Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sempat Ditolak Kader, Gerindra Dukung Fahmi-Dida di Pilwalkot Sukabumi

Sempat Ditolak Kader, Gerindra Dukung Fahmi-Dida di Pilwalkot Sukabumi
Achmad Fahmi dan Dida Sembada Didukung DPP Gerindra (IDN Times/Istimewa

Kota Sukabumi, IDN Times - Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera resmi berkoalisi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Sukabumi 2024. Mereka sepakat untuk mengusung nama Bakal Calon Wali Kota Achmad Fahmi dari PKS dan Dida Sembada dari Gerindra. 

Sama seperti bacalon Mochamad Muraz dan Andri Setiawan Hamami, nama Achmad Fahmi dan Dida Sembada pun cukup dikenal masyarakat. Achmad Fahmi merupakan Wali Kota Sukabumi periode 2018-2023, sedangkan Dida Sembada sebagai Sekretaris Daerah yang saat ini masih menjalani cuti demi persiapan Pilkada. 

"Setelah beberapa kali melakukan proses kajian yang mendalam, secara ilmiah dan metodologi kepada kedua pasangan tersebut serta didukung oleh beberapa lembaga survey yang terpercaya, maka di putuskan untuk Achmad Fahmi sebagai Bacalon Wali Kota Sukabumi, berpasangan dengan Dida Sembada dari Gerindra sebagai wakil wali kota," kata Ketua DPC Gerindra Kota Sukabumi Lutfi Achmad beberapa waktu lalu.

1. Terbit SK rekomendasi dari DPP Gerindra

Pasangan Achmad Fahmi dan Dida Sembada saat menerima rekomendasi dari DPP Gerindra (IDN Times/Istimewa)
Pasangan Achmad Fahmi dan Dida Sembada saat menerima rekomendasi dari DPP Gerindra (IDN Times/Istimewa)

Lutfi mengatakan, dukungan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra bagi pasangan Fahmi-Dida sudah diberikan pada Selasa, 6 Agustus 2024 di Hotel Sumarecon, Bekasi, Jawa Barat. Pemberian SK rekomendasi dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Saiful Mujani.

Keputusan ini, kata Lutfi, setelah menimbang dan mengingat agar tegak lurus dengan delapan program Prabowo Subianto. Sehingga ke depan dapat dijalankan dengan baik dan benar, sampai ke lapisan masyarakat bawah khususnya masyarakat Kota Sukabumi.

"Semoga pasangan ini ke depan dapat mengemban tugas sesuai amanah," katanya. 

2. Muncul konflik internal di Gerindra

Nurul Zaman Hadi, kader Gerindra Kota Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
Nurul Zaman Hadi, kader Gerindra Kota Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Pascakeluarnya SK rekomendasi bagi Achmad Fahmi dan Dida Sembada, DPC Partai Gerindra diterpa isu tak sedap. Unsur PAC dan ranting partai bereaksi dan menolak usungan bakal calon Wakil Wali Kota yang bukan berasal dari kader partai. 

Pernyataan itu disampaikan oleh salah satu kader Gerindra Kota Sukabumi, Nurul Zaman Hadi. Ia juga ikut mencalonkan diri melalui internal partai sebagai bacalon dalam Pilkada pada Mei 2024 lalu namun tak ditanggapi. 

"Perjalanan saya mendaftarkan diri bahkan mungkin saya pertama mendaftarkan diri di Gerindra dan tahapan-tahapan itu justru kami tunggu bagaimana kelanjutannya. Sampai sejauh ini yang beredar kemarin (SK rekomendasi dukungan Achmad Fahmi-Dida Sembada) memang agak sedikit mengagetkan rekan-rekan khususnya kader-kader partai," kata Nurul.

Dalam surat pernyataan sikap yang diterima IDN Times, para PAC dan sayap Partai Gerindra memandang tidak adanya keterbukaan, dan komunikasi terkait arah partai Gerindra pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Kota Sukabumi 2024. Selain itu, mereka juga menginginkan bakal Calon Kepala Daerah yang diusung berasal dari kader Partai Gerindra Kota Sukabumi.

3. Ketua DPC Gerindra Kota Sukabumi buka suara

Ketua DPC Gerindra Kota Sukabumi Lutfi Achmad (kiri) dan Dida Sembada (kanan baju biru) saat ditanya soal konflik internal partai jelang Pilkada (IDN Times/Siti Fatimah)
Ketua DPC Gerindra Kota Sukabumi Lutfi Achmad (kiri) dan Dida Sembada (kanan baju biru) saat ditanya soal konflik internal partai jelang Pilkada (IDN Times/Siti Fatimah)

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Sukabumi, Lutfi Achmad akhirnya menjawab terkait kisruhnya internal partai yang mempertanyakan soal mekanisme penjaringan bakal calon (Bakal Calon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Sukabumi. Terlebih tiba-tiba muncul satu Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada. 

"Jadi hal-hal yang berkaitan dengan dinamika politik di internal DPC Partai Gerindra semua sudah clear and clean (bersih). Jadi hal itu, menjadi fundamental yang memang kita bersama-sama secara solid untuk menuju Pilkada 2024," ujar Lutfi di sekretariat DPC Gerindra. 

"Adapun hal-hal yang kemarin menyangkut sedikit ada problema adalah miskomunikasi, misinformasi dan saya sebagai Ketua DPC Gerindra sudah menjelaskan dari proses awal sampai proses akhir terkait mekanisme dan sekarang sudah dipahami 100 persen," katanya. 

Hal senada dikatakan Bacalon Wakil Wali Kota Sukabumi, Dida Sembada. Dia mengaku telah menempuh semua mekanisme partai, hingga akhirnya surat rekomendasi maju Pilkada tersebut dikeluarkan.

"Jadi yang telah terjadi sekarang sudah clean and clear. Tadi sudah disampaikan oleh pak ketua soal komitmen (tidak berubah konstelasi). Saya juga sudah di-assesment, sudah fit and proper test oleh Ketua DPC, DPD, dan DPP Partai Gerindra," ujarnya.

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
Siti Fatimah
3+
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

ASIX dan China Mobile Luncurkan Asisten AI LIBRA di Bandung

14 Mei 2026, 06:22 WIBNews