ilustrasi pasien COVID-19 (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Nina mengatakan, dirinya juga telah mendengar kabar endemi dari WHO. Hanya saja, hal ini belum bisa diterapkan di 27 kabupaten dan kota yang ada di Jabar. Sebab, pemerintah pusat sendiri masih belum menetapkan status yang sama.
"Kalau mendengar kabar dari WHO memang kita sudah tahu endemik tapi tentu kita akan mengikuti aturan endemi yang ada di Indonesia. Tapi Kemenkes menyatakan ini masih dalam masa transisi," ungkapnya.
Melihat pergerakan terbaru kasus COVID-19 yang ada di Jabar, Nina mengatakan, status transisi menang tepat diterapkan untuk Jabar. Sebab, beberapa hari kemarin kasus COVID-19 di Jabar mengalami peningkatan.
"Di Jabar sebetulnya masih ada peningkatan walaupun tidak signifikan seperti delta dulu, tapi ini jelas ada peningkatan dan BOR juga meningkat tapi kalau kita lihat situasinya ini tidak mengkhawatirkan karena kita sudah sekitar 90 persen vaksin ke-1, yang kedua juga sudah tinggal, dah tinggal booster," katanya.