Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Bandung Tidak Tertib Bermasker, Satpol PP Belum Beri Denda

Warga Bandung Tidak Tertib Bermasker, Satpol PP Belum Beri Denda
Seorang pria merokok di sebelah mural pria dengan masker ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Kamis (30/7/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Eloisa Lopez)
Share Article

Bandung, IDN Times - Warga Kota Bandung masih belum tertib mengenakan masker dalam masa pandemik virus corona (COVID-19). Setidaknya ada ratusan warga Bandung yang ditegur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sejak beberapa hari lalu.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, ratusan warga Kota Bandung yang tak menggunakan masker terletak di beberapa area. Sayangnya, ia tidak bisa menjelaskan secara rinci, berapa total warga yang mendapat teguran.

"Mereka ditegur, identitas dicatat. Tak bermasker banyak ditemui di pusat perbelanjaan, pasar, dan sejumlah taman," ujar Rasdian saat dihubungi, Sabtu (9/8/2020).

1. Pelanggaran masih akan berupa teguran terlebih dahulu

Seorang anak lelaki Muslim memakai masker pelindung meninggalkan Mesjid Agung setelah salat Idul Adha saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di kota tua Delhi, India, Sabtu (1/8/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi)
Seorang anak lelaki Muslim memakai masker pelindung meninggalkan Mesjid Agung setelah salat Idul Adha saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di kota tua Delhi, India, Sabtu (1/8/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi)

Meski tidak menyebutkan data secara spesifik, Rasdian mengaku, pengawasan penertiban masyarakat yang tak mengenakan masker dengan tertib diawasi di seluruh pasar, dan beberapa tempat umum di Kota Bandung. Dia mengatakan, saat ini sanksi juga masih belum berlaku, hanya sebatas teguran terlebih dahulu.

"Jumlah total ada 35 pasar di Kota Bandung, selama pengawasan ada ratusan lebih yang tidak pakai masker, masih kita imbau masih dalam kategori ringan," ungkapnya.

2. Sosialisasi denda masih dilakukan

Satpol PP Sleman saat melakukan operasi masker di kawasan Kaliurang. Dok: Satpol PP Sleman
Satpol PP Sleman saat melakukan operasi masker di kawasan Kaliurang. Dok: Satpol PP Sleman

Rasdian menuturkan, selain untuk pedagang dan pengunjung pasar, Satpol PP Kota Bandung juga akan turut memonitor beberapa area lain yang banyak menjadi tempat berkumpul masa dalam masa AKB.

"Sekarang lebih digalakan lagi karena denda diberikan, kita sambil sosialisasi kayak buat poster pakai masker atau denda," katanya.

3. Denda akan diberikan setelah melalui beberapa tahap

ilustrasi pandemik (ANTARA FOTO/REUTERS/Eloisa Lopez)
ilustrasi pandemik (ANTARA FOTO/REUTERS/Eloisa Lopez)

Walaupun saat ini sifatnya masih teguran, Rasdian menjelaskan, dalam beberapa waktu ke depan, penerapan sanksi denda akan dilakukan secara tegas. Masyarakat diminta tetap tertib kenakan masker dengan maksimal dan tidak asal-asalan.

"Peneguran itu merupakan tahap awal menuju sanksi sedang dan sanksi berat. Apabila seseorang terkena sanksi berat, maka denda sebesar Rp100 ribu," ungkapnya.

4. Identitas pelanggar akan dicatat

IndoProgress
IndoProgress

Ia menambahkan, beberapa data pelanggar dari ratusan yang tidak tertib kenakan masker sudah dicatat. Jika mereka diketahui kembali tidak tertib kenakan masker, maka akan langsung melalui beberapa tahap sanksi lainnya.

"Dari data yang sudah dicatat, jika mereka melanggar lagi, maka diberlakukan sanksi sedang dengan mengambil jaminan kartu identitas. Kalau ketemu lagi besoknya maka dia masuk pelanggaran ketiga yaitu denda," kata dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Azzis Zulkhairil
EditorAzzis Zulkhairil

Latest News Jawa Barat

See More

Oknum Bobotoh Aniaya Suporter saat Konvoi Persib, Keanggotaan Dicabut

28 Mei 2026, 18:55 WIBNews