Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Teror Macan Tutul di Sukabumi, 10 Kambing Tewas Diterkam

Teror Macan Tutul di Sukabumi, 10 Kambing Tewas Diterkam
Situasi kandang kambing yang diduga diterkam binatang buas di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
Share Article

Sukabumi, IDN Times - Warga Kampung Gunung Sari, Desa Cikarae Thoyyibah, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan kematian 10 kambing secara misterius.

Warga menduga kematian hewan ternak ini diakibatkan macan tutul, predator hutan di kawasan tersebut. Sebab, di bagian leher kambing ini terdapat luka gigitan.

"Pagi sekitar jam 05:30 ke sini (kandang kambing) untuk memberi makan, cuma dari jumlah 10 ekor, 8 kambing tergeletak sudah nggak bernafas dan dua ekor masih hidup walaupun ada luka bekas gigitan di leher dan akhirnya disembelih," kata Kepala Desa Cikarae Thoyyibah, Saepulrohmat kepada awak media beberapa waktu lalu.

1. Dua Ekor anak kambing hilang

Warga saat menguburkan hewan ternak yang tewas usai dimangsa macan tutul (IDN Times/Siti Fatimah)
Warga saat menguburkan hewan ternak yang tewas usai dimangsa macan tutul (IDN Times/Siti Fatimah)

Saepulrohmat menjelaskan, dari 10 ekor kambing yang diterkam ada dua anak ekor kambing yang hilang. Kedua anak kambing itu masih berusia tiga hari.

"Jadi sepuluh ekor, semua terluka di bagian leher, yang mati delapan ekor, yang dua hidup cuma posisi di lehernya sudah ada gigitan. Ada yang dibawa dua ekor anak (kambing) yang baru tiga hari lahir. Dibawa sama macan tutul," katanya.

2. Ada jejak kaki terduga macan tutul

Warga menunjukkan jejak kaki macan tutul di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
Warga menunjukkan jejak kaki macan tutul di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Setelah menerima laporan warga, pihak aparat desa lantas melakukan penelitian di lapangan. Tak jauh dari kandang kambing, pihaknya menemukan jejak kaki yang diduga macan tutul.

"Kita lihat di lapangan itu ternyata kambing itu dimakan oleh macan tutul karena dari lokasi ini ada beberapa bukti salah satunya bekas gigitan dan bekas telapak kaki macan itu," ujarnya.

3. Kejadian serupa sebulan yang lalu

Kondisi kandang kambing usai didatang macan tutul di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
Kondisi kandang kambing usai didatang macan tutul di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Kejadian hewan ternak diterkam macan ternyata pernah terjadi di kedusunan yang sama. Saepulrohmat mengatakan, sekitar sebulan lalu di Kampung Leuweung Datar terdapat dua ekor kambing milik warga mati dengan kondisi yang sama.

"Ini sudah beberapa tahun dulu-dulu pernah kejadian. Bulan kemarin masih satu kedusunan ada dua ekor kambing mati. Kejadian lagi jaraknya baru satu bulan di Kampung Leuweung Datar. Diperkirakan digigit semua ada bekas gigitan di kanan kiri," kata dia.

4. Pemilik melihat darah kambing berceceran

Warga menunjukkan lokasi hewan ternak yang diterkam macan tutul dikuburkan (IDN Times/Siti Fatimah)
Warga menunjukkan lokasi hewan ternak yang diterkam macan tutul dikuburkan (IDN Times/Siti Fatimah)

Tarip Kasim (50) selaku pemilik kambing mengaku kaget saat melihat hewan ternaknya tewas diterkam macan. Peristiwa itu baru diketahui saat ia akan memberi pakan kambing.

"Kaget, jadi sudah pada tergeletak semua lehernya pada bolong. Yang dua terselamatkan masih bisa disembelih cuma lehernya sudah pada putus. Pas kejadian datang ke kandang kambing itu ternyata sudah banyak darah, kirain ada yang motong ternyata pas diperiksa lehernya pada digigit," kata Tarip.

Tarip mengaku sudah menjadi peternak kambing selama satu tahun setengah. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami kerugian sebesar Rp20 juta. Warga khawatir dan berharap pemerintah terkait dapat mengambil sikap.

5. Respons BBKSDA

Tarip Kasim (kiri) pemilik hewan ternak yang dimangsa macan tutul di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
Tarip Kasim (kiri) pemilik hewan ternak yang dimangsa macan tutul di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Kepala Resor Konservasi Wilayah VII Sukabumi BBKSDA Isep Mukti Miharja mengatakan, pihaknya bersama Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Perum Perhutani sudah mendatangi lokasi hewan ternak yang diduga dimangsa macan tutul. Menurutnya, macan tutul itu diduga berasal dari hutan rimba Perum Perhutani.

"Ya (macan tutul) hasil penelusuran tanda-tanda yang kami temukan di lapangan. Macan tutul ini hewan yang dilindungi sehingga sementara imbauan melalui Kepala Desa ada beberapa opsi yang perlu dipahami dan dilakukan oleh masyarakat sekitar, bukan diburu," kata Isep.

Beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat yakni memahami hakikat macan tutul sebagai top predator (puncak jaringan rantai makanan) sehingga apabila diburu akan berakibat pada satwa di bawahnya seperti babi, monyet, ular akan merajalela.

"Meningkatkan penjagaan dan perondaan, mengokohkan kandang domba jadi tidak mudah bagi macan untuk masuk atau mengganggu domba dan hewan ternak masyarakat lainnya," tutupnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Siti Fatimah
EditorSiti Fatimah

Latest News Jawa Barat

See More

Ada Demo Besar-besaran dari BEM SI, ASN Pemprov Jabar Jalani WFA

17 Jun 2026, 14:53 WIBNews