Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai melirik pasar Eropa dan juga negara-negara Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan (BRICS) untuk ekspor produk kriya. Rencana ini mulai dilakukan usai penerapan Tarif Trump, timbal balik (resiprokal) kepada sebesar 32 persen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani mengatakan, tarif yang mulai berlaku saat ini turut membuat ekspor beberapa sektor industri yang ada di Jabar turut terdampak, bahkan beberapa pelaku industri binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) pun ikut terpengaruh.
"Ekspor kita itu berkaitan dengan tekstil. Tekstil ini termasuk dengan fashion gitu ya. Kemudian alas kaki, kemudian furniture, kemudian juga yang berkaitan dengan handicraft. Ini cukup banyak juga yang ke Amerika," kata Nining usai menghadiri pengukuhan pengurus Dekranasda Provinsi Jawa Barat periode tahun 2025 - 2030, di Bandung, Kamis (24/4/2025) sore.
