SAR Bandung Siagakan Ratusan Personel Selama Mudik Lebaran 2026

- Basarnas Bandung menyiagakan 137 personel dari berbagai pos SAR di Jawa Barat untuk operasi siaga Idulfitri 2026, berlangsung sejak 14 hingga 30 Maret.
- Personel ditempatkan di titik strategis jalur mudik dan wisata seperti Tol Jakarta–Cikampek, Nagreg, Pangandaran, dan Cirebon dengan dukungan armada darat serta laut lengkap.
- Basarnas bersinergi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait melalui posko terpadu guna memastikan keselamatan masyarakat selama mudik, disertai imbauan kewaspadaan bagi pengelola wisata.
Bandung, IDN Times - Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) turut menyiapkan personel khusus Idulfitri. Langkah antisipasi ini berlangsung mulai 14 Maret hingga 30 Maret 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, sebanyak 137 personel turut disiagakan selama angkutan lebaran tahun ini. Personel ini dibagi di beberapa daerah di wilayah Jawa Barat.
"Ada 86 personel Kantor SAR Bandung, delapan personel Pos SAR Cirebon, sembilan personel Pos SAR Tasikmalaya, tujuh personel Pos SAR Pangandaran, serta personel dari Unit Siaga SAR Cianjur dan Karawang," ujar Ade melalui keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
1. Peralatan disiapkan untuk antisipasi pencarian korban

Seluruh personel, dikatakan Ade akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat. Basarnas juga menyiapkan berbagai sarana dan prasarana SAR baik darat maupun laut.
"Seperti KN SAR Setyaki 202, rescue car, rescue truck, perahu karet (rubber boat), RIB, RBB, ATV, rescue trail, serta peralatan ekstrikasi dan drone thermal untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan," ucapnya.
Kemudian, penempatan unsur SAR dilakukan di beberapa titik strategis jalur mudik dan destinasi wisata di wilayah Jawa Barat, seperti Pelabuhan Cirebon, Pantai Pangandaran, Pantai Santolo, jalur Nagreg.
"Kemudian Lingkar Gentong, KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, KM 102 dan KM 207, serta wilayah Cianjur. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat waktu respons apabila terjadi kondisi darurat di jalur transportasi maupun kawasan wisata," tuturnya.
2. Tempat wisata diminta utamakan keselamatan

Dalam pelaksanaan tugasnya, Basarnas akan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta potensi SAR, melalui posko terpadu baik di tingkat pusat maupun daerah.
Koordinasi ini diharapkan mampu memastikan pelayanan keselamatan yang optimal bagi masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.
"SAR Bandung juga mengimbau masyarakat serta pengelola kawasan wisata untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan selama beraktivitas, serta segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi keadaan darurat yang membutuhkan bantuan SAR," kata dia.
3. Minta anggota bersikap profesional

Terpisah, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turut memberikan arahan agar anggotanya menjaga profesionalisme, kesiapsiagaan, serta sinergi dengan seluruh unsur potensi SAR guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa libur Lebaran.
Syafii turut melakukan pemantauan langsung ke titik strategis jalur mudik di Tol Jakarta–Cikampek KM 57 untuk memastikan kesiapsiagaan unsur SAR yang bertugas di lapangan dalam mengantisipasi berbagai potensi keadaan darurat yang dapat terjadi selama arus mudik.
Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya Basarnas untuk memastikan seluruh unsur Search and Rescue (SAR) siap siaga memberikan respon cepat terhadap kejadian kedaruratan demi menjamin keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran


















