Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekda Jabar Pastikan Penanganan Kasus Wabup Sumedang Tak Mandek!
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemprov Jawa Barat memastikan investigasi dugaan pelecehan seksual oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila serta dugaan kekerasan oleh istrinya terhadap asisten pribadi masih berjalan.
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatakan Inspektorat akan memeriksa seluruh pihak, termasuk bupati, wakil bupati, asisten pribadi, dan istri Fajar, sebelum mengumumkan hasilnya.
  • Fajar membantah tudingan, tetap bekerja, dan siap diperiksa; korban berinisial R juga membantah adanya pelecehan, penganiayaan, maupun penyekapan serta meminta isu hoaks dihentikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (29/8/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan tim investigasi Inspektorat Jabar akan memeriksa seluruh pihak terkait, termasuk Bupati Sumedang, Fajar, R, dan istri Fajar. Ia mengatakan hasil investigasi akan diumumkan kepada publik.

pekan depan

Dedi Mulyadi menyebut investigasi dugaan kasus tersebut akan selesai.

Rabu (9/9/2026)

Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan proses investigasi tidak mandek dan masih berlangsung.

Kini

Tim investigasi Pemprov Jawa Barat masih bekerja untuk mengetahui kebenaran dugaan pelecehan seksual dan kekerasan dalam perkara tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Investigasi dugaan pelecehan seksual terhadap asisten pribadi dan dugaan kekerasan oleh istri Wakil Bupati Sumedang masih berlangsung di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
  • Who?
    Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, korban berinisial R, istri Fajar, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Inspektorat Jabar, Sekda Jabar Herman Suryatman, dan Gubernur Dedi Mulyadi terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Penanganan dilakukan oleh tim investigasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi disampaikan di Hotel Horison, Kota Bandung.
  • When?
    Herman Suryatman menyatakan investigasi masih berproses pada Rabu, 9 September 2026. Dedi Mulyadi sebelumnya menyebut investigasi ditargetkan selesai pada pekan berikutnya, 29 Agustus 2026.
  • Why?
    Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kebenaran dugaan pelecehan seksual dan kekerasan, serta memperoleh keterangan dari seluruh pihak agar perkara tidak didasarkan pada asumsi.
  • How?
    Tim investigasi Inspektorat Jabar akan memeriksa Fajar Aldila, R, istri Fajar, Bupati Sumedang, dan pihak lain. Fajar serta R membantah tuduhan tersebut; hasil investigasi masih menunggu informasi lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Barat masih mencari tahu soal tuduhan kepada Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Tim akan bertanya kepada Fajar, istrinya, R, dan Bupati Sumedang. Fajar dan R bilang tidak ada pelecehan atau penganiayaan. Fajar tetap bekerja dan siap diperiksa. Hasil pemeriksaan akan diumumkan nanti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Proses yang tetap berjalan dan pemeriksaan terhadap seluruh pihak menunjukkan upaya Pemprov Jawa Barat untuk menjernihkan persoalan melalui keterangan yang menyeluruh, bukan asumsi. Kesiapan pihak-pihak terkait memberi penjelasan serta rencana pengumuman hasil investigasi membuka ruang bagi publik untuk menilai kasus ini berdasarkan fakta yang terverifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Penanganan kasus dugaan pelecehan seksual Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila kepada asisten pribadinya masih berproses. Tim investigasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih melakukan penanganan perkara tersebut.

Hal ini pun dibenarkan oleh Sekda Jabar, Herman Suryatman. Dia mengatakan proses investigasi dugan tersebut tidak mandek begitu saja. Kini, tim investigasi masih bekerja untuk mengetahui kebenaran dari dugan pelecehan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh istri Wabup Sumedang kepada korban.

"(Proses investigasi) Masih berproses," kata Herman, Rabu (9/9/2026).

1. Tim investigasi langsung dipimpin oleh Inspektorat Jabar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kendati begitu, Herman enggan menjawab saat ditanyakan mengenai progres pemeriksaan ini sudah sejauh mana, dan kapan Pemprov Jabar mengungkap hasil dari investigasi tersebut, karena publik menunggu kebenarannya seperti apa.

Diketahui, perkara dugaan ini sudah menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM. Dia mengatakan, tim investigasi dari Inspektorat Jabar pun akan memeriksa sejumlah pihak termasuk Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

KDM menyebut investigasi akan selesai pada pekan depan, dan dipastikan akan segera mengumumkan hasilnya ke publik. Meski sempat menjadi perhatian publik, dia merasa hal tersebut biasa saja.

"Minggu depan udah selesai lah. Ini kan masalah yang biasa saja, (akan) diumumin. Masa gak diumumin," kata dia di Hotel Horison, Kota Bandung, pada Sabtu (29/8/2026).

2. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Tak hanya Fajar, tim juga akan memintai keterangan dari R dan istri dari Fajar. Pemeriksaan secara menyeluruh dilakukan agar kasus itu menjadi terang benderang dan bukan didasarkan asumsi belaka.

"Semua pihak kita periksa. Bupatinya, kemudian asistennya ya, asprinya, kemudian istrinya, semuanya kita periksa untuk mendapat penjelasan," kata dia.

Sementara itu Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila membantah soal tudingan penganiayaan terhadap Sekprinya. Dia pun memilih tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Sumedang.

"Kalau ditanya, saya lebih baik milih kerja daripada terus klarifikasi, klarifikasi," katanya.

3. Wabup Sumedang sempat membantah

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Meski demikian, Fajar membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila nantinya ditemukan unsur pencemaran nama baik dalam pemberitaan maupun informasi yang beredar.

"Tentu nanti kami ambil tindakan hukum, saya hanya ingin fokus. Kalau ya ditemukan ada pencemaran nama baik, ya saya tempuh jalur hukum," tegasnya.

Dia menyatakan siap memberikan keterangan secara jelas kepada tim investigasi, dan memastikan tidak akan menutup-nutupi persoalan tersebut. Dia berharap, masyarakat menunggu hasil pemeriksaan dan tak terprovokasi oleh isu yang dinilainya hoaks.

"Gak apa-apa diperiksa, kita juga tidak akan ada yang ditutup-tutupi, biar asumsi warga tidak ke mana-mana," ucap dia.

Sedangkan, korban berinisial R membantah dirinya telah menjadi korban pelecehan dan penganiayaan oleh Fajar. Dia pun meminta agar semua pihak berhenti menyebarkan isu hoaks.

"Tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article