Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

25 Jenazah Tertimbun Longsor Ditemukan dari Total 105 Korban

WhatsApp Image 2026-01-25 at 5.22.29 PM.jpeg
Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangun, Cisarua, Bandung Barat. Dok SAR Bandung
Intinya sih...
  • Tim SAR gabungan temukan 25 jenazah dari total 105 korban longsor di Jawa Barat.
  • Sebanyak 11 korban telah diidentifikasi, termasuk puluhan anggota TNI yang hilang.
  • Polri bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan dalam operasi pencarian dan evakuasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi korban bencana di wilayah Jawa Barat. Hingga Minggu (25/1/20206) pukul 16.35 WIB, tercatat sebanyak 25 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, data tersebut berdasarkan laporan resmi Posko Utama dan Pos Disaster Victim Identification (DVI). Dari total 105 termasuk puluhan anggota TNI yang juga hilang di kawasan tersebut, jumlah jenazah yang ditemukan bertambah tiga korban utuh dari hasil pencarian terbaru.

“Dari 25 kantong jenazah yang dievakuasi, sebanyak 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh,” ujar Hendra.

Adapun korban yang telah teridentifikasi masing-masing bernama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, Ai Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31).

Sementara itu, sepuluh jenazah utuh dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.

Hendra menegaskan, Polri akan terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel serta ketelitian dalam setiap tahapan kegiatan.

Untuk membantu pencarian, Polri melalui Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam mengerahkan sebanyak 20 personel yang dipimpin oleh IPTU Erasmus selaku Katim K9, didukung oleh tim veteriner, para handler, pelindung, serta pengemudi.

Kekuatan ini diperkuat dengan enam ekor satwa pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search. Untuk mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks dan empat unit kendaraan ransus Navara K9.

Pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

"Pengerahan Den K9 SAR ini adalah bentuk keseriusan dan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hendra.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Ancaman Banjir Meningkat, Bangunan Liar di Sungai Sukabumi Disorot

26 Jan 2026, 11:50 WIBNews