BIJB Kertajati Belum Bisa Tarik Banyak Wisatawan saat Nataru

- BIJB Kertajati belum beroperasi penuh saat Nataru 2026
- Transportasi wisatawan masih bergantung pada kereta api dan jalan tol
- Promosi digital dan pemantauan terus dilakukan untuk menarik wisatawan ke Jawa Barat
Bandung, IDN Times - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka belum beroperasi secara penuh. Pintu masuk wisatawan domestik saat momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dipastikan hanya mengandalkan kereta dan jalan tol.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Iendra Sofyan pun membenarkan bahwa BIJB belum bisa optimal dalam mendatangkan wisatawan.
"Secara siginifikan belum bisa diandalkan. Namun dengan adanya penerbangan ke Husein diharapkan bisa menambah pergerakan orang masuk ke Jawa Barat dari Jawa Tengah," ujar Iendra, Sabtu (27/12/2025).
1. Pemprov Jabar andalkan jalur tol dan Bandara Husein Sastranegara

Dengan begitu, moda transportasi Jabar untuk para wisatawan masih bergantung pada moda darat seperti kereta api dan jaringan jalan tol, termasuk kereta cepat. Beberapa tujuan para wisatawan pun masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu Puncak, Lembang, Pangandaran, dan kawasan selatan Jawa Barat.
"Tentunya moda yang masih diandalkan adalah Kereta api dan jalan Tol. Secara teknis, sektor terkait dan pengelola sudah melakukan persiapan dan rapat koordinasi," ucapnya.
2. Menarik para wisatawan dengan promo digital

Untuk menggenjot masyarakat datang ke Jabar saat Nataru ini, Indra mengatakan, berbagai macam promosi telah dilakukan secara digital, termasuk koordinasi dengan para penyedia jasa pariwisata.
"Startegi yang terus dilakukan adalah promosi, melalui digital dan penyiapan destinasi melalui lembaga pengelola dan pendukung lainnya," katanya.
3. Jumlah kunjungan wisatawan masih dalam perhitungan

Disparbud Jabar sampai saat ini masih terus melakukan pemantauan para wisatawan yang datang. Namun, berdasarkan dari data Dinas Perhubungan Jawa Barat, total masyarakat yang melakukan pergerakan mencapai jutaan orang.
"Diprediksi akan terjadi lonjakan, data Dinas Perhubungan akan ada pergerakan sebanyak 21,5 juta kendaraan. Tentunya hal ini seiring dengan pergerakan orang yang diantaranya tujuan ritual (Natal) dan rekreasi (anak sekolah)," kata dia.


















