Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sektor Gaming Jadi Motor Pertumbuhan Bukalapak Cetak EBITA Positif
Bukalapak Headquarters (bukalapak.com)
  • Bukalapak meraih pendapatan Rp4 triliun pada semester I 2026, naik 29 persen tahunan, dengan adjusted EBITDA positif Rp10 miliar setelah sebelumnya minus Rp34 miliar.
  • Gaming menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp3,5 triliun, naik 42 persen berkat ekspansi internasional; BMoney tumbuh dengan pendapatan Rp44 miliar dan AUM melampaui Rp6 triliun.
  • Bukalapak memperlambat bisnis Mitra dan Retail demi margin lebih sehat; EBITDA Mitra berbalik positif Rp8 miliar, sementara perusahaan memprioritaskan disiplin operasional dan kualitas pendapatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Di tengah perlambatan ekonomi yang masih membayangi sektor teknologi, PT Bukalapak Tbk (BUKA) mulai menunjukkan hasil dari strategi efisiensi yang dijalankannya. Perusahaan tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga fokus memperbaiki profitabilitas melalui konsolidasi bisnis dan penguatan segmen yang dinilai paling potensial.

Strategi tersebut mulai membuahkan hasil pada semester pertama 2026. Bukalapak membukukan pendapatan Rp4 triliun atau naik 29 persen secara tahunan sekaligus mempertahankan adjusted EBITDA tetap positif sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut berbalik dari kondisi pada periode yang sama tahun lalu yang masih mencatatkan adjusted EBITDA negatif.

"Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," ujar DirekturPT Bukalapak Tbk , Victor Putra Lesmana melalui siaran pers diterima IDN Times, Rabu (29/7/2026).

1. Mulai petik hasil dari transformasi bisnis

https://s1.bukalapak.com/bukalapak-kontenz-production/content_attachments/websites/8/96751/original/Notasi_Saham.jpeg

Bukalapak mencatat pendapatan sebesar Rp1,6 triliun pada kuartal II 2026. Secara kumulatif, pendapatan perusahaan selama semester pertama tahun ini mencapai Rp4 triliun atau tumbuh 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya pendapatan yang meningkat, perusahaan juga berhasil menjaga adjusted EBITDA tetap positif sebesar Rp6 miliar pada kuartal II 2026. Sepanjang semester pertama tahun ini, adjusted EBITDA tercatat Rp10 miliar atau membaik sekitar Rp44 miliar dibandingkan semester pertama 2025 yang masih minus Rp34 miliar.

Margin kontribusi perusahaan juga mengalami peningkatan. Pada semester pertama 2026, margin kontribusi mencapai Rp171 miliar atau tumbuh sebelas persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

2. Investasi ikut melesat

Ilustrasi setup gamming dengan cahaya lampu RGB atau LED (pexels.com/Sharad Kachhi)

Di antara seluruh lini bisnis, segmen gaming masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar Bukalapak. Selama semester pertama 2026, bisnis ini menghasilkan pendapatan Rp3,5 triliun atau naik 42 persen secara tahunan.

Perusahaan menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi bisnis ke pasar internasional. Tak hanya itu, segmen gaming juga konsisten membukukan adjusted EBITDA positif sebesar Rp7 miliar pada kuartal II 2026.

Sementara itu, bisnis investasi melalui BMoney juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pendapatannya naik 68 persen menjadi Rp44 miliar dengan margin kontribusi tumbuh 62 persen menjadi Rp15 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya dana kelolaan atau assets under management (AUM) yang kini telah melampaui Rp6 triliun.

3. Mitra dan retail dikurangi demi bisnis yang lebih sehat

Bukalapak mencatat pencapaian bersejarah dengan mencatat EBITDA positif pada Kuartal I-2024 untuk pertama kalinya

Di sisi lain, Bukalapak memilih memperlambat laju bisnis Mitra dan Retail sebagai bagian dari strategi memperbaiki kualitas pendapatan. Pendapatan segmen mitra turun menjadi Rp152 miliar pada kuartal II 2026, sedangkan bisnis retail mencatat pendapatan Rp60 miliar.

Meski pendapatannya menurun, strategi tersebut justru berdampak pada peningkatan profitabilitas. Margin kontribusi segmen Mitra naik 48 persen menjadi Rp29 miliar, sementara adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp8 miliar setelah pada periode yang sama tahun lalu masih mencatatkan kerugian operasional.

Victor mengatakan perusahaan akan tetap mempertahankan strategi tersebut dengan mengutamakan produk-produk yang memiliki margin lebih tinggi dibanding mengejar pertumbuhan pendapatan semata.

"Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen gaming, pencapaian Adjusted EBITDA positif segmen mitra, dan pertumbuhan segmen investment menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan. Dengan dukungan neraca yang solid, kami akan terus menjaga disiplin operasional dan berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan di seluruh segmen," tutup Victor.

Curated For You

Editorial Team

Related Article