Jemaah Majalengka Kembali Diberangkatkan, Satu Orang Meninggal Dunia

- Sebanyak 162 jemaah asal Majalengka dari Kloter 23 diberangkatkan ke Tanah Suci pada 9 Mei 2026, satu jemaah asal Talaga meninggal dunia sebelum keberangkatan.
- Kloter 23 terdiri dari gabungan jemaah Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon, tanpa peserta berisiko tinggi, dengan usia tertua 89 tahun dan termuda 22 tahun.
- Jemaah Majalengka Kloter 6 yang berangkat lebih awal kini sudah tiba di Makkah dalam kondisi sehat setelah menempuh perjalanan dari Madinah pada 5 Mei 2026.
Majalengka, IDN Times - Jemaah asal Kabupaten Majalengka yang tergabung dalam Kloter 23 segera terbang ke Tanah Suci. 162 orang jemaah dijadwalkan terbang pada Sabtu (9/5/2026) sore dari embarkasi Kertajati.
Jumlah keseluruhan jemaah asal Majalengka yang tergabung dalam kloter 23, sejatinya sebanyak 163 orang. Namun, satu orang gagal berangkat karena meninggal dunia.
"Dari 163 jemaah, satu orang yang wafat asal Kecamatan Talaga," kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka Abu Mansyur saat pelepasan jemaah kloter 23 di Islamic Center Majalengka, Jumat (8/5/2026).
1. Jemaah Majalengka akan bergabung dengan jemaah Kota Cirebon

Berbeda dengan jemaah Majalengka sebelumnya yang berangkat full satu kloter. Untuk kloter 23 ini, jemaah Majalengka akan diterbangkan ke Tanah Suci bersama dengan jemaah dari Kota Cirebon.
"Kota Cirebon sebanyak 278 orang, Kabupaten Majalengka 163 orang. Take off besok pukul 17.20," jelas Abu.
Untuk jemaah yang akan terbang besok, jelas Abu, dipastikan tidak ada yang memiliki risiko tinggi (risti). Untuk usia jemaah tertua di angka 89 tahun.
"Usia tertua 89 tahun asal Kecamatan Sukahaji, usia termuda 22 tahun asal Kecamatan Talaga. Lansia 31 orang. Disabitas kosong, risti kosong, alhamdulillah," jelas dia.
Lebih jauh dijelaskan Abu, untuk Kloter 23 ini, jemaah berasal dari 5 kecamatan yakni Kecamatan Majalengka, Talaga, Sukahaji, Cingambul, dan Kecamatan Cikijing
2. Jemaah Majalengka yang sudah berangkat dalam keadaan sehat

Sementara itu, pada 25 April lalu, sebanyak 437 orang jemaah Majalengka yang tergabung dalam kloter 6 sudah diberangkatkan. Awalnya, jemaah dari Kloter 6 itu sebanyak 439, tetapi 2 orang gagal lantaran hamil dan sakit.
Terkait kondisi jemaah yang telah lebih dulu berangkat, Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan mereka dalam keadaan sehat.
"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada info terkait kendala. Kami selalu pantau, komunikasi dengan petugas di sana. Alhamdulillah, petugas di sana menginformasikan saudara-saudara kita dalam keadaan sehat," jelas Eman.
3. Jemaah Majalengka dari kloter 6 sudah di Mekah

Sementara itu, terhitung 5 Mei, jemaah Majalengka yang tergabung dalam kloter 6 sudah berada di Makkah. Mereka berangkat dari Madinah menuju Kota Mekah pada Selasa (5/5/2026) pukul 06.25 waktu setempat.
"Perjalanan menuju Makkah diperkirakan memakan waktu sekitar enam jam dengan menggunakan armada bus eksekutif yang nyaman dan memadai. Dalam perjalanan tersebut, para jemaah juga mengambil miqat di Bir Ali sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji dan umroh," kata Ketua Kloter KJT 6 Devi Melawati dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times.
"Alhamdulillah seluruh jemaah KJT 06 dapat diberangkatkan menuju Makkah. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar para jemaah diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji,” lanjut dia.


















