Comscore Tracker

Keunikan Daerah di 127 Desa Wisata Digenjot Demi Tarik Wisatawan

Ekonomi daerah anjlok akibat larangan berwisata

Bandung, IDN Times - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat mulai fokus melakukan pendampingan persiapan teknis kepada pengelola 127 Desa Wisata. Harapannya desa wisata ini bisa meningkatkan keunikan daerah guna menggaet wisatawan ke depannya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi taufik mengatakan bahwa komitmen tersebut terus dilakukan meski di tengah pandemi COVID-19. Peningkatan ini pun penting agar desa bisa mengikuti ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

“Kami terus mendorong Desa wisata dengan keunikan serta keaslian atraksi wisata alam, budaya, kuliner dan produk ekonomi kreatifnya terus ditingkatkan dari sisi kualitasnya,” ujarnya melalui siaran pers dikutip, Jumat (30/7/2021).

1. Para ahli bidang wisata dilibatkan dalam pengembangan

Keunikan Daerah di 127 Desa Wisata Digenjot Demi Tarik WisatawanIDN Times/Aris Darussalam

Pendampingan yang dilakukan Disparbud Jabar bersama dinas pariwisata di tingkat kabupaten dalam rangka ADWI 2021 menyangkut banyak hal. Di antaranya pemanfaatan digital marketing atau promosi melalui media sosial.

Selain itu ada juga pembuatan foto atau video untuk video profil desa wisata, pengelolaan homestay, toilet, standar CHSE, penguatan produk lokal, pengemasan produk dan brandingnya.

Program ini juga ajang untuk mempromosikan desanya dan memperkuat jejaring desa wisata baik di Jawa Barat dan di tingkat hasional. Pemprov jabar akan membantu membantu persiapannya termasuk pendampingan seperti dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP).

Kemudian, kategori kuliner akan melibatkan komite Ekraf Jabar untuk mendampingi bagaimana pemgemasan, kesehatan, packaging, branding. "Bimtek ini pun termasuk dalam pola penyusunan proposal, mengemas foto dan video," kata Dedi.

2. Diharap ada desa wisata kelas dunia muncul dari Jawa Barat

Keunikan Daerah di 127 Desa Wisata Digenjot Demi Tarik WisatawanWisata Sungai Asahan (Seringjalan.com)

Dari ratusan desa wisata yang menjadi peserta, di antaranya Desa Batulayang dan Desa Tugu Selatan, di Cisarua Bogor, kemudian Desa Cibuntu di Kabupaten Kuningan dan Desa Saung Ciburial di Garut.

Hal ini diapresiasi Menteri Parekraf Sandiaga Uno saat membuka Workshop dan Bimbingan Teknis Online kepada peserta dari wilayah IV Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten.

Sandiaga Uno berharap dalam ajang ini bisa muncul desa wisata berkelas dunia dari Jawa Barat. "Pemerintah daerah diminta untuk terus menggali potensi destinasi yang bisa berdampak pada ekonomi," kata dia.

3. Vaksinasi di desa wisata pun dipercepat

Keunikan Daerah di 127 Desa Wisata Digenjot Demi Tarik WisatawanIDN Times/Aris Darussalam

Beragam upaya untuk mencapai target vaksinasi satu juta orang per hari yang kini sedang digalakan oleh pemerintah, berbagai tema disuguhkan untuk menarik minat masyarakat. Salah satunya yakni dengan program VANIC yaitu Vaksinasi Asyik Ditempat Picnic yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Cicalengka yang bekerjasama dengan pengelola tempat wisata alam Dreamland Cicalengka.

"Dalam hal ini, atas nama pemerintah pusat kami menyampaikan banyak terima kasih kepada unsur pemerintah daerah Kabupaten Bandung atas program yang digulirkan terkait VANIC yang merupakan salah satu terobosan guna mendorong percepatan penanggulangan COVID-19 serta sebagai langka pemulihan ekonomi di sektor pariwisata," kata Sandiaga.

Sementara Kapolsek Cicalengka Komisaris Polisi (Kompol) Aep Suhendi mengatakan bahwa alasan kegiatan ini mengusung tema VANIC merupakan salah satu upaya untuk menarik minat masyarakat terhadap program pemerintah pusat terkait program vaksinasi satu juta satu hari.

"Memilih tempat wisata sebenarnya hanya judul dan tema saja, salah satunya adalah untuk memotivasi dan merangsang masyarakat agar mau hadir untuk ikut vaksinasi. Kedua tadi bapak menteri juga mengatakan dengan berwisata mudah-mudahan imun akan meningkat," ujar Aep Suhendi.

Baca Juga: Minim Anggaran, Desa-desa di KBB Keberatan PPKM Mikro Pakai Dana Desa

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya