Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Tahun Berdiri, Dampak Ekonomi Kertajati Masih Jauh dari Harapan
Inin Nastain/ BIJB Kertajati
  • Delapan tahun beroperasi, Bandara Kertajati belum memberi dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar karena aktivitas penerbangan dan investasi belum stabil.
  • Pemerintah Majalengka menaruh harapan pada pengembangan fasilitas MRO sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan dibanding lalu lintas penumpang.
  • Meski prospeknya menjanjikan, proyek MRO masih menghadapi tantangan seperti kebutuhan tenaga ahli, daya saing layanan, serta kepastian investasi dan target operasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Majalengka, IDN Times- Delapan tahun setelah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati diresmikan, manfaat ekonomi yang diharapkan hadir bagi masyarakat sekitar belum sepenuhnya terwujud.

Di tengah aktivitas penerbangan komersial yang belum stabil, Pemerintah Kabupaten Majalengka kini menaruh harapan pada pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh rencana pengembangan MRO di kawasan Kertajati. Menurut dia, fasilitas tersebut memiliki potensi menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas dibanding hanya mengandalkan lalu lintas penumpang pesawat.

“Kami menyambut baik rencana pengembangan MRO di Kertajati. Ini bukan hanya tentang industri penerbangan, tetapi juga peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” kata Eman, Senin (2/6/2026).

Ia menilai keberadaan MRO dapat memperkuat posisi Kertajati sebagai kawasan industri penerbangan yang terintegrasi.

Selain mendatangkan aktivitas bisnis baru, fasilitas tersebut diharapkan mampu memicu pertumbuhan sektor pendukung seperti logistik, transportasi, perdagangan, dan jasa.

1. Harapan besar yang belum sepenuhnya terwujud

Inin Nastain IDN Times Jabar/ GT Cipali Kertajati

Sejak mulai beroperasi pada 2018, BIJB Kertajati diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat.

Bandara ini diharapkan mampu menarik investasi, meningkatkan mobilitas barang dan penumpang, serta menciptakan efek berganda bagi masyarakat sekitar.

Namun, kata Eman, hingga memasuki tahun kedelapan, geliat ekonomi yang dijanjikan belum sepenuhnya dirasakan.

Aktivitas usaha di sekitar kawasan bandara masih didominasi kegiatan ekonomi lokal dan belum berkembang seiring besarnya investasi infrastruktur yang telah dibangun.

Frekuensi penerbangan yang belum konsisten membuat arus penumpang dan pergerakan ekonomi di kawasan tersebut belum mencapai tingkat yang diharapkan.

Dampaknya, sejumlah sektor yang sebelumnya diproyeksikan tumbuh bersama operasional bandara belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kami memahami masyarakat memiliki harapan besar terhadap Kertajati. Karena itu, diperlukan terobosan agar kawasan ini memiliki aktivitas ekonomi yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada penerbangan penumpang,” ujar Eman.

2. Industri pesawat dinilai lebih menjanjikan

Inin Nastain IDN Times Jabar/ BIJB Kertajati

Berbeda dengan bisnis penerbangan komersial yang sangat dipengaruhi jumlah penumpang, industri MRO memiliki pasar lebih stabil karena berkaitan dengan kebutuhan wajib perawatan armada maskapai.

Fasilitas MRO berfungsi untuk melakukan pemeriksaan berkala, perbaikan, hingga overhaul pesawat sesuai standar keselamatan penerbangan. Kebutuhan tersebut terus ada selama maskapai mengoperasikan armadanya.

Menurut Eman, karakteristik bisnis tersebut membuat MRO memiliki peluang menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi yang berkelanjutan bagi Kertajati.

“Kalau MRO berkembang, akan ada pergerakan teknisi, tenaga ahli, logistik, dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Efeknya bisa dirasakan oleh banyak sektor usaha di Majalengka,” katanya.

Selain membuka lapangan kerja langsung di sektor penerbangan, kehadiran industri perawatan pesawat juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap jasa transportasi, akomodasi, katering, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

3. Tantangan pembuktian di lapangan

Inin Nastain IDN Times Jabar/ BIJB Kertajati Majalengka

Meski memiliki prospek menjanjikan, pengembangan MRO dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan.

Keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga kemampuan menarik pelanggan, menyediakan tenaga kerja terampil, serta menciptakan layanan yang kompetitif.

Hingga kini belum terdapat rincian resmi mengenai nilai investasi, kapasitas layanan, jumlah tenaga kerja yang akan diserap, maupun target operasional fasilitas MRO yang direncanakan. Karena itu, manfaat ekonomi yang diharapkan masih berada pada tahap proyeksi.

Bagi masyarakat Majalengka, kata Eman, rencana pengembangan MRO menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun menunggu dampak ekonomi dari keberadaan bandara terbesar di Jawa Barat tersebut.

Namun, ukuran keberhasilannya bukan semata berdirinya fasilitas baru, melainkan sejauh mana aktivitas ekonomi yang tercipta benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Yang paling penting adalah manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Kami ingin Kertajati menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi Majalengka dan Jawa Barat,” ujar Eman.

Editorial Team

Related Article