Majalengka, IDN Times- Delapan tahun setelah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati diresmikan, manfaat ekonomi yang diharapkan hadir bagi masyarakat sekitar belum sepenuhnya terwujud.
Di tengah aktivitas penerbangan komersial yang belum stabil, Pemerintah Kabupaten Majalengka kini menaruh harapan pada pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh rencana pengembangan MRO di kawasan Kertajati. Menurut dia, fasilitas tersebut memiliki potensi menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas dibanding hanya mengandalkan lalu lintas penumpang pesawat.
“Kami menyambut baik rencana pengembangan MRO di Kertajati. Ini bukan hanya tentang industri penerbangan, tetapi juga peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” kata Eman, Senin (2/6/2026).
Ia menilai keberadaan MRO dapat memperkuat posisi Kertajati sebagai kawasan industri penerbangan yang terintegrasi.
Selain mendatangkan aktivitas bisnis baru, fasilitas tersebut diharapkan mampu memicu pertumbuhan sektor pendukung seperti logistik, transportasi, perdagangan, dan jasa.
