Warga Berburu Sembako Murah di Tengah Mahalnya Harga di Pasaran

- Ratusan warga Bandung antre di Kodim 0618 untuk menukar kupon Rp60 ribu dengan paket sembako murah berisi beras, minyak, mie, dan terigu di tengah naiknya harga pangan Ramadan.
- Kegiatan sosial dari Masyarakat Tionghoa Peduli menargetkan distribusi 10.000 paket sembako di 10 lokasi Bandung selama Ramadan, disertai layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar.
- Polrestabes Bandung juga menggelar Gerakan Pangan Murah dengan 17 item kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar guna menekan lonjakan harga menjelang bulan puasa.
Bandung, IDN Times - Ratusan warga di Kota Bandung memadati kantor Komando Distrik Militer 0618/Kota Bandung, Rabu (25/2/2026). Antre sejak pagi hari, mereka telah membawa kupon seharga Rp60 ribu untuk mendapatkan sejumlah bahan pokok yang dibutuhkan sehari-hari.
Ketika pukul 09.00 WIB, antrean pengambilan barang pokok pun dibuka. Kupon yang telah dibawa kemudian ditukarkan dengan beras, mie, minyak, dan terigu, satu orang hanya bisa membawa satu kupon.
Sonah, salah satu warga yang mendapatkan bantuan pangan murah menuturkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk masyarakat khususnya di bulan Ramadan. Apalagi harga sembako di pasaran ketika bulan ini pasti naik karena kebutuhan masyarakat juga meningkat.
"Harga minyak naik, beras juga naik. Saya biasa beli beras sekilo itu sekitar Rp17 ribu, minyak juga bisa Rp19 ribu yang minyakita, belum mie juga sekitar Rp4.000 satuannya. Kalau ini sekarang bayar Rp60 ribu sudah dapat beras aja lima kg, minyak juga dapat merek yang lebih bagus," ungkap Sonah.
1. Pasar murah harus diperbanyak

Mencari pasar murah juga dilakukan Maya. Rekan Sonah ini sering kali mendapatkan informasi dari pihak kelurahan maupun RW mengenai titik pasar murah. Dia kemudian mendatangi tempat-tempat tersebut agar bisa mendapatkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau.
"Kalau Ramadan sekarang baru ini aja. Kalau biasa seperti tahun lalu ini banyak kan sembako murah saya suka datangi atau cari kuponnya biar bisa dapat harga lebih miring lah," papar Maya.
Warga lainnya, Ian, sumringah dengan dapatnya sembako murah. Datang dari daerah Kiaracondong yang jauh kantor Kodim, dia sengaja membeli kupon karena harganya memang lebih murah ketika dibandingkan.
"Sekarang kan kebutuhan banyak kalau puasa, makanya lumayan dapat barang lebih murah. Ini bukan disimpan pas Lebaran, tapi memang buat dipakai sehari-hari saja," paparnya.
2. Ada 10 ribu paket bisa dibeli warga

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Masyarakat Tionghoa Peduli, Herman Widjaja, menyampaikan bahwa kegiatan ini secara konsisten dilakukan setiap tahunnya dengan tujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan selama menjalankan ibadah puasa.
"Pada kegiatan perdana hari ini di Kodim Kota Bandung, kami telah mendistribusikan kurang lebih 1.100 paket sembako. Selain pembagian paket, kami juga menyelenggarakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar," ujar Herman Widjaja.
Herman menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial ini akan terus berlanjut. Selama bulan Ramadan, MTP menargetkan penyelenggaraan kegiatan serupa di kurang lebih 10 titik lokasi berbeda di wilayah Bandung, dengan total target distribusi mencapai 10.000 paket.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan banyak pihak. Mengakhiri pernyataannya, Herman Widjaja menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah tulus menyisihkan rezekinya, serta kepada seluruh relawan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi kelancaran dan kesuksesan acara ini," pungkasnya.
3. Jual sembako murah juga dilakukan di Polrestabes Bandung

Polrestabes Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Ramadan. Pelaksana Tugas (Plt) Kapolrestabes Bandung, Kombes Adi Wijaya, mengatakan program ini memang ditujukan menahan lonjakan harga sejumlah bahan pangan.
Adi menjelaskan, beberapa komoditas belakangan mengalami kenaikan harga sehingga menyulitkan masyarakat. Karena itu, ia bersama sejumlah instansi menghadirkan pasar murah dengan harga di bawah pasaran, bahkan lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami siapkan 17 item kebutuhan pokok. Harganya lebih murah daripada harga pasar dan masih di bawah HET,” ujar Adi, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan berlangsung pukul 15.00–18.00 WIB di halaman Mapolrestabes Bandung. Menurutnya, warga yang datang mayoritas berasal dari sekitar kawasan kantor polisi dan terlihat antusias sejak awal kegiatan.
“Dari tadi warga silih berganti datang membawa belanjaan. Artinya antusiasnya sangat baik dan tinggi,” katanya.


















