Comscore Tracker

Viral, Paguyuban di Garut Ubah Lambang Garuda dan Bikin Uang Sendiri!

Kepala Garuda menghadap kedepan

Bandung, IDN Times - Masyarakat di Kabupaten Garut dihebohkan oleh kehadiran Paguyuban Tunggal Rahayu yang memiliki lambang kepala Garuda Pancasila yang menghadap depan. Tidak hanya itu, Paguyuban Tunggal Rahayu juga dikabarkan memiliki uang sendiri.

Paguyuban bernama Tunggal Rahayu ini sontak menjadi sorotan masyarakat karena memiliki lambang Garuda Pancasila yang berbeda.

1. Paguyuban ini berasal dari Garut

Viral, Paguyuban di Garut Ubah Lambang Garuda dan Bikin Uang Sendiri!IDN Times/istimewa

Kehebohan Paguyuban Rahayu Tunggal pertama kali diketahui ketika organisasi tersebut mengajukan izin kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Wahyudijaya, mengatakan, ada sejumlah kejanggalan saat organisasi itu mengurus izin legalitas. Salah satunya adalah penggunaan lambang negara.
 
“Di antara kejanggalan yang kami lihat, paguyuban ini berani menggunakan lambang Negara Indonesia, yaitu burung Garuda yang diubah. Kepalanya jadi menghadap ke depan, dan tulisan Bhineka Tunggal Ika diganti dengan kalimat lain,” ujar Wahyu seperti dilansir ANTARA, Rabu(9/9/2020).

Wahyudijaya menuturkan bahwa Paguyuban Tunggal Rahayu saat ini berpusat kegiatannya di Kabupaten Garut, tepatnya di Kecamatan Caringin, kemudian pindah ke Kecamatan Cisewu.

Namun, kata dia, anggotanya itu sudah tersebar di beberapa daerah lainnya, bahkan melakukan kegiatan organisasi di luar Garut, seperti di Kabupaten Cianjur, Majalengka, Kota/Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya.

"Siapa saja anggotanya dan dari kalangan mana, masih kami dalami juga," kata Wahyudijaya.

2. Bakesbangpol Kabupaten Garut lakukan penyelidikan

Viral, Paguyuban di Garut Ubah Lambang Garuda dan Bikin Uang Sendiri!ANTARA/Feri Purnama

Pemerintah Kabupaten Garut, saat ini tengah mendalami kasus adanya organisasi bernama Paguyuban Tunggal Rahayu yang mengubah kepala Garuda Pancasila dari menghadap ke kanan menjadi ke depan, kemudian menjadikannya logo organisasinya hingga akhirnya memicu keresahan di tengah masyarakat.

"Saat ini kami masih dalami bagaimana gerakannya, yang pasti hasil di lapangan mereka mengubah lambang negara kita, yaitu burung garuda," kata Wahyudijaya.

3. Paguyuban Tunggal Rahayu diduga berasal dari kelompok pengajian

Viral, Paguyuban di Garut Ubah Lambang Garuda dan Bikin Uang Sendiri!IDN Times/Istimewa

Wahyu mengungkapkan, dari hasil penelusuran sementara, Pemkab Garut telah menemukan informasi awal dari paguyuban tersebut. Berdasarkan penelusuran asal-muasal paguyuban itu diketahui ketua organisasi itu merupakan warga Kecamatan Caringin, Garut. Akan tetapi, tempat kumpul organisasi itu berada di Kecamatan Cisewu.

“Dari Camat Caringin, kita mendapatkan informasi bahwa paguyuban ini kegiatannya baru pengajian saja. Pengajian sendiri dilakukan untuk mencari pengikut,” kata dia.

4. Jadi anggota paguyuban akan diiming-imingi dapat Rp5 juta

Viral, Paguyuban di Garut Ubah Lambang Garuda dan Bikin Uang Sendiri!Ilustrasi uang Rupiah. IDN Times/Bayu D. Wicaksono

Wahyu mengungkapkan, untuk menjadi pengikut, calon anggota akan diberi uang Rp5 juta. Selain itu, organisasi itu juga menebar janji utang-utang para anggotanya bisa dilunasi. Utang itu akan dibayarkan menggunakan uang dari Bank Swiss.
 
“Sepintas memang paguyuban ini mirip dengan organisasi Amaliyah yang beberapa tahun lalu juga sempat menghebohkan Garut,” jelasnya.

5. Paguyuban Tunggal Rahayu juga punya uang sendiri

Viral, Paguyuban di Garut Ubah Lambang Garuda dan Bikin Uang Sendiri!IDN Times/istimewa

Selain mengubah lambang Garuda Pancasila, paguyuban ini juga mencetak mata uang sendiri. Meski demikian, satuan mata uang masih memakai rupiah.

“Fakta ditemukannya uang ini kami temukan memang belakangan. Kami juga cukup kaget karena paguyuban ini mengeluarkan uang dengan pecahan 20 ribu, 10 ribu, 5 ribu dan 1 ribu," ujar Wahyu.

Dalam uang yang dicetak itu, ada gambar foto ketua pengurus paguyuban, Cakraningrat, yang tercetak di dalam uang tersebut. Meski begitu, foto tersebut merupakan hasil suntingan foto Sukarno. Anehnya lagi, uang tersebut memuat tulisan Bank Indonesia. Kualitas cetakannya juga tidak terlalu bagus.
 
 “Kalau lihat dari desain uang, ini yang aslinya adalah gambar Sukarno, namun bagian kepalanya diedit diganti oleh kepala ketua paguyuban,” ungkapnya.
 
 Dari informasi yang ia dapatkan, uang tersebut telah digunakan untuk bertransaksi oleh sejumlah pengikut paguyuban tersebut. Meski begitu, Pemkab Garut masih mendalaminya soal aspek hukum uang tersebut.

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya