Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Abu Vulkanik Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Kuningan
Penampakan Gunung Anak Krakatau, Jumat (15/12/2023). (IDN Times/Istimewa).
  • BPBD Kuningan memastikan hingga 7 September 2026 belum ada laporan abu vulkanik Anak Krakatau mencapai wilayahnya, sehingga situasi dinilai masih aman.
  • BPBD terus memantau aktivitas, cuaca, dan arah angin serta berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk menyiapkan antisipasi dan mitigasi sebaran abu.
  • Warga diminta tetap tenang, melaporkan indikasi abu, membatasi aktivitas luar ruang bila terdampak, memakai masker, dan melindungi sumber air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Anak Krakatau sedang meletus, tapi abu gunung belum sampai ke Kuningan. Pak Indra dari BPBD bilang Kuningan masih aman. BPBD terus melihat cuaca dan arah angin. Warga diminta jangan panik, tapi tetap hati-hati. Kalau ada abu, orang diminta pakai masker dan menutup air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kuningan berada dalam kondisi yang relatif aman karena belum ada laporan abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau mencapai wilayahnya. Pemantauan berkelanjutan, koordinasi antarpemerintah, serta kesiapan memverifikasi laporan warga menunjukkan adanya perhatian yang terstruktur. Informasi pencegahan yang disampaikan juga membantu masyarakat tetap tenang sambil memahami langkah perlindungan yang diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuningan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau belum berdampak terhadap wilayahnya hingga Senin (7/9/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan belum menerima laporan adanya sebaran abu vulkanik yang mencapai wilayah Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan, pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan, termasuk terhadap kemungkinan pergerakan abu vulkanik menuju wilayah Jawa Barat.

“Kabupaten Kuningan sampai saat ini belum terlaporkan adanya wilayah yang terdampak, terutama dengan keberadaan abu vulkanik. Sampai saat ini situasi masih cukup aman,” kata Indra, Selasa (8/9/2026).

1. Belum ada laporan abu vulkanik

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Desember 2023 (Dok. IDN Times/istimewa)

Menurut Indra, BPBD Kuningan juga mengikuti koordinasi secara daring bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat yang membidangi penanganan kebencanaan. Koordinasi tersebut membahas langkah antisipasi dan mitigasi yang perlu disiapkan pemerintah daerah.

Meski belum ada laporan dampak erupsi di Kuningan, BPBD tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi. Kondisi cuaca dan arah angin menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pergerakan abu vulkanik.

"Ini memang patut diantisipasi karena kita ketahui musim kemarau ini masih berlangsung. Kekuatan angin juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik," ujar Ibe.

2. Warga diminta tetap waspada

Erupsi Gunung Anak Krakatau (Instagram/krakatau_cal_cal)

BPBD Kuningan meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap mengikuti informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari pemerintah dan instansi kebencanaan.

Apabila sebaran abu vulkanik terdeteksi memasuki wilayah Kuningan, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu.

Masyarakat juga diminta mengamankan sumber air dengan menutup sumur, tempat penampungan, serta sumber air lainnya apabila mulai terpapar abu vulkanik.

“Kalau memang terjadi, sebisa mungkin menghindari atau membatasi aktivitas di luar ruangan. Kalau harus berkegiatan di luar, gunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik agar tidak terhisap langsung,” kata Indra.

3. Laporan warga segera diverifikasi

Gunung Anak Krakatau tertutup kabut tebal karena cuaca mendung, Sabtu (27/8/2022) sore. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

BPBD Kuningan meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi sebaran abu vulkanik atau dampak lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Laporan tersebut diperlukan agar kondisi di lapangan dapat segera diverifikasi. Pemerintah daerah kemudian dapat menentukan langkah penanganan apabila ditemukan dampak yang membutuhkan intervensi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial pribadinya meminta pemerintah daerah di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik meningkatkan mitigasi.

Dedi juga meminta kepala sekolah di wilayah dengan intensitas sebaran abu tinggi mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

“Sehubungan dengan meningkatnya abu vulkanik, kami sampaikan untuk wilayah-wilayah yang intensitas sebaran abunya tinggi, kepala sekolah bisa melakukan pembelajaran di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Editorial Team

Related Article