Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Geng Motor Bawa Sajam di Pasupati, Polisi Amankan Empat Pelaku
Viral Geng Motor Bawa Sajam di Pasupati, Polisi Amankan Empat Terduga. IDN Times/Istimewa
  • Video viral geng motor Destroyer Vanity membawa sajam di Jembatan Pasupati bikin heboh warganet dan mendorong polisi bertindak cepat.
  • Tim Prabu 2 Polrestabes Bandung menangkap empat remaja diduga anggota geng, dua di antaranya masih pelajar SMP, beserta barang bukti senjata tajam.
  • Polrestabes Bandung membentuk Tim Unit Respon Cepat (URC) berisi 30 personel gabungan untuk menekan kejahatan jalanan dan menjaga keamanan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Puluhan pemuda yang tergabung dalam kelompok atas nama Destroyer Vanity viral di media sosial setelah video membawa senjata tajam (sajam) di Jembatan Pasupati ramai diperbincangkan. Dalam video tersebut, mereka melakukan konvoi pada malam hari sambil mengacungkan sajam.

Video ini pun mendapat kecamatan dari masyarakat. Warganet meminta aparat kepolisian untuk segera mengamankan mereka karena dikhawatirkan mengancam keamanan masyarakat.

Tak lama berselang dari viralnya video tersebut, aparat kepolisian kemudian menggunggah video terkait penangkapan empat orang diduga anggota kelompok tersebut.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi menuturkan, Tim Prabu 2 Polrestabes Bandung telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan berandalan jalanan di kawasan Flyover Pasupati, Jumat (12/06/2026) dini hari.

"Berdasarkan informasi yang diterima, kelompok tersebut bergerak (rolling) menuju Jalan Terusan Suryani. Saat petugas melakukan patroli dan penyisiran di lokasi tersebut, petugas mengamankan 4 orang yang berusaha melarikan diri saat akan diperiksa," kata Dedi dikutip dari paparan unggahan di akun Instagram @Polrestabesbandung.

1. Banyak yang berhasil kabur

Viral Geng Motor Bawa Sajam di Pasupati, Polisi Amankan Empat Terduga. IDN Times/Istimewa

Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin mengatakan, penangkapan bermula saat Tim Prabu 2 menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas tawuran di wilayah Holis sekira pukul 02.21 WIB.

"Setelah tiba di lokasi yang dimaksud, petugas melakukan pengecekan dan pemantauan, namun tidak ditemukan adanya aktivitas yang dimaksud. Selanjutnya Tim Prabu 2 melaksanakan patroli lanjutan ke wilayah Jalan Terusan Suryani," kata Asep.

Tim Prabu 2 kemudian melakukan patroli. Saat melintas di lokasi tersebut, petugas mendapati sekelompok orang yang berkumpul. Ketika akan diperiksa, kelompok tersebut berusaha melarikan diri sehingga polisi melakukan pengejaran.

"Dari belasan orang yang melarikan diri, petugas berhasil mengamankan empat orang," ujarnya.

2. Ditahan di Polsek Babakan Ciparay

Ilustrasi penjara. (Dok.IDN Times)

Keempat orang yang diamankan masing-masing berinisial RM (14), MR (15), MRA (19), dan MS (16). Dua di antaranya masih berstatus pelajar SMP, sementara dua lainnya telah lulus sekolah.

"Berdasarkan keterangan yang diperoleh, para terduga mengaku berasal dari komunitas TOM atau Tim Ogah Mundur," ungkap Asep.

Selanjutnya, Tim Prabu 2 berkoordinasi dengan Polsek Babakan Ciparay untuk menyerahkan keempat orang yang diamankan beserta barang bukti senjata tajam guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Tim Prabu 2 berkoordinasi dengan pihak Polsek Babakan Ciparay untuk menyerahkan keempat orang yang diamankan beserta barang bukti senjata tajam guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ucapnya.

3. Polrestabes Bandung siapkan tim khusus

Polrestabes Bandung Luncurkan Tim URC untuk Jaga Keamanan Warga

Untuk mengurangi potensi kriminalitas, Polrestabes Bandung melaunching Tim Unit Respon Cepat (URC). Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, dibentuknya Tim URC ialah untuk meningkatkan rasa keamanan dan ketertiban masyarakat. Tim ini merupakan gabungan dari tim Prabu, Perintis, dan unit Resmob.

"Jadi kerjanya tim ini nanti akan dioptimalkan dalam rangka pelayanan, lebih kepada pelayanan masyarakat, membuat Kota Bandung ini lebih aman, nyaman, dan kondusif," katanya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (29/5/2026).

Tim URC terdiri dari 30 personel terpilih. Kemampuan yang dimiliki para anggota tim nantinya akan terus dikembangkan agar mampu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Ia bilang, fokus penindakan Tim URC yaitu untuk mengantisipasi kejahatan jalanan seperti Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).

"Ini fokusnya kejahatan jalanan yaitu C3 ya, jadi termasuk Curanmor, Curas, Curat, Curanmor," ungkapnya.

Jika wargi bandung butuh bantuan silahkan hub :

DM IG : Polrestabes Bandung

Call Center : 110

Call Center Prabu : 081818612889

Editorial Team

Related Article