Ilustrasi pencemaran air (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)
Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Jayamekar, Rendra Gustiawan mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Barat setelah meninjau langsung kawasan industri pengolahan batu kapur beberapa waktu lalu.
"Memang betul. Hari ini kami memulai pemeriksaan kesehatan terhadap beberapa keluarga yang diindikasikan terdampak dari aktivitas beberapa pabrik yang kemarin ditinjau langsung oleh Bapak Gubernur. Di sini pemeriksaan kesehatan terhadap keluarga-keluarga yang terdampak, terutama di wilayah RW 19, Desa Padalarang," katanya.
Rendra menyebutkan, pemerintah telah mendata sebanyak 557 warga sebagai sasaran pemeriksaan. Pelaksanaan pemeriksaan ditargetkan selesai dalam lima hari dengan kapasitas sekitar 100 warga setiap harinya.
Menurutnya, pemeriksaan difokuskan untuk mendeteksi kemungkinan adanya dampak polusi terhadap kesehatan masyarakat, terutama gangguan saluran pernapasan. Program tersebut juga diintegrasikan dengan tracing tuberkulosis (TB), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta tracing ABC.
"Untuk hari Sabtu kemarin, alhamdulillah di wilayah kerja Puskesmas Jayamekar kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 100 warga di RW tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 24 orang telah menjalani pemeriksaan spirometri atau pemeriksaan fungsi paru," kata Rendra.
Adapun hasil pemeriksaan masih dalam proses analisis oleh Rumah Sakit Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat dan akan diumumkan setelah seluruh pemeriksaan selesai dilakukan. Ditanya terkait pengukuran kualitas udara di wilayah tersebut, Rendra mengaku ada keterbatasan peralatan yang belum memadai.
"Kami masih menunggu kolaborasi dengan instansi terkait. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan kami bisa mendapatkan alat, baik dari institusi pendidikan maupun dari puskesmas lain yang memiliki fasilitas tersebut," kata dia.