Pengerjaan BRT Bandung Buruk, Farhan Bekukan Proyek Sementara

- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, membekukan sementara proyek BRT setelah menemukan kualitas pengerjaan yang buruk di beberapa titik utama kota.
- Pemerintah Kota Bandung menolak penambahan pekerjaan baru dan menunda izin pembangunan hingga kontraktor memperbaiki hasil kerja di lima lokasi bermasalah.
- Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandung akan mengirim surat resmi ke Kemenhub untuk menyampaikan sikap terkait standar pengerjaan proyek BRT yang belum terpenuhi.
Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandung memutuskan membekukan sementara proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) setelah menemukan sejumlah persoalan dalam kualitas pengerjaan infrastruktur di lapangan.
Keputusan itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, usai meninjau langsung progres pembangunan BRT di beberapa titik di Kota Bandung. Dalam peninjauan tersebut, Farhan menilai hasil pengerjaan proyek transportasi publik itu belum menunjukkan standar yang layak untuk proyek berskala besar.
Padahal, proyek BRT digadang-gadang sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan sekaligus memperbaiki mobilitas warga di Kota Bandung.
“Saya putuskan semua izin pembangunan BRT dibekukan sampai mereka bisa merapikan yang ada di lima titik,” kata Farhan.
1. Pengerjaan di lima titik proyek tidak sesuai standar

Dalam peninjauan tersebut, Farhan menemukan beberapa lokasi yang kondisi pengerjaannya dinilai belum rapi. Lima titik yang menjadi sorotan yakni di Jalan Ir. H. Juanda (Dago), Jalan Merdeka, Jalan R.E. Martadinata (Riau) di depan Taman Pramuka, serta dua titik di kawasan Dago yakni sekitar Dago 101 dan depan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Menurut Farhan, pengerjaan di titik-titik tersebut harus segera diperbaiki sebelum proyek dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“BRT itu pekerjaannya jelek sekali. Tidak ada tanda-tanda bahwa itu proyek strategis nasional. DPMPTSP, izinnya ditunda dulu sampai mereka bisa menyelesaikan,” ujarnya.
2. Pemkot tidak izinkan proyek bertambah

Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung tidak akan mengizinkan adanya penambahan pekerjaan baru, baik pembangunan koridor maupun pekerjaan lain yang berkaitan dengan proyek BRT, sebelum kondisi di lapangan diperbaiki.
Ia bahkan menyebutkan, berdasarkan hasil peninjauan sementara, pemerintah kota bisa menolak kelanjutan proyek tersebut jika kualitas pengerjaan tetap seperti yang ditemukan saat ini.
“Sampai hari ini statusnya adalah hasil peninjauan saya menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bandung menolak BRT kalau melihat hasil pekerjaan seperti itu,” katanya.
3. Pemkot kirim surat ke Kemenhub

Sebagai langkah lanjutan, Farhan mengatakan akan menyampaikan surat resmi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di bawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Surat tersebut akan berisi sikap Pemerintah Kota Bandung terkait kondisi pengerjaan proyek yang dinilai belum memenuhi standar.
“Saya tidak ragu-ragu. Saya akan sampaikan suratnya nanti ke Dirjen Perhubungan Darat,” kata Farhan.
Ia menegaskan seluruh izin konstruksi yang berada di bawah kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung untuk sementara dibekukan hingga perbaikan benar-benar dilakukan.
“Melihat hasil pekerjaan di titik tersebut maka Pemerintah Kota Bandung, Wali Kota menolak BRT sampai itu beres dan semua izin konstruksinya dari DPMPTSP kita bekukan dulu sampai itu beres,” ujarnya.
Farhan berharap kontraktor dan pihak terkait segera memperbaiki kualitas pengerjaan agar proyek transportasi publik tersebut dapat berjalan sesuai standar pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bandung.











![[QUIZ] Mudik Lebaran, Kamu Tahu Dampak Dibukanya Tol Bocimi 3?](https://image.idntimes.com/post/20251224/upload_7a617a928d3f4a50566e76c582c77392_675a7c7f-c74f-4722-8538-5ee90e9c8452.jpeg)
![[QUIZ] Kamu Tahu Penyebab Dapur MBG Dihentikan?](https://image.idntimes.com/post/20210705/photo-1579028017684-1c828c18b5f6-c5123910372bd921d8d9c219b8a5e1d7-e3cc3a58d6f73a41df464a9bbe2f56db.jpeg)
![[QUIZ] Masjid di Bandung yang Ramai digunakan I’tikaf Saat Ramadan](https://image.idntimes.com/post/20260309/upload_da5c077288f25068d7146e5866b8b490_0cbe2e3f-e6dd-448a-8252-3f5f76e0c9ff.jpeg)
![[QUIZ] Bandung Zoo Tutup Saat Lebaran, Kamu Tahu?](https://image.idntimes.com/post/20251226/upload_f57cab0aab77752dcdbd30c28a345ad0_3ae98120-8ae9-43d7-92b1-adcf867f28fb.jpg)


![[QUIZ] Kamu Tahu Alasan Dapur MBG di Jabar Dihentikan?](https://image.idntimes.com/post/20250921/tempimagehnypae_79f1fbe7-5f36-468a-b654-4fde3d651e20.png)
![[QUIZ] Kamu Tahu Kenapa Bandung Ramai Saat Lebaran?](https://image.idntimes.com/post/20260212/1717398441-whatsapp-image-2024-06-02-at-2_e9ed7a8b-529f-41df-b2fb-b8bb7763d4c5.jpg)