Siaga Bencana, Warga Perlu Perkuat Kesiapsiagaan Terhadap Bencana

Bandung, IDN Times - Anggota DPR RI Dapil Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Ace Hasan Syadzily mengukuhkan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) dan menyerahkan bantuan Lumbung Sosial Bencana sebesar Rp321.588.800 di Desa Nanggerang, Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (29/12/2023.
"Kita tahu, Indonesia adalah cincin api yang banyak potensi bencana. Berbagai jenis bencana ada di Indonesia. Mulai tsunami, gempa, tanah longsor. Termasuk di Bandung Barat ini yang memiliki potensi tanah longsor," kata Kang Ace begitu Tubagus Ace Hasan Syadzily akrab disapa.
1. Indonesia menjadi negara paling banyak jenis bencana

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu kemudian menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan negara yang paling banyak jenis bencana dan rawan bencana. Di daerah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat sendiri juga sering terjadi bencana.
"Kalau kita tidak memiliki kesiapsiagaan bencana, kita akan terdampak bencana. Alam tidak bisa dilawan. Karena engan menjaga alam, alam akan menjaga kita," ujar Kang Ace.
2. Warga harus selalu siap mengadapi bencana

Ia mengajak warga untuk mempersiapkan diri agar selalu siap saat menghadapi bencana melalui kegiatan mitigasi bencana. Salah satunya dengan cara memiliki SOP bagaimana saat melakukan evakuasi. Termasuk bagaimana logistik agar dampak bencana tidak menimbulkan korban yang lebih banyak..
"Kita yang berada di daerah yang memiliki potensi bencana, tentu harus memiliki prosedur menghadapi bencana. Saya menyambut baik dan terus mendukung KSB diperbanyak. Agar Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang memiliki potensi bencana, masyarakatnya memiliki kesiap-siagaan bencana," papar Kang Ace.
3. BPBD Jabar catat 89 bencana hidrometeorologi terjadi selama Desember 2023

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar mencatat ada 89 bencana hidrometeorologi yang terjadi dari 1 sampai 26 Desember 2023.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar, Hadi Rahmat mengatakan, darin 89 bencana hidrometeorologi ini terdiri dari tanah longsor 36 kejadian, angin kencang 31 kejadian, dan banjir 15 kejadian.
"Yang Desember 2023, sesuai laporan 89 kejadian bencana, mayoritas hidrometeorologi," ujar Hadi saat dikonfirmasi, Selasa (26/12/2023).



















