Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspada! Pandemik COVID-19 di Jabar Belum Berakhir!
Ilustrasi tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Bandung, IDN Times - Kasus COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) belum berakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar memastikan saat ini status pandemik masih diterapkan di 27 kabupaten dan kota yang ada di Jabar.

Belum dicabutnya status pandemik COVID-19 sendiri mengikuti langkah dari pemerintah pusat. Meski saat ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan endemi. Dinkes Jabar memastikan, aturan penanganan COVID-19 masih mengikuti pemerintah pusat.

1. Jabar belum terapkan endemik COVID-19

Ilustrasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Kendati demikian, kasus COVID-19 sendiri nantinya akan menjadi penyakit biasa. Hanya saja, saat ini status pandemik COVID-19 masih diterapkan. Artinya, virus tersebut masih menjadi perhatian bersama di wilayah Jabar.

"Kalau sudah endemi itu bisa dianggap seperti penyakit biasa, tapi karena ini masih dalam masa transisi dan pemerintah juga belum menyatakan endemi, tapi kita tetap harus hati-hati," ujar Kepala Dinkes Jabar, Nina Susana Dewi, dikutip Rabu (10/5/2023).

2. Dinkes Jabar mengikuti pemerintah pusat

ilustrasi pasien COVID-19 (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Nina mengatakan, dirinya juga telah mendengar kabar endemi dari WHO. Hanya saja, hal ini belum bisa diterapkan di 27 kabupaten dan kota yang ada di Jabar. Sebab, pemerintah pusat sendiri masih belum menetapkan status yang sama.

"Kalau mendengar kabar dari WHO memang kita sudah tahu endemik tapi tentu kita akan mengikuti aturan endemi yang ada di Indonesia. Tapi Kemenkes menyatakan ini masih dalam masa transisi," ungkapnya.

Melihat pergerakan terbaru kasus COVID-19 yang ada di Jabar, Nina mengatakan, status transisi menang tepat diterapkan untuk Jabar. Sebab, beberapa hari kemarin kasus COVID-19 di Jabar mengalami peningkatan.

"Di Jabar sebetulnya masih ada peningkatan walaupun tidak signifikan seperti delta dulu, tapi ini jelas ada peningkatan dan BOR juga meningkat tapi kalau kita lihat situasinya ini tidak mengkhawatirkan karena kita sudah sekitar 90 persen vaksin ke-1, yang kedua juga sudah tinggal, dah tinggal booster," katanya.

3. Peningkatan terjadi saat lebaran 2023

ilustrasi pandemi COVID-19 (ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat)

Peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi ini terlihat saat Idul Fitri 1444 H. Menurut Nina, pada saat lebaran ada tren peningkatan kasus, hal ini diiringi dengan mobilitas masyarakat yang tergolong tinggi, relaksasi tempat wisata juga telah dilakukan.

"Pada saat lebaran itu meningkat. Jadi pada awal Maret hanya 65 pasien, begitu lebaran itu sampai 300-400, bahkan hingga 600 kasus. Tapi sekarang sudah menurun 300 lagi tapi tetap kami meningkatkan kesiapan karena Bandung raya ini paling tinggi dan BOR-nya juga tinggi," katanya.

Meski begitu, untuk kekebalan imun di Jabar sendiri sudah mulai terbangun. Artinya, pemberian vaksinasi COVID-19 juga terus dilakukan, baik vaksinasi pertama hingga booster kedua.

"Kita harus tetap menjalankan prokes dengan baik. Karena kita tidak tahu yang namanya artaktur virus itu penyebarannya lebih cepat walaupun gejalanya seperti flu biasa. Jadi tetap harus prokes karena di Jabar masih ada dan tinggi," kata dia.

4. Ridwan Kamil optimistis pandemik segera berakhir

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil alias Emil optimistis Jabar bisa bangkit dan kembali normal dari pandemik COVID-19. Hal ini menyusul adanya kabar WHO yang sudah menetapkan status endemik COVID-19. Namun, dia juga tetap mendorong masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas.

"Saya laporkan karena WHO sudah mencabut status pandemi, artinya hidup kita insya Allah akan normal lagi. Tapi ini menjadi pelajaran mohon selalu peduli dengan kesehatan, higienitas, dan kebersihan. Insya Allah kalau itu dilakukan, negara ini akan luar biasa," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article