gelombang hingga 5 Agustus 2026.
  • Bupati Kuningan meminta hak jemaah dipenuhi dan evaluasi administrasi visa dilakukan; Kementerian Agama turut membantu, termasuk menawarkan pengadaan tiket dan mendorong komunikasi terbuka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 95 orang dari Kuningan mau pergi umrah, tapi pesawat sudah terbang duluan. Visa mereka baru jadi 20 menit setelah waktu pesawat berangkat. Ada yang pulang ke Kuningan, ada yang menunggu di Jakarta. Travel akan memberangkatkan mereka dua kali sampai 5 Agustus 2026. Bupati dan Kementerian Agama ikut membantu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah penundaan akibat gangguan teknis penerbitan visa, penanganan bagi jemaah Kuningan menunjukkan adanya koordinasi nyata: travel menyiapkan keberangkatan dua gelombang, bupati mengawal pemenuhan hak jemaah, dan Kementerian Agama menawarkan bantuan tiket. Dengan visa yang telah terbit dan target keberangkatan paling lambat 5 Agustus, kepastian perjalanan mulai dibangun secara bertahap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuningan, IDN Times- Harapan puluhan calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan untuk segera menunaikan ibadah ke Tanah Suci harus tertunda.

Setelah bersiap dan berada di bandara untuk keberangkatan, sebanyak 95 jemaah justru gagal terbang karena visa mereka baru terbit setelah pesawat yang dijadwalkan mengangkut mereka lepas landas.

Sebagian jemaah memilih kembali ke Kabupaten Kuningan untuk beristirahat, sementara sebagian lainnya tetap bertahan di Jakarta sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan berikutnya.

Berdasarkan keterangan pihak penyelenggara perjalanan umrah, total terdapat 124 jemaah yang dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi. Namun, hanya 29 jemaah yang menggunakan maskapai Garuda Indonesia dapat berangkat sesuai jadwal karena visa mereka telah terbit lebih dahulu.

1. Kronologi penundaan

ilustrasi kabah (pixabay.com/alymo)

Sementara itu, 95 jemaah lainnya yang dijadwalkan berangkat menggunakan Saudia Airlines pada Jumat (31/7/2026) pukul 21.40 WIB tidak dapat ikut dalam penerbangan. Pihak travel menjelaskan, penundaan terjadi akibat gangguan teknis pada sistem penerbitan visa di Arab Saudi.

Visa bagi rombongan tersebut baru terbit sekira pukul 22.00 WIB atau sekitar 20 menit setelah jadwal keberangkatan pesawat. Karena dokumen perjalanan belum tersedia saat proses keberangkatan berlangsung, maskapai tetap menerbangkan pesawat sesuai jadwal dan tidak dapat menunggu penerbitan visa.

Untuk mengatasi persoalan itu, pihak travel menyatakan pemberangkatan ulang akan dilakukan secara bertahap dalam dua gelombang. Langkah tersebut ditempuh karena keterbatasan ketersediaan kursi penerbangan pada awal Agustus. Seluruh jemaah ditargetkan telah diberangkatkan paling lambat 5 Agustus 2026.

2. Bupati minta hak jemaah dipenuhi

Ilustrasi jemaah umrah. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menyikapi kejadian tersebut, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar melakukan dialog melalui sambungan video dengan perwakilan keluarga jemaah, pihak biro travel, dan Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan untuk memperoleh kepastian mengenai penyelesaian persoalan tersebut.

Dalam dialog itu, Bupati meminta pihak penyelenggara memastikan seluruh hak jemaah tetap dipenuhi selama menunggu keberangkatan ulang.

Ia juga meminta travel menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi agar pengurusan administrasi, khususnya visa, dilakukan lebih cermat sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

”Saya berharap seluruh proses pemberangkatan ulang berjalan lancar sehingga para jemaah dapat segera melaksanakan ibadah sesuai rencana,” kata Dian.

3. Kemenhaj ikut turun tangan

ilustrasi kabah (pexels.com/Jay Haseeb)

Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi, mengatakan Kasubdit Pembinaan Umrah Kementerian Agama RI ikut membantu penyelesaian persoalan tersebut.

Menurut dia, Kementerian Agama juga menawarkan bantuan pengadaan tiket sebagai upaya mempercepat keberangkatan para jemaah. Meski demikian, proses pemberangkatan tetap harus disesuaikan dengan ketersediaan kursi penerbangan sehingga dilakukan secara bertahap.

“Kami mengimbau pihak travel untuk terus membangun komunikasi secara terbuka dengan para jemaah dan keluarganya agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” tutupnya.

Editorial Team

Related Article