Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2027 Dedi Mulyadi Ingin Langit Jabar Bebas Kabel Semrawut
Ilustrasi kabel utilitas di jalan-jalan Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan penataan kabel udara menjadi bawah tanah rampung pada 2027, dimulai dengan koordinasi bersama penyedia layanan internet.
  • Dedi menilai meski beberapa pihak menyebut penataan kabel tanpa biaya besar, kondisi kabel yang menumpuk tetap memerlukan investasi signifikan untuk penataan efektif.
  • Pemprov Jabar akan mengintegrasikan pembangunan jalan provinsi dengan pemasangan utilitas bawah tanah agar estetika kota terjaga dan teknologi jaringan terus ditingkatkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 Juni 2026

Dedi Mulyadi menyatakan target penataan kabel udara di Jawa Barat selesai pada 2027 dan akan mengundang pihak terkait minggu depan untuk membahas langkah penataan.

2027

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh pembangunan jalan provinsi dilakukan bersamaan dengan pemasangan kabel bawah tanah agar langit Jabar bebas dari kabel semrawut.

kini

Pemprov Jawa Barat berencana mengkonsolidasikan berbagai pihak untuk menyusun skema penataan kabel udara di sejumlah wilayah, termasuk Kota Bandung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menata kabel udara semrawut menjadi kabel bawah tanah dengan target penyelesaian pada tahun 2027.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran Pemprov Jabar dan para penyedia layanan internet akan terlibat dalam proses penataan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan penataan difokuskan di wilayah Jawa Barat, terutama di Kota Bandung, termasuk kawasan Ledeng dan Setiabudi yang dinilai paling padat kabel udara.
  • When?
    Dedi menyampaikan rencana ini pada Sabtu, 6 Juni 2026, dengan target seluruh penataan kabel selesai pada tahun 2027.
  • Why?
    Penataan dilakukan untuk menghilangkan kesemrawutan kabel udara, memperbaiki estetika kota, serta meningkatkan keamanan dan efisiensi infrastruktur jalan provinsi.
  • How?
    Pemprov Jabar akan mengundang penyelenggara jaringan minggu depan untuk membahas langkah teknis pemindahan kabel ke bawah tanah secara bertahap di tiap daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Dedi mau bikin langit di Jawa Barat jadi rapi tanpa kabel yang semrawut. Kabel-kabel itu nanti mau dimasukin ke bawah tanah biar nggak berantakan. Ada orang takut internetnya mati, tapi Pak Dedi bilang jangan khawatir. Sekarang dia lagi ajak banyak orang buat rapat supaya semua bisa beres tahun 2027 nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana penataan kabel udara di Jawa Barat menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan estetis. Dengan koordinasi antara Pemprov Jabar dan penyedia layanan internet, langkah ini mencerminkan pendekatan kolaboratif yang mempertimbangkan kekhawatiran warga sekaligus mendorong peningkatan teknologi demi infrastruktur perkotaan yang lebih modern dan rapi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Penataan kabel udara semerawut ke bawah tanah di sejumlah wilayah Jawa Barat, utamanya Kota Bandung mengundang banyak kekhawatiran. Pemindahan kabel yang mayoritas milik layanan internet ini ditakutkan membuat blackout dan menghambat layanan pelanggan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut merespons kegelisahan warga dengan mengatakan agar bisa tenang terlebih dahulu. Itu karena, Pemprov Jabar akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan para penyedia layanan internet.

"Perapian kabel saya sudah dari dulu. Target saya 2027 selesai. Minggu depan saya akan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara jaringan, untuk membahas langkah penataannya," kata Dedi, Sabtu (6/6/2026).

1. Setiap daerah di Jawa Barat diminta menyusun langkah penataan kabel

ilustrasi kabel berantakan (freepik.com/user17720863)

Dedi menyampaikan, ada beberapa perusahaan penyedia jaringan internet sebelumnya menyampaikan penataan kabel dapat dilakukan tanpa biaya besar. Namun, menurutnya, kondisi kabel yang sudah terlanjur menumpuk di banyak titik membuat proses penataan tetap membutuhkan investasi.

"Mereka bilang tanpa biaya, tapi menurut saya kalau jumlahnya sudah banyak begini, pada akhirnya harus berbiaya juga," ujarnya.

Dedi menegaskan, setiap daerah di Jawa Barat harus mulai menyusun langkah bertahap untuk menghilangkan kabel yang berserakan di atas jalan dan memindahkannya ke bawah tanah.

2. Ditargetkan tahun depan sudah bebas kabel udara

ilustrasi kabel listrik (pexels.com/Pok Rie)

Untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi menargetkan pembangunan infrastruktur jalan ke depan dilakukan bersamaan dengan pemasangan utilitas bawah tanah.

"Prinsip dasarnya, setiap daerah harus secara bertahap menyelesaikan kabel yang berserakan di atas. Saya targetkan untuk jalan provinsi di Jawa Barat, pada 2027 pembangunan jalannya harus bareng dengan pemasangan kabel bawah tanah," kata dia.

Menanggapi kekhawatiran adanya gangguan jaringan internet jika kabel dipindahkan ke bawah tanah, Dedi menilai perkembangan teknologi seharusnya mampu menjawab tantangan tersebut.

"Teknologinya yang harus ditingkatkan," katanya.

3. Kota Bandung utamanya harus segera menindaklanjuti arahan tersebut

Suasana area taman Gedung Sate setelah pawai kemenangan Persib Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebagai contoh, Dedi menyoroti kondisi kabel udara di kawasan Ledeng, Setiabudi, Kota Bandung, yang menurutnya sudah sangat padat dan mengganggu pemandangan kota. Menurut dia, hal tersebut harus ditata dengan baik dan tidak merusak estetika kota.

"Coba lihat di depan Ledeng, kabelnya ribuan. Melihatnya saja sudah bikin pusing," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengkonsolidasikan berbagai pihak terkait dalam waktu dekat untuk menyusun skema penataan kabel udara.

Editorial Team

Related Article