Bandung, IDN Times - Pemanfaatan teknologi cloud computing dan kecerdasan buatan (AI) terus berkembang di berbagai sektor industri. Di balik peluang tersebut, perusahaan juga menghadapi risiko serangan siber yang dinilai semakin kompleks dan sulit diprediksi.
BDO di Indonesia menilai ketahanan siber kini menjadi aspek penting yang perlu diperkuat seiring meningkatnya transformasi digital di lingkungan bisnis. Langkah ini dinilai tidak hanya melindungi sistem teknologi informasi, tetapi juga menjaga stabilitas operasional dan reputasi perusahaan.
Peringatan tersebut mengemuka setelah terjadinya sejumlah kasus serangan siber yang menimbulkan kerugian besar. Salah satunya adalah insiden yang menimpa sebuah bank daerah pada Februari 2026 akibat serangan auto-debit massal yang menguras dana sekitar Rp143 miliar dari lebih dari 6.000 rekening nasabah.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa investasi pada sistem keamanan digital dinilai menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah meningkatnya penggunaan layanan berbasis cloud dan AI.
