Bandung, IDN Times - Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili di Kota Bandung diwarnai temuan dugaan kejanggalan administrasi kependudukan. Saat melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah pendaftar, salah satunya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Bandung. Panitia menemukan satu alamat yang dihuni dua hingga tiga Kartu Keluarga (KK), alamat rumah yang tidak sesuai, hingga penghuni yang diduga hanya menginduk dalam KK.
Temuan tersebut muncul setelah sekolah menerima arahan dari Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk melakukan pengecekan langsung ke sejumlah alamat yang menjadi sorotan karena memiliki jarak sangat dekat dengan sekolah. Seluruh hasil verifikasi kemudian didokumentasikan dan dilaporkan kepada dinas sebagai bahan evaluasi sebelum penetapan hasil akhir SPMB.
"Ketika kami datang, ada yang satu rumah itu ada beberapa KK, seperti kos-kosan. Ada juga alamat yang tercantum ada nomor rumahnya, tetapi rumahnya tidak ada. Jadi hanya nomor alamatnya saja," kata Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 2 Bandung, Rahmat Abdillah, Senin (29/6/2026).
