Picu Pro-kontra, Pemkab Cirebon Bahas Ulang Penamaan SiPEPEK 

Pembahasan dilakukan dalam rapat pimpinan Pemkab Cirebon

Cirebon, IDN Times- Penggunaan istilah SiPEPEK untuk aplikasi yang dikeluarkan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon terus memunculkan pro-kontra. Di media sosial (medsos) banyak warganet mengkritisi penamaan aplikasi dari program penanganan kemiskinan dan jaminan kesehatan Pemkab Cirebon tersebut.

Menanggapi banyaknya kritik dari warganet, pemerintah setempat berencana untuk mengkaji ulang penamaan tersebut.

"Minggu lalu memang sudah diinstruksikan untuk dilakukan pembahasan. Menanggapi soal ramainya penamaan aplikasi itu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Hilmy Rivai.

1. Masalah terletak pada pengucapan

Picu Pro-kontra, Pemkab Cirebon Bahas Ulang Penamaan SiPEPEK Istimewa/ aplikasi SiPEPEK Pemkab Cirebon

Hilmy menjelaskan, awalnya, penggunaan kata Pepek, diambil dari bahasa daerah Kabupaten Cirebon. Di kalangan masyarakat Cirebon, Pepek memiliki arti 'lengkap' atau 'komplit.'

SiPEPEK sendiri akronim untuk Sistem informasi Administrasi Pemerlu, Pelayanan Kesejahteraan Sosial. Namun, di daerah lain, kata Pepek memiliki arti kemaluan perempuan.

"Sebenarnya pelafalannya saja yang salah kaprah. Kalau 'pepek' yang dimaksud itu dalam bahasa Cirebon, artinya komplit atau semuanya ada," kata Hilmy.

Di kalangan masyarakat Cirebon sendiri, Pepek yang memiliki arti lengkap atau komplit, dieja seperti halnya saat mengucapkan kata 'Bekasi.' Dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat Kabupaten Cirebon biasa menggunakan bahasa jawa.

2. Segera menggelar rapat pimpinan

Picu Pro-kontra, Pemkab Cirebon Bahas Ulang Penamaan SiPEPEK ilustrasi rapat komunitas (pexels.com/Thirdman)

Kendati tujuan awal penggunaan SiPEPEK untuk melestarikan bahasa daerah, Hilmy menyebut, tetap akan mengkaji ulang penamaan aplikasi tersebut. Keputusan itu diperkuat dengan adanya permintaan perubahan nama dari sebagian kalangan, yang menganggap SiPEPEK menghadirkan konotasi negatif.

SiPEPEK sendiri merupakan aplikasi inovasi dari Dinsos. "Karena yang membuat aplikasi itu adalah Dinsos, maka kami akan segera lakukan rapat pimpinan (Rapim) bersama Dinsos untuk melakukan pembahasan lebih lanjut. Hal itu guna melakukan evaluasi untuk mendapatkan jalan keluar soal penamaan yang lebih tepat," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon Indra Fitriani mengatakan, pihaknya akan segera menggelar Rapim, guna membahas SiPEPEK yang viral itu. 

"Sesuai apa yang yg disampaikan Pak Sekda. Kami akan RAPIM dulu," kata dia.

Disinggung apakah nantinya akan ada perubahan nama, Fitri, demikian dia biasa disapa menjelaskan, akan ditentukan dalam Rapim tersebut. "Tergantung hasil RAPIM," jelas dia.

3. SiPEPEK diluncurkan pada April 2023

Picu Pro-kontra, Pemkab Cirebon Bahas Ulang Penamaan SiPEPEK SiPEPEK/ tangkapan layar video

Sementara itu, dikutip dari video Bappelitbangda Kabupaten Cirebon yang beredar di medsos, SiPEPEK sudah diperkenalkan pada pertengahan 2023 lalu.

Hal itu seperti disampaikan langsung Kadinsos, dalan video tersebut. "Dari Dinas Sosial Kabupaten Cirebon akan menyampaikan satu inovasi yaitu SiPEPEK. Sistem informasi administrasi Pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial. SiPEPEK ini sudah kita luncurkan pada April 2023," kata Fitri dalam video tersebut.

Namun, aplikasi SiPEPEK akhirnya mendapat komentar negatif dari warganet di medsos, beberapa waktu lalu. Tanggapan negatif itu seiring dengan adanya makna berbeda di daerah lain, untuk istilah Pepek. Penelusuran IDN Times di KBBI, Pepek salah satunya memiliki arti kelamin perempuan. 

Baca Juga: SiPEPEK, Aplikasi Pemkab Cirebon yang Bikin Warganet Gagal Fokus

Baca Juga: Linimasa Kasus Pembunuhan Vina-Eky Cirebon yang Masih Jadi Misteri 

Topik:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya