Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Siap-siap, Jabar Diprediksi Hadapi Kemarau dan El Nino pada Agustus
Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Aditya Pratama)

  • Puncak musim kemarau di Jawa Barat diprediksi terjadi Agustus 2026, dengan potensi kekeringan dan karhutla akibat pengaruh El Nino yang membuat kondisi lebih kering dari biasanya.
  • BPBD Jabar menyiapkan tangki air bersih, alat pemadam, dan koordinasi lintas sektor sejak April, namun belum menetapkan status siaga karena cuaca masih menunjukkan anomali hujan di beberapa wilayah.
  • BMKG Bandung memprediksi kemarau tahun ini disertai El Nino moderat yang menurunkan curah hujan dan memperpanjang durasi kemarau, terutama di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2023

Jawa Barat mengalami kekeringan ekstrem akibat pengaruh El Nino. Sejumlah daerah seperti Bogor, Bandung, Ciamis, Bekasi, dan Garut masuk kategori terdampak tertinggi kekurangan air bersih.

April

BPBD Jawa Barat melakukan rapat koordinasi lintas sektor dengan BPBD kabupaten/kota, perangkat daerah, dan pihak swasta untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Mei

Beberapa wilayah di Jawa Barat mulai memasuki periode musim kemarau dengan kondisi lebih kering dari normal menurut data BMKG.

6 Juni 2026

Hadi Rahmat dari BPBD Jabar menyampaikan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla serta mengingatkan pola ekstrem 2023 bisa terulang jika El Nino menguat.

Agustus 2026

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Jawa Barat terjadi pada bulan ini, dipengaruhi fenomena El Nino yang menurunkan curah hujan secara signifikan.

kini

BPBD Jawa Barat masih memantau kondisi cuaca yang belum stabil dan belum menetapkan status siaga kekeringan secara resmi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jawa Barat diprediksi menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus 2026 yang disertai pengaruh fenomena El Nino, berpotensi menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
  • Who?
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung menjadi pihak utama yang menyampaikan prediksi serta langkah antisipasi.
  • Where?
    Wilayah terdampak meliputi berbagai daerah di Jawa Barat seperti Bandung Raya, Bogor, Ciamis, Bekasi, Garut, Majalengka, Sumedang, Subang, Sukabumi, dan Kuningan.
  • When?
    Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2026. Sejumlah wilayah telah memasuki periode kemarau sejak Mei tahun ini.
  • Why?
    Kondisi kering dipicu oleh pengaruh fenomena El Nino yang mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia sehingga curah hujan menurun secara signifikan di wilayah Jawa Barat.
  • How?
    BPBD Jawa Barat menyiapkan mobil tangki air bersih, peralatan pemadam kebakaran seperti mesin pompa alkon, serta melakukan koordinasi lintas sektor untuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Jawa Barat nanti bulan Agustus katanya akan panas sekali dan kering karena El Nino. Banyak tempat bisa kekurangan air dan hutan bisa terbakar. Dulu tahun lalu juga begitu. Orang-orang di BPBD dan BMKG sekarang sudah siap bawa mobil air dan alat semprot api supaya aman. Tapi kadang masih ada hujan juga di beberapa tempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Prediksi kemarau dan potensi El Nino di Jawa Barat justru menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem. BPBD telah menyiapkan peralatan, koordinasi lintas sektor, dan strategi mitigasi sejak dini, sementara BMKG memberikan informasi yang jelas dan terukur. Langkah-langkah ini mencerminkan kewaspadaan dan kolaborasi yang semakin matang dalam menjaga ketahanan daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat diprediksi terjadi pada bulan Agustus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat tengah menerapkan kesiapsiagaan untuk memitigasi terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi pada musim tersebut.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD, Hadi Rahmat, mengatakan, berdasarkan data BMKG beberapa wilayah di Jawa Barat telah memasuki periode musim kemarau sejak Mei, dengan kecenderungan kondisi lebih kering dibanding normal akibat pengaruh El Nino.

Kondisi serupa pernah terjadi pada 2023, yang tercatat sebagai tahun dengan dampak kekeringan relatif ekstrem. Sejumlah daerah bahkan masuk dalam kategori wilayah terdampak tertinggi kekurangan air bersih, di antaranya Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Ciamis, Bekasi, dan Garut.

"Kalau kita mengacu ke 2023, itu cukup ekstrem. Dan pola yang sama masih berpotensi terjadi jika El Nino kembali menguat," ujar Hadi, Sabtu (6/6/2026).

1. Kebakaran bisa terjadi di wilayah tutupan hutan produksi

Ilustrasi kekeringan (magnific.com)

Catatan BPBD Jabar menunjukkan sedikitnya 710 kejadian karhutla terjadi selama musim kemarau pada tahun sebelumnya. Adapun wilayah yang kerap menjadi titik rawan antara lain Majalengka, Sumedang, Subang, Sukabumi, Kabupaten Bandung, hingga Kuningan.

Peristiwa kebakaran hutan sebagian besar kejadian terjadi pada kawasan hutan produksi yang masih memiliki vegetasi mudah terbakar saat kemarau panjang.

"Rata-rata memang di wilayah dengan tutupan hutan produksi. Hutan alami di Jawa Barat sudah sangat berkurang," kata Hadi.

2. Jabar belum tetapkan status darurat

Ilustrasi kekeringan (pexels.com/Kritsada Seekham)

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Jawa Barat menyiagakan mobil tangki air bersih hingga peralatan pemadam kebakaran seperti, mesin pompa (alkon) yang dapat digunakan saat terjadi karhutla.

Kemudian, koordinasi lintas sektor juga telah dilakukan sejak April melalui rapat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, perangkat daerah, hingga pihak swasta untuk memperkuat dukungan personel dan peralatan di lapangan.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan bencana. Semua stakeholder harus terlibat," hadi.

Namun saat ini BPBD Jawa Barat memastikan belum menetapkan status siaga kekeringan secara resmi. Pemerintah provinsi masih memantau kondisi cuaca yang dinilai belum sepenuhnya stabil.

Hadi menyebut, kondisi cuaca di Jawa Barat masih menunjukkan anomali, di mana sebagian wilayah masih diguyur hujan dan bahkan terjadi banjir di beberapa daerah.

"Secara siklus memang sudah kemarau, tapi kondisi di lapangan masih dinamis. Jadi kita masih wait and see," katanya.

3. Kemarau diprediksi disertai El Nino

Ilustrasi kekeringan akibat kemarau panjang. Cover Grafis IDN Times

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya pada Agustus 2026.

Fungsional Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Bandung, Yuni Yulianti, mengatakan, puncak musim kemarau diperkirakan dipengaruhi fenomena El Nino yang berdampak pada penurunan curah hujan secara signifikan.

"Untuk tahun 2026 ini memang sudah musim kemarau, dan BMKG memprediksi akan disertai El Nino. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus, termasuk wilayah Bandung Raya. Secara umum, curah hujan lebih rendah dan durasi musim kemarau di beberapa wilayah bisa lebih panjang dari normal," katanya.

El Nino, kata Yuni, merupakan anomali suhu permukaan laut di wilayah Pasifik ekuator yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan hujan di Indonesia. Kondisi ini, berpotensi menurunkan curah hujan di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat.

"Untuk tahun ini diprediksi El Nino moderat, dengan peluang kecil menuju kuat, tetapi dominan tetap moderat," ucapnya.

Mengenai istilah El Nino Godzilla yang kerap muncul di publik, BMKG menegaskan istilah tersebut tidak digunakan secara resmi dalam klasifikasi meteorologi. "BMKG sendiri tidak pernah merilis adanya El Nino Godzilla. Kami mengkategorikan El Nino itu menjadi tiga, yaitu El Nino lemah, moderat, dan kuat," katanya.

Editorial Team

Related Article