(Dok.Humas Pemkot Bandung)
Meski berpotensi menjadi tujuan pengalihan penerbangan, pengelola Bandara Husein belum dapat memastikan adanya penambahan frekuensi penerbangan maupun lonjakan jumlah penumpang.
Menurut Arie, penambahan penerbangan membutuhkan berbagai persiapan teknis, termasuk kesiapan apron dan kapasitas parkir pesawat. Karena itu, keputusan pengalihan penerbangan akan sangat bergantung pada kebutuhan operasional dan arahan regulator.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta setelah hasil paper test menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengimbau calon penumpang untuk tidak datang terlebih dahulu ke Bandara Soekarno-Hatta dan memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan masing-masing.
"Otoritas meminta penumpang memantau informasi terbaru langsung dari maskapai terkait status penerbangan masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang di tengah perubahan jadwal penerbangan," ujar Lukman dalam keterangan resminya.
Berdasarkan NOTAM terbaru, penutupan Bandara Soekarno-Hatta berlaku hingga Minggu (6/9/2026) pukul 09.30 WIB. Selama periode penutupan tersebut, tercatat 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan total 22.798 penumpang terkena dampak operasional.
Otoritas penerbangan menyatakan penyesuaian operasional akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan, dengan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.