Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suasana Asrama NTT di Jabar Setelah Gempa Flores Magnitudo 7,7
Asrama NTT yang berlokasi di Jalan A.H. Nasution Nomor 950, Kota Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores merusak fasilitas publik, termasuk lima bandara, serta mengisolasi sejumlah wilayah di NTT.
  • Warga NTT di Asrama Bandung masih menunggu informasi resmi dari pemerintah daerah dan perwakilan NTT Jakarta sebelum menentukan bantuan bagi daerah terdampak.
  • Potensi tsunami dilaporkan mengecil; sebagian pengungsi telah pulang, sementara Asrama NTT Bandung menjadi pusat koordinasi warga dan pelaporan keluarga terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa magnitudo 7,7 di Flores, NTT, merusak sebagian fasilitas publik, termasuk lima bandara, serta mengisolasi sejumlah wilayah.
  • Who?
    Warga NTT di Jawa Barat, penanggung jawab Asrama NTT Yohanes Joni Ribeiro, keluarga warga di NTT, serta Pemerintah Provinsi NTT dan kantor penghubung NTT di Jakarta.
  • Where?
    Dampak gempa dilaporkan terjadi di Flores Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, dan Manggarai Timur. Warga NTT di Jawa Barat berkumpul dan berkoordinasi di Asrama NTT, Jalan A.H. Nasution Nomor 950, Kota Bandung.
  • When?
    Yohanes Joni Ribeiro menyampaikan kondisi tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026, setelah gempa magnitudo 7,7 terjadi di Flores.
  • Why?
    Warga NTT di Bandung masih menunggu informasi resmi mengenai dampak gempa untuk menentukan bantuan bagi keluarga dan masyarakat terdampak di NTT.
  • How?
    Asrama NTT di Bandung digunakan sebagai tempat koordinasi. Yohanes meminta warga yang keluarganya terdampak datang melapor, sementara langkah bantuan masih menunggu informasi satu suara dari perwakilan NTT.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar 7,7 terjadi di Flores, NTT. Lima bandara rusak dan beberapa tempat sulit didatangi. Orang NTT yang tinggal di asrama Bandung masih menunggu kabar dari pemerintah. Asramanya sepi dan tidak panik. Yohanes bilang keluarganya baik-baik saja. Orang yang sempat mengungsi mulai pulang karena bahaya tsunami mengecil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah ketidakpastian akibat gempa, suasana tenang di Asrama NTT Bandung mencerminkan adanya ruang untuk koordinasi yang tertib. Penghuni memilih menanti informasi resmi agar bantuan dapat benar-benar bermanfaat, sementara kabar potensi tsunami yang mengecil telah memungkinkan sebagian warga kembali ke rumah dan keluarga Yohanes dilaporkan baik-baik saja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandun, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah merusak sebagian fasilitas publik. Tercatat, ada sebanyak lima bandara yang mengalami kerusakan dan ada beberapa wilayah yang terisolir.

Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di Jawa Barat khususnya di Asrama Kota Bandung pun saat ini masih menunggu informasi lengkap dari pemerintah daerah terkait kondisi terkini setelah terjadi gempa bumi.

Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, Asrama NTT yang berlokasi di Jalan A.H. Nasution Nomor 950, Kota Bandung itu terlihat sepi, tidak nampak kepadatan dan kepanikan warga.

1. Masih menunggu kabar dari pemerintah NTT

Ilustrasi Gempa (IDN Times/Arief Rahmat)

Penanggung jawab Asrama NTT di Jawa Barat, Yohanes Joni Ribeiro mengatakan, sampai saat ini ia belum menerima informasi resmi dari Pemerintah Provinsi NTT maupun kantor penghubung NTT di Jakarta terkait dampak bencana tersebut.

"Kami yang tinggal di sini, belum dapat informasi dari pemerintah daerah Provinsi NTT maupun kantor penghubung Jakarta dengan terjadinya gempa di NTT," ujar Yohanes, saat ditemui, Sabtu (15/8/2026).

2. Informasi satu suara dari perwakilan NTT di Jakarta

Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Yohanes, informasi sementara yang diterimanya menyebut sejumlah kabupaten terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7, di antaranya Flores Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, dan Manggarai Timur.

"Tapi belum ada laporan resmi, karena kami juga melihat situasi di sana kira-kira apa yang kita mau buat (bantu) mereka di sana, untuk keluarga kita," katanya.

Yohanes mengatakan, ia masih menunggu informasi dari daerah sebelum menentukan langkah yang dapat diberikan kepada keluarga maupun masyarakat terdampak.

"Kami masih menunggu, karena ini kami kalau mencari sesuatu untuk keluarga kita di sana, mesti satu suara dari sana sehingga kita bisa jalankan supaya bisa bermanfaat buat mereka juga di sana," ujarnya.

2. Pemerintah NTT sebut potensi tsunami sudah mengecil

Ilustrasi gempa (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara itu, Yohanes mengaku telah berkomunikasi dengan keluarganya di NTT. Ia memastikan, keluarganya dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan rumah dan aset lainnya. Dia mengatakan, sebagian keluarga yang sebelumnya mengungsi juga telah kembali ke rumah setelah mendapat informasi bahwa kondisi tsunami mulai mengecil.

"Ada dari pemerintah itu bahwa tsunaminya makin mengecil, sehingga mereka kembali, sudah mulai ada yang kembali," ucapnya.

Yohanes menegaskan, Asrama NTT di Kota Bandung menjadi tempat koordinasi warga Nusa Tenggara Timur di Jawa Barat untuk berkumpul saat terjadi peristiwa bencana besar. Dia mengimbau agar masyarakat yang anggota keluarganya erdampak bisa datang dan melapor.

"Semuanya di sini, larinya ke sini karena dulu juga kita bencana waktu gempa bumi tahun 1992, terus tahun 2016 semua tampungnya di sini, barang-barang apa semua kita kirim pakai Hercules," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article