Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
APBD Bandung Berpotensi Defisit, Farhan Pastikan Gaji Pegawai Aman
ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Pemkot Bandung mengantisipasi potensi defisit APBD akibat kebutuhan belanja yang melampaui kapasitas pendapatan daerah, melalui penyusunan strategi anggaran dan pembiayaan.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman, termasuk pembayaran gaji pegawai yang tetap terjamin.
  • Untuk menutup kebutuhan anggaran, Pemkot Bandung mempertimbangkan pembiayaan dari APBD Provinsi, APBN, investasi perusahaan, serta BUMN, bukan semata-mata pinjaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
20 Agustus 2026

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan kondisi keuangan daerah dan gaji pegawai tetap aman meski APBD berpotensi defisit. Pemkot Bandung menyiapkan strategi pembiayaan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, investasi perusahaan, dan BUMN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    APBD Kota Bandung berpotensi defisit sehingga Pemkot Bandung menyiapkan strategi pembiayaan, sementara gaji pegawai dipastikan tetap aman.
  • Who?
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Pemerintah Kota Bandung, pegawai pemerintah kota, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, perusahaan, dan BUMN.
  • Where?
    Di Kota Bandung, Jawa Barat; Muhammad Farhan menyampaikan keterangan di Balai Kota Bandung.
  • When?
    Kamis, 20 Agustus 2026, saat Muhammad Farhan memberikan keterangan mengenai kondisi fiskal dan APBD Kota Bandung.
  • Why?
    Strategi pembiayaan dipersiapkan karena kebutuhan belanja pemerintah berpotensi lebih besar daripada kemampuan pendapatan dan kapasitas fiskal daerah.
  • How?
    Pemkot Bandung akan mencari pembiayaan sesuai ketentuan, yang dapat berasal dari APBD Provinsi, APBN, investasi perusahaan, atau BUMN, tidak semata-mata melalui pinjaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kota Bandung mungkin kekurangan uang untuk belanja pemerintah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bilang uang daerah masih aman. Gaji pegawai juga aman. Pemerintah kota sekarang mencari bantuan uang dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, perusahaan, atau BUMN. Jadi, kegiatan pemerintah tidak harus berhenti walau uangnya kurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah potensi defisit, Pemkot Bandung menunjukkan kesiapan menjaga stabilitas layanan internal dengan memastikan gaji pegawai tetap aman. Pendekatan pembiayaan yang tidak semata bergantung pada pinjaman juga membuka ruang koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, perusahaan, dan BUMN sesuai ketentuan yang berlaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan berbagai upaya untuk menghadapi kondisi fiskal daerah yang berpotensi mengalami defisit. Meski ada potensi tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman.

Farhan mengatakan, Pemkot memang harus mulai memikirkan strategi pembiayaan ketika kebutuhan anggaran tidak sebanding dengan kemampuan pendapatan daerah.

"Alhamdulillah, aman. Insyaallah. Gajian pegawai mah aman pisan (banget)," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).

1. Strategi agar anggaran tidak defisit harus dilakukan

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)

Kendati begitu, Farhan menyampaikan, kondisi fiskal harus tetap diantisipasi melalui kebijakan anggaran yang tepat. Pemkot Bandung tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan APBD apabila kebutuhan belanja pemerintah lebih besar dibandingkan kapasitas fiskal yang tersedia.

"Ya, kami memang mesti begini. Sekarang ini dalam kebijakan umum anggaran, kita memang harus memikirkan strategi defisit anggaran," ujarnya.

2. Pemkot Bandung putar otak cari pembiayaan lain

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)

Farhan menjelaskan, defisit anggaran bukan berarti seluruh program pemerintahan harus dihentikan. Pemerintah dapat mencari sumber pembiayaan untuk menutup kebutuhan anggaran tersebut.

"Ketika kebutuhannya pasti defisit, maka pemerintah kota bersama mitra-mitra yang lain, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, harus mencari pembiayaan," katanya.

Menurut Farhan, pemerintah daerah memiliki sejumlah opsi untuk mendapatkan sumber pembiayaan. Skema tersebut tidak selalu berbentuk pinjaman, tetapi dapat berasal dari berbagai sumber sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Farhan mencontohkan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya menyampaikan kemungkinan mencari pinjaman untuk mendukung kebutuhan pembiayaan daerah.

"Toh sudah dicontohkan, Pak Gubernur menyatakan bahwa ada kemungkinan Provinsi Jawa Barat akan mencari pinjaman Rp3,7 triliun," ujarnya.

3. Pemkot berencana menggencarkan investasi

Wali Kota Farhan Dorong Bandung Jadi Pusat Finansial Indonesia. Dok Diskominfo Bandung

Untuk Kota Bandung, Farhan menegaskan istilah yang digunakan adalah pembiayaan. Sumbernya pun dapat berasal dari berbagai pihak, sehingga tidak hanya bergantung pada skema pinjaman.

"Nah, kami juga melakukan hal yang sama. Istilahnya bukan pinjaman, tetapi pembiayaan," kata Farhan.

Ia menyebut, salah satu kemungkinan sumber pembiayaan berasal dari dukungan pemerintah provinsi. Selain itu, Pemkot Bandung juga dapat mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat.

"Pembiayaan bisa dari mana saja, mungkin dari APBD Provinsi, mungkin dari APBN, mungkin dari investasi perusahaan dan BUMN," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article