Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banjir Rancaekek, Jalur Selatan Perjalanan Kereta Api Terganggu
Sumber Foto : Instagram.com/imamfznrynt

Kabupaten Bandung, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur wilayah Rancaekek Kabupaten Bandung mengakibatkan tanggul Sungai Cikeruh jebol kembali. Akibatnya, air meluap hingga merendam jalur rel kereta api Cimekar-Haurpugur, Kabupaten Bandung.

Juru bicara PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) II Bandung Kuswardoyo mengatakan, perjalanan kereta api untuk sementara terpaksa harus dihentikan terlebih dahulu karena arus air yang meluap menutup rel dengan material sampah di atas lintasan. 

"Sementara kami hentikan, kami tutup. Kereta menunggu supaya posisi air turun dulu. Kami melakukan pembersihan sampah-sampahnya, tapi tetap air luapannya masih tinggi jadi belum bisa mengizinkan kereta lewat," kata Kuswardoyo, Sabtu (27/11/2021).

1. Ketinggian air 10 cm di atas lintasan kereta api

Sumber Foto : Instagram.com/imamfznrynt

Lintasan kereta api itu terendam air dengan ketinggian lebih dari 10 centimeter. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api terpaksa dihentikan sambil menunggu air surut. 

"Luapan sungainya naik sampai ke lintasan kereta api dan membawa banyak sekali sampah dan ranting kayu. Karena ketinggian air 10 cm di atas rel, otomatis kereta api tidak bisa berjalan," ujar Kuswardoyo. 

2. Banjir akibat tanggul di Sungai Cikeruh jebol

IDN Times/Aris Darussalam

Kuswardoyo pun menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, hal tersebut dikarenakan salah satu tanggul di Sungai Cikeruh jebol.

"Tepatnya di BH 784 Km 172 +0/1 terdapat genangan air yang berasal dari luapan Sungai Cikeruh," tutur Kuswardoyo.

3. Beberapa rangkaian kereta api sempat tertahan, hingga perjalanan terhambat

Illustration kereta api. IDN Times/Galih Persiana

Beberapa rangkaian kereta yang tertahan itu, menurut Kuswardoyo yakni kereta lokal KRD Bandung Raya, Argo Wilis, dan Kutojaya dengan tujuan akhir Bandung serta Malabar dengan tujuan akhir Malang. 

"Ya, sampai sekarang beberapa kereta masih menunggu karena posisi air juga masih 10 cm di atas rel kereta api. Ini ada yang ditahan di Gedebage dan Cicalengka. Otomatis, ada keterlambatan untuk kedatangan dan keberangkatan kereta," kata Kuswardoyo.

4. PT KAI Daop II Bandung meminta maaf atas terhambatnya perjalanan

Ilustrasi kereta api. (IDN Times/Galih Persiana)

Atas kejadian tersebut Kuswardoyo mengatakan, PT KAI Daop 2 Bandung meminta maaf kepada pengguna kereta atas keterlambatan yang diakibatkan kondisi alam ini.

“Mohon maaf perjalanan sahabat KAI terganggu”, pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article