Bandung, IDN Times - Di tengah perlambatan ekonomi yang masih membayangi sektor teknologi, PT Bukalapak Tbk (BUKA) mulai menunjukkan hasil dari strategi efisiensi yang dijalankannya. Perusahaan tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga fokus memperbaiki profitabilitas melalui konsolidasi bisnis dan penguatan segmen yang dinilai paling potensial.
Strategi tersebut mulai membuahkan hasil pada semester pertama 2026. Bukalapak membukukan pendapatan Rp4 triliun atau naik 29 persen secara tahunan sekaligus mempertahankan adjusted EBITDA tetap positif sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut berbalik dari kondisi pada periode yang sama tahun lalu yang masih mencatatkan adjusted EBITDA negatif.
"Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," ujar DirekturPT Bukalapak Tbk , Victor Putra Lesmana melalui siaran pers diterima IDN Times, Rabu (29/7/2026).
