Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SD di KBB Ambruk, Pemerintah Sebut Lahan Memang Tak Layak Pakai

SD di KBB Ambruk, Pemerintah Sebut Lahan Memang Tak Layak Pakai
(Bangkit Rizki/IDN Times)
Share Article

Bandung Barat, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah mengutus konsultan untuk melakukan kajian SDN 1 Babakan Talang di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga yang terdampak pergerakan tanah. Bangunan sekolah itu sudah ambruk terdampak bencana tersebut.

Kepala Bidang SD pada Disdik KBB Wawan Hernawan mengatakan berdasarkan analisis yang dilakulan konsultan lahan SDN 1 Babakan Citalang yang terdampak pergerakan tanah memang tidak layak untuk dibangun sekolah lagi.

"Dinas Pendidikan langsung ke lapangan disertai konsultan untuk menganalisa kerusakan lain sebagainya. Ini tanahnya labil, dari internal kami memang tidak laik," kata Wawan saat dihubungi, Senin (4/2/2024).

1. Disdik KBB tunggu kajian

default-image.png
Default Image IDN

Untuk kepastiannya, pemerintah tetap menunggu hasil kajian dari pihak terkait kondisi tanah di wilayah tersebut. Wawan mengatakan, untuk sementara ini aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN 1 Babakan Citalang direlokasi sementara ke MTs Al Ikhlas.

Oa melanjutkan, awalnya tahun ini sejumlah ruangan di SDN 1 Babakan Citalang masuk program untuk direhabilitasi. Apa boleh buat, sekolah itu lebih dulu ambruk karena pergerakan tanah yang sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

"Awalnya memang mau direnovasi lagi, tapi karena rusak harus dikaji lagi. Kami tunggu hasil kajian dari bidang terkait," ucap Wawan.

2. Disdik KBB bakal bangun sekolah baru

(Bangkit Rizki/IDN Times)
(Bangkit Rizki/IDN Times)

Untuk pembangunan sekolah baru, kata Wawan, pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti desa. Khususnya terkait penyediaan lahan yang aman untuk dibangun sekolah baru. Jika sudah menemukan lahan, pemerintah akan mengutus konsultan untuk melakukan penghitungan anggaran pembangunan sekolah.

"Kami harus koordinasi, kalau pihak desa punya tanah di sekitar itu dan siap dihibahkan dan hasil kajian aman Insya Allah akan kami bangun lagi. Nanti ada pembahasan lebih lanjut," ujar Wawan.

3. Lahan sekolah jadi mahkota pergerakan tanah

(Bangkit Rizki/IDN Times)
(Bangkit Rizki/IDN Times)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Bambang Imanudin mengatakan, berdasarkan hasil assesment, wilayah yang terdampak pergerakan tanah itu tidak layak untuk dijadikan pemukiman karena terlalu berisiko.

"Cukup mengkhawatirkan karena terus bergerak, belum lagi ada ancaman hujan," ujar Bambang.

Ia menjelaskan, wilayah pemukiman yang berada di pelosok Bandung Barat itu sementara ini dikatakan tidak layak karena mahkota pergerakan tanah di RT 03 dan 04, RW 13 Desa Cibedug yang berada di SDN 1 Babakan Citalang sudah amblas. Bangunan sekolah pun ambruk tergerus bencana tersebut.

Bambang mengatakan data sementara sudah ada sekitar 2 hektare tanah yang terdampak pergeseran tanah. "Karena mahkotanya sudah di sekolah, ada sekitar 100 meter mahkotnya di sekolah tadi. Sebenarnya ini dari struktur tanah labil atau ada aliran air di bawah," kata Bambang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ferry Rizki
EditorFerry Rizki

Latest News Jawa Barat

See More

Komnas Perempuan Sebut Kasus YTR Femisida Paling Ekstrem

27 Jun 2026, 18:42 WIBNews