Warga Cinunuk Tak Menyangka Ada Penculikan di Sekitar Rumah

- Polda Jabar memburu Taufik Hidayat yang menyekap dan menganiaya kekasihnya hingga korban luka berat, serta telah menetapkannya sebagai tersangka dan masuk Daftar Pencarian Orang.
- Istri penjaga indekos sering mendengar suara benturan dari kamar pelaku, namun tidak menemukan hal mencurigakan karena korban selalu dikurung dan tak diperbolehkan bertemu siapa pun.
- Pelaku mulai menyewa kamar sejak Maret 2026, membawa korban dalam kondisi lemah dengan wajah tertutup helm dan jaket abu-abu, tanpa pernah terdengar meminta pertolongan.
Bandung, IDN Times - Aparat kepolisian dari Polda Jabar telah melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) di indekos yang berada di belakang Griya Cinunuk, Kabupaten Bandung, tempat seorang perempuan disekap dan dianiaya oleh Taufik Hidayat. Perempuan berinisial Y tersebut kondisinya sekarang mengenaskan dan harus dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
Di dalam ruangan 3x4 meter tersebut, Y mengalami penyiksaan oleh Taufik. Meski tetangga indekos sempat mendengar adanya pukulan ke tembok, mereka tidak mendengar adanya tangisan atau teriakan dari dalam kamar.
Olah TKP yang dilakukan polisi pun menjadi tontonan masyarakat sekitar. Salah satunya adalah Iyan yang membuka warung makan tidak jauh dari tempat kejadian. Dia tidak menyangka ada kasus penculikan dan penganiayaan di sekitar tempatnya berdagang.
"Ga nyangka aja tadi sempat lihat polisi rame di situ (kamar indekos). Karena selama ini juga di sekitar sini ma adem aja gitu," papar Iyan, Selasa (23/6/2026).
Dia menuturkan selama menjaga warung makan, Taufik cukup sering membeli makan di tempatnya. Sehingga Iyan hapal bagaimana tingkah laku dia ketika membeli makan.
"Biasanya beli makan buat dua orang, bilangnya buat temen, bukan buat istri atau pacar," ungkap Iyan.
Makanan yang dibeli pun sangat sederhana. Jarang membeli ayam atau ikan, paling sering tahu, tempe, telor, atau jengkol," kata dia.
Iyan menyebut bahwa perawakan Taufik tidak begitu besar maupun kecil. Tingginya pun biasa saja sekitar 170 sentimeter. Namun, dia ingat ada tato di bagian dada Taufik walaupun kurang begitu jelas tato apa itu.
"Suka pakai kaos gitu keliatan lah pas beli makan kaya ada tato di badannya," ujarnya.
Sementara itu warga lainnya yang juga menyaksikan olah TKP ini, Euis, kaget dengan adanya penyiksaan di dalam indekos. Dia menyayangkan tetangga kamar yang seharusnya menaruh rasa curiga dengan adanya perempuan di dalam kamar tapi tidak pernah terlihat secara langsung.
"Masa sih ga lihat atau ga tahu ada orang di dalam. Kan aneh katanya tinggal suami-istri tapi yang istrinya ga ada yang tahu tetangganya," kata dia.
1. Pelaku masuk daftar pencarian orang

Saat ini Polda Jabar telah membentuk tim gabungan untuk memburu Taufik yang diduga menyekap serta menganiaya kekasihnya. Kasus itu sudah dilaporkan ke Polda Jabar oleh kakak dari korban yakni Afif Shandy (30). Adapun akibat dianiaya, korban menderita luka berat pada bagian kepala, wajah, dan kaki sehingga tak dapat melihat, berjalan, dan berbicara dengan normal.
Kini, kasus itu sedang diselidiki oleh polisi. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Polda Jabar tidak memberi ruang kepada pelaku, ya, pelaku-pelaku kekerasan seperti ini. Kami akan cari terus keberadaannya di mana dan memohon dukungan dari masyarakat seluruhnya, ini harus kita ungkap dan kita proses sesuai hukum yang berlaku," kata Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan.
2. Penjaga indekos sering dengar suara benturan

Sementara itu, istri penjaga indekos di kawasan Cinunuk, Kabupaten Bandung, Mulyati, mengaku tidak mengetahui pasti sosok perempuan yang belakangan ditemukan menjadi korban penganiayaan. Sebab korban selalu berada di dalam kamar dan tidak diperbolehkan oleh pelaku untuk bertemu siapapun.
Selama pelaku menyewa kamar, Mulyati mengaku sempat mendengar suara benturan dari dalam kamar. Namun, saat dicek tidak ditemukan hal yang mencurigakan sehingga dirinya tidak menaruh curiga lebih jauh.
"Suara pukulan atau tendangan ke tembok sering terdengar. Tapi pas saya datangi tidak ada apa-apa," kata Mulyati, Selasa (23/6/2026).
3. Korban pertama kali datang dalam kondisi lemah dan tertutup

Mulyati menuturkan pelaku datang menyewa kamar pada 9 Maret 2026. Saat pertama kali tiba, korban tidak langsung diperlihatkan kepada pengelola indekos.
Ketika akhirnya melihat korban, kondisinya dinilai tidak seperti orang sehat. Korban berjalan sangat pelan dengan wajah tertutup helm dan mengenakan jaket abu-abu.
"Ceweknya tidak dibawa ke sini saat pertama datang. Pas saya lihat, dia masih bisa jalan tapi seperti orang sakit, pelan-pelan. Pakai helm dan jaket abu-abu, wajahnya tertutup," ujar dia.
Meski tinggal cukup lama di kamar tersebut, Mulyati mengaku tidak pernah mendengar korban berteriak ataupun meminta pertolongan.
"Saya tidak pernah dengar suara perempuan, tidak ada rintihan atau minta tolong. Yang sering terdengar malah batuk pelaku yang keras," katanya.

















