Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bandara Kertajati Masih Tertatih Menarik Wisatawan Mancanegara

Inin Nastain/ BIJB Kertajati
Inin Nastain/ BIJB Kertajati
Intinya sih...
  • Pemulihan pascapandemi belum optimal
  • Dominasi wisman Singapura
  • Tantangan Kertajati sebagai gerbang wisman
  • Pemulihan pascapandemi belum optimal
  • Dominasi wisman Singapura
  • Tantangan Kertajati sebagai gerbang wisman
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Majalengka, IDN Times - Perkembangan pariwisata Jawa Barat masih menghadapi tantangan serius dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan bahwa Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka belum mampu menjadi pintu masuk utama wisman dalam skala besar, meskipun tren pemulihan penerbangan internasional pascapandemi mulai terlihat.

Pada Desember 2025, jumlah wisman yang datang langsung ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati tercatat sebanyak 395 kunjungan. Angka ini memang melonjak 118,23 persen dibandingkan November 2025 yang hanya 181 kunjungan. Namun, secara struktural jumlah tersebut masih relatif kecil untuk ukuran provinsi dengan potensi pariwisata dan ekonomi sebesar Jawa Barat.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menegaskan bahwa lonjakan bulanan tersebut perlu dibaca secara hati-hati. “Kenaikan secara month-to-month menunjukkan adanya perbaikan aktivitas penerbangan internasional, tetapi dari sisi volume, kontribusi wisman melalui Kertajati masih sangat terbatas,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

1. Pemulihan pascapandemi belum optimal

Inin Nastain IDN Times/ Petugas bandara Kertajati
Inin Nastain IDN Times/ Petugas bandara Kertajati

BPS mencatat setelah status pandemik covid-19 dicabut pemerintah pada Juni 2023, penerbangan internasional di Jawa Barat mulai berangsur pulih. Bandara Kertajati kembali membuka rute internasional sejak Mei 2023, sementara Bandara Husein Sastranegara di Bandung secara bertahap menghentikan layanan penerbangan komersial internasional hingga resmi ditutup pada November 2023.

Dengan ditutupnya Husein Sastranegara untuk penerbangan internasional, Kertajati menjadi tumpuan utama pintu masuk wisman ke Jawa Barat. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan bahwa peralihan tersebut belum diikuti dengan lonjakan signifikan jumlah wisatawan mancanegara.

“Pemulihan memang berjalan, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan potensi pasar internasional Jawa Barat,” kata Margaretha. Ia menilai masih diperlukan penguatan konektivitas, frekuensi penerbangan, serta promosi yang lebih agresif agar Kertajati benar-benar berfungsi sebagai hub internasional.

2. Dominasi wisman Singapura

Inin Nastain IDN Times/ Gerbang BIJB Kertajati
Inin Nastain IDN Times/ Gerbang BIJB Kertajati

Dari sisi negara asal, wisman yang datang melalui Bandara Kertajati pada Desember 2025 didominasi oleh warga negara Singapura dengan kontribusi mencapai 44,05 persen dari total kunjungan. Dominasi ini mengindikasikan bahwa pasar wisman Jawa Barat masih bertumpu pada negara-negara jarak dekat di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan belum terbukanya akses pasar wisata jarak jauh (long haul) secara optimal. Padahal, diversifikasi negara asal wisman penting untuk meningkatkan belanja wisata dan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

Menurut BPS, ketergantungan pada satu pasar utama membuat arus wisman rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan kebijakan negara asal. “Struktur kunjungan yang belum beragam menjadi catatan penting bagi pengembangan pariwisata Jawa Barat,” ujar Margaretha.

3. Tantangan Kertajati sebagai gerbang wisman

Inin Nastain IDN Times/ Gerbang Tol Cipali Kertajati
Inin Nastain IDN Times/ Gerbang Tol Cipali Kertajati

Secara tahunan, kunjungan wisman melalui Bandara Kertajati pada Desember 2025 meningkat 17,21 persen dibandingkan Desember 2024 yang tercatat 337 kunjungan. Meski naik secara year-on-year, laju pertumbuhan ini dinilai belum cukup kuat untuk mendorong akselerasi sektor pariwisata internasional Jawa Barat.

BPS menilai Bandara Kertajati masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan rute internasional, rendahnya frekuensi penerbangan, hingga belum optimalnya integrasi dengan destinasi unggulan di Jawa Barat.

“Selama hambatan tersebut belum teratasi, Kertajati akan sulit menjadi magnet utama wisman,” kata Margaretha.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

[QUIZ] Dugaan Pelanggaran Lahan: Sejauh Mana Kamu Memahaminya?

06 Feb 2026, 21:00 WIBNews