Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Satu SPPG di Bandung Tutup Sementara Usai Dana dari BGN Tak Cair
Satu SPPG di Bandung Tutup Sementara Usai Dana dari BGN Tak Cair. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Satu SPPG di Cibeunying Kidul, Bandung, terpaksa tutup sementara karena dana dari Badan Gizi Nasional belum cair akibat proses perbaikan regulasi dan pergantian kepemimpinan.
  • Pimpinan baru BGN yang dipimpin Nanik S Deyang mengumumkan rencana efisiensi besar-besaran terhadap anggaran senilai Rp268 triliun tanpa mengurangi sasaran program gizi nasional.
  • BGN juga menetapkan moratorium pendirian SPPG baru serta fokus pada pembenahan dapur dan peningkatan kualitas SDM agar layanan makan bergizi gratis tetap sesuai standar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Salah satu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Bandung tutup sementara untuk operasional. Hal ini dikarenakan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair sehingga tidak bisa membeli barang baru untuk diolah menjadi menu makan bergizi gratis (MBG).

SPPG tersebut berada di Jalan Sukesenang V, Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Perwakilan dari SPPG, Kurnia, menuturkan bahwa berhentinya operasional dapur ini karena anggaran yang seharusnya diterima belum juga turun.

"Belum (cari), karena anggarannya belum turun, perbaikan regulasi di BGN karena pergantian kepemimpinan," kata Kurnia saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).

1. Sudah dua hari berhenti

Satu SPPG di Bandung Tutup Sementara Usai Dana dari BGN Tak Cair. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dia menyebut bahwa SPPG sudah memberikan informasi pada penerima manfaat bahwa menu MBG sejak Kamis belum bisa dikirim kembali. Dan sampai hari ini belum ada kejelasan kapan dana tersebut turun lagi.

Kurnia yang juga memiliki SPPG lain di Kota Bandung mengatakan bahwa satu SPPG lagi masih beroperasi karena dana masih tersisa. Jika hingga hari ini tidak ada anggaran masuk ke yayasan maka bisa jadi SPPG tersebut juga tidak beroperasi.

"Yang satu masih ada sisa anggaran untuk minggu ini, bila Jumat ini tidak turun berarti Senin juga berhenti sementara," kata dia.

2. BGN siap efisiensikan anggaran

Satu SPPG di Bandung Berhenti Sementara karena Dana Tak Cair. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk pertama kalinya tampil di publik hari ini, Kamis (4/6/2026). Mulai dari Kepala BGN, Nanik S Deyang yang menggantikan Dadan Hindayana, serta dua wakilnya yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang menggantikan Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Nanik mengatakan, mereka baru saja menggelar rapat konsolidasi pimpinan baru hari ini. Usai rapat, Naniek membeberkan rencana efisiensi besar-besaran di BGN.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran. Meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik di kantor pusat BGN, Jakarta Pusat.

3. Pendirian SPPG baru dihentikan dulu

Ilustrasi SPPG di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain itu, BGN juga akan membekukan atau moratorium pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru.

“Tiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM,” ucap Nanik.


Editorial Team

Related Article